Terkini

Setiap PPTKIS yang memberangkatkan buruh migran ke luar negeri diwajibkan mengasuransikan calon buruh migran. Buruh migran memiliki asuransi yang meliputi asuransi pra penempatan, masa penempatan dan purna penempatan.

Jika buruh migran sakit saat berada di negara penempatan, maka majikan wajib menanggung biaya pengobatan sampai sembuh. Jika buruh migran sakit dan majikan memulangkannya secara sepihak, sama saja dengan PHK sepihak.


Buruh migran yang pulang dari luar negeri dalam kondisi sakit dapat mengajukan klaim asuransi untuk berobat di Indonesia. Menurut Abdul Rahim Sitorus, Koordinator Advokasi Pusat Sumber Daya Buruh Migran (PSD-BMI), buruh migran yang di-PHK dapat mengajukan tuntutan ganti rugi pada PJTKI/PPTKIS yang memberangkatkannya dengan tuntutan sebesar gaji selama sisa kontrak kerja yang belum dijalani.

Pihak majikan juga harus dilaporkan kepada kantor perwakilan luar negeri (KBRI/KJRI) agar di-blacklist tidak boleh merekrut buruh migran lagi. Buruh migran yang pulang ke Indonesia dalam keadaan sakit bisa mengajukan klaim asuransi kepada konsorsium asuransi melalui BP3TKI setempat.

Klaim diajukan selambat-lambatnya 12 bulan setelah terjadinya masalah atau terjadinya resiko yang dipertanggungkan, sebagaimana dimuat dalam pasal 26 Permenakertrans Nomor 1 tahun 2012 tentang perubahan Pemenakertrans Nomor PER.07/MEN/V/2010 tentang Asuransi Tenaga Kerja Indonesia. Menurut pasal 26 ayat 3 Pemenakertrans yang sama, jika klaim melebihi batas 12 bulan dinyatakan gugur.

Syarat atau dokumen yang harus dibawa saat mengajukan klaim asuransi adalah:

1. Surat pengajuan klaim yang telah ditandatangani oleh buruh migran atau ahli waris bermaterai
2. Kartu Peserta Asuransi (KPA) asli atau polis atau kwitansi pembayaran
3. Surat keterangan dari rumah sakit atau puskesmas
4. Rincian biaya penempatan dan perawatan dari rumah sakit atau puskesmas
5. Photo copy identitas diri calon TKI/TKI atau ahli waris yang sah (Redaksi)



Belajar merupakan proses perubahan pada kepribadian berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, dan kepandaian. Perubahan ini bersifat menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman.


Pembelajaran menjadi proses interaksi antara anak dengan anak, anak dengan sumber belajar dan anak dengan pendidik. Kegiatan pembelajaran ini akan menjadi bermakna bagi anak jika dilakukan dalam lingkungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi anak. Proses belajar bersifat individual dan kontekstual, artinya proses belajar terjadi dalam diri individu sesuai dengan perkembangannya dan lingkungannya.

Selain sekolah, lingkungan dan keluarga memiliki pengaruh yang besar pada perkembangan psikologis dan pola belajar anak. Setiap anak memiliki potensi atau bakat dalam dirinya sebagai anugerah dari Tuhan. Namun potensi ini kadang tidak bisa dikembangkan dengan maksimal, karena kurangnya perhatian dan pendampingan dari orangtua. Pendampingan orangtua menjadi hal penting pada perkembangan anak usia Sekolah Dasar (SD). Anak akan menghabiskan waktunya lebih banyak bersama dengan orangtua, daripada di sekolah yang hanya 5-6 jam dalam sehari.

Anak yang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orangtua yang cukup dan memiliki keluarga yang harmonis, akan mudah untuk menerima pelajaran di sekolah. Dibandingkan dengan anak yang kurang perhatian dari orangtuanya, mereka cenderung akan berperilaku berbeda yang menunjukkan sikap ingin mendapatkan perhatian yang lebih dari orang lain.

Pengalaman sebagai pendamping/pengajar di sekolah, membuat saya memahami perbedaan perkembangan belajar setiap anak. Anak yang mendapatkan kasih sayang penuh dari orangtua dan memiliki keluarga harmonis, memiliki semangat belajar yang tinggi hingga mampu mendapatkan nilai yang memuaskan. Lain halnya dengan anak yang kurang mendapatkan pendampingan dari orangtuanya, misal orangtuanya bekerja sebagai buruh migran. Anak ini cenderung kurang aktif dalam proses belajar, jarang mengerjakan PR, hingga buku pelajaran pun sering hilang. Hal ini terjadi karena tidak adanya peran orangtua yang memperhatikan kebutuhan anak dan pendampingan pada proses belajar di rumah.

Dari data hasil belajar anak di sekolah, beberapa anak mengalami penurunan hasil belajar karena kurangnya pendampingan orangtua yang bekerja sebagai buruh migran. Seorang anak saat ayah dan ibunya di rumah, pada semester satu anak ini mendapatkan nilai rata-rata 85,6 dari seluruh mata pelajaran. Namun pada semester dua ibunya pergi menjadi buruh migran karena alasan ekonomi. Prestasi belajarnya semakin menurun dari rata-rata 85,6 pada semester satu, menurun menjadi 79,3 pada semester dua. Mengalami penurunan sebanyak 6,3 dan nilainya semakin menurun setiap tahunnya.

Bahkan pada anak lainnya yang juga ditinggal orangtuanya menjadi buruh migran, saat kelas lima semester satu dia sampai mengalami mogok belajar. Dalam waktu satu bulan hanya berangkat satu atau dua hari, begitu seterusnya. Bahkan pada semester dua dia tidak pernah masuk sekolah satu hari pun.

Namun berkat dukungan dan bimbingan dari seorang guru kelas yang tekun dan sabar, anak ini bersedia mau mengulang pada tahun pelajaran berikutnya. Hingga prestasi belajarnya mengalami kenaikan, bahkan dia menjadi anak yang paling rajin berangkat sekolah. Hal tersebut membuktikan bahwa anak usia SD sangatlah memerlukan perhatian dan kasih sayang dari sosok orangtua, khususnya ibu.

Anak yang diasuh oleh neneknya atau keluarga lain, cenderung kurang mandiri dan mengalami kesulitan pada proses belajarnya. Seorang nenek yang memiliki usia rata-rata umur di atas 50 tahun, akan mengalami kesulitan dalam mengajari cucunya belajar. Sementara pelajaran yang saat ini diberikan pada anak semakin sulit dan semakin komplek.

Faktor lain yang juga memberikan dampak besar sulitnya belajar anak, adalah orangtua yang cenderung akan lebih memanjakan anaknya dengan selalu memenuhi keinginan anak. Memberikan handphone atau gadget, sepeda motor atau fasilitas lain pada anak misalnya, yang sebetulnya belum sesuai dengan usianya untuk menggunakan. Barang-barang tersebut cenderung membuat anak malas belajar dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan barang-barang pemberian dari orangtuanya ini. Anak yang menggunakan gadget dengan fasilitas internet, haruslah mendapatkan pendampingan dari orangtuanya. Jika salah menggunakan, dikhawatirkan anak justru akan mendapatkan dampak negatif yang cenderung merugikan.

Peran orangtua sangatlah penting dalam pendampingan anak untuk menggapai cita-citanya. “Bangunan yang kokoh berdiri berawal dari pondasi yang kuat”, keberhasilan anak dalam belajar sangatlah memerlukan dukungan dan bimbingan dari orangtua. Peran guru di sekolah adalah sebagai jembatan dalam mendidik anak-anak. Waktu belajar di sekolah sangatlah terbatas, pendampingan dari orangtua lah yang mampu membangun sikap dan kepribadian anak menjadi lebih baik.

Orangtua memiliki peran strategis dalam perkembangan anak, karena orangtua menjadi orang yang paling dekat dengan anak. Dari orangtua lah anak bisa belajar banyak hal, seperti pembelajaran tentang wawasan dan pengetahuan hidup yang dibutuhkan anak pada masa depannya. Jika karena alasan tertentu, seorang anak tidak bisa memperoleh pengasuhan dan pendampingan langsung dari orangtuanya. Maka peran keluarga, saudara atau lingkungan tempat tinggalnya harus bisa memberikan peran pendampingan yang mampu memenuhi kebutuhan tumbuh kembang seorang anak. (Kustirah)



Kadang kala ketika buruh migran memiliki kebutuhan ekonomi mendesak di negara penempatan, dengan terpaksa mereka akan berhutang pada lembaga keuangan atau perorangan. Kadang untuk berhutang, buruh migran butuh penjamin sebagai ganti jaminan barang.

Namun kasus hutang piutang ini kerap kali menimbulkan masalah bagi buruh migran, khususnya Buruh Migran Indonesia (BMI) yang menjadi penjamin hutang. Redaksi Bumi Gumelar mencoba menggali informasi terkait kasus hutang piutang buruh migran di luar negeri, yang juga banyak dialami oleh buruh migran asal Kecamatan Gumelar.



Kenapa buruh migran yang sedang bekerja di luar negeri berhutang?
Ada beragam alasan, tapi yang paling sering adalah untuk memenuhi kebutuhan di rumah atau berkirim pada keluarga. Meski banyak juga yang hutang untuk kepentingan sendiri.

Bagaimana buruh migran mendapatkan hutang di luar negeri?
Buruh migran berhutang dengan menggunakan jaminan paspor milik temannya sebagai penjamin hutang. Syarat yang digunakan biasanya paspor, nomor telepon rumah dan alamat majikan tempat bekerja.

Apa resiko yang dialami buruh migran yang berhutang?
Banyak kejadian majikan tiba-tiba melakukan PHK sepihak kepada TKI gara-gara ada pihak bank menagih hutang ke rumah majikan. Ada juga yang sampai merasa tidak terima hingga memanggil polisi. Ini tentu saja sangat berisiko pada nasib buruh migran di luar negeri, karena bisa kehilangan pekerjaan dan berurusan dengan hutang yang harus dibayar.

Apa resiko buruh migran yang dipinjam paspornya atau menjadi penjamin hutang?
Jika buruh migran meminjamkan paspornya untuk jaminan hutang temannya, biasanya dia juga diminta tanda tangan sebagai penjamin hutang. Perlu diingat bahwa ketika buruh migran bertanda tangan sebagai penjamin untuk sebuah hutang, maka tanggung jawabnya setara dengan peminjam yang asli kepada lembaga pinjaman uang. Hal ini berlaku ketika peminjam tidak mampu membayar atau sengaja melarikan diri dari kewajibannya untuk membayar. Maka penjamin yang akan mengambil alih tanggung jawab untuk melunasi hutangnya.

Sebagai catatan BMI/TKI yang di-PHK majikan akan rentan mengalami berbagai masalah dari kerumitan mencari majikan baru dan mengurus status izin tinggal (visa), terjerat potongan agensi, hingga rawan menjadi TKI tanpa izin tinggal (overstay).

Apa yang perlu dilakukan jika kita sebagai buruh migran menjadi penjamin bagi teman sesama buruh migran?
Anda harus berani menolak dan jangan memberikan tandatangan apapun serta jangan menyerahkan paspor Anda kepada siapun. Selain visa/workpermit, paspor adalah dokumen yang wajib untuk Anda pegang sendiri.

Ingat bahwa jika peminjam asli masih dapat dilacak, maka penjamin dapat memberitahu keberadaan peminjam kepada lembaga peminjam uang. Namun jika peminjam telah melarikan diri atau kabur dari tanggungjawab hutangnya, maka penjamin hutang lah yang harus membayar atau melunasi hutang tersebut.

Dengan banyaknya potensi masalah yang bisa muncul akibat hutang di luar negeri, sebagai peminjam maupun penjamin hutang. Lebih baik buruh migran menghindari berhutang saat bekerja di luar negeri. Jangan mudah percaya pada teman (atau bahkan saudara) yang hendak meminjam paspor sebagai jaminan hutang, karena penjamin hutang tanggungjawabnya setara dengan peminjam hutang.(Redaksi)

Informasi Kepulangan Tenaga Kerja Indonesia

Prosedur TKI Bermasalah
  1. TKI turun dari pesawat/kapal, menuju counter pemeriksaan Imigrasi untuk pengecekan dokumen keimigrasian oleh pihak Imigrasi.
  2. Setelah dilakukan pemeriksaan imigrasi, TKI menuju conveyor untuk mengambil barang bawaan TKI.
  3. Setelah mengambil barang dari conveyor, TKI menuju ke counter Bea Cukai untuk dilakukan pemeriksaan Kepabeanan.
  4. Bagi TKI yang BERMASALAH, dapat mendatangi HELP DESK BNP2TKI yang berada di Common Use Lounge untuk difasilitasi dan dilayani kepulangannya oleh BNP2TKI.



Pelayanan Pengaduan TKI (Crisis Center BNP2TKI)
TELEPON DARI DALAM NEGERI 
HALO TKI 800 1000
24 JAM BEBAS PULSA

TELEPON DARI LUAR NEGERI
+6221-29244800

DATANG LANGSUNG (TATAP MUKA)
Gedung Pelayanan Pengaduan TKI (CRISIS CENTER) BNP2TKI
Jl. MT Haryono Kav. 52 Pancoran, Jakarta Selatan 12770

SMS 7266
ketik: ACA # TKI # NAMA PENGIRIM # Masalah yang diadukan

FAKSIMILI
021-29244810

E-MAIL
halotki@bnp2tki.go.id

SURAT MENYURAT
BADAN NASIONAL PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA (BNP2TKI)
Jl. MT Haryono Kav. 52 Pancoran, Jakarta Selatan 12770


Sumber: http://www.bnp2tki.go.id/frame/9143/Fasilitasi-TKI-Bermasalah.html


(Kabargumelar). Belajar baca tulis dan membuat kreasi berbentuk Bros dan bunga-bunga adalah kegiatan yang rutin dilakukan oleh Pos ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) di Desa Karangkemojing Kecamatan Gumelar. Pos ABK yang terletak di RT 01 RW 04 Desa Karangkemojing ini telah berdiri sejak tahun 2013 diketuai oleh Arman Riyanto seorang Perangkat Desa setempat.

ABK sedang membuat Kreasi Bros
Menurut Lina Cahyati, salah seorang relawan, terdapat dua kelas berbeda di Pos ABK yang lokasinya persis di depan SD Negeri 2 Karangkemojing ini. “Kelas yang pertama adalah kelas sekolah, kegiatannya belajar membaca dan menulis, kelas yang kedua adalah kelas berkarya yang bentuk kegiatannya adalah membuat kreasi dan kerajinan tangan berbentuk bros dan bunga-bunga,” jelasnya.

Dari dua kelas yang berbeda ini masing-masing terjadwal waktu kegiatan belajar mengajarnya, yaitu untuk kelas siswa atau sekolah masuk tiga kali dalam seminggu, hari Senin, Rabu, Jum’at, sementara untuk kelas berkarya hanya masuk pada hari Jum’at pukul 13.00 WIB.

“Untuk kelas Sekolah jumlah anak didik kami sebanyak 25 siswa, sementara untuk kelas berkarya ada 4 siswa,” lanjut Lina. Berbagai potensi terus digali oleh para Relawan dalam rangka membentuk para ABK agar bisa mandiri dan tidak tergantung kepada orang lain. Membentuk rasa percaya diri agar mereka tidak minder saat bergaul dan bersosialisasi dengan orang lain.

“Harapan kami para siswa ini ke depan punya kreasi atau karya sehingga tidak tergantung kepada orang lain dan bisa mencukupi kebutuhannya secara mandiri, walaupun untuk saat ini kami masih terkendala operasional kegiatan, tapi mudah-mudahan tidak mempengaruhi proses yang sudah berjalan,” tutup Lina. (Wizteguh Nugroos)

(Kabargumelar). Kamis 10/03, bertempat di Balai Desa Cihonje Kecamatan Gumelar, Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Banyumas mengadakan Sosialisasi Berbagai Peraturan Tentang Ketenagakerjaan. Acara yang dihadiri oleh unsur Pemerintah Desa, Mantan Buruh Migran, dan Paguyuban Bumi Gumelar ini berlangsung sangat interaktif. Diskusi berlangsung mengalir dengan pertanyaan-pertanyaan seputar kejadian dan peristiwa ketenagakerjaan yang terjadi di desa masing-masing.

Balai Desa Cihonje
Seperti yang ditanyakan oleh Ratiman Perangkat Desa Gumelar mengenai pengerahan Tenaga Kerja ke negara tujuan Brunei Darussalam yang beberapa bulan terakhir sedang diminati banyak orang, “Apakah di Dinsosnakertrans Kabupaten Banyumas memang ada data job order ke negara Brunei Darussaalam, karena dari pengamatan kami cukup banyak yang mendaftar ke negara tujuan tersebut?,” tanya Ratiman saat sesi diskusi berlangsung.

Pertanyaan Ratiman langsung ditanggapi oleh Kasi Penempatan dan Pengerahan Tenaga Kerja Luar Negeri Dinsosnakertrans Kabupaten Banyumas Agus Widodo; “Sampai dengan saat ini belum ada Job Order untuk pengerahan ke negara tujuan Brunei Darussalam,“ ungkapnya.

Sebelumnya Agus Widodo juga menjelaskan tentang Undang-undang yang mengatur tentang Ketenagakerjaan  terutama soal perlindungan terhadap Buruh Migran. “Perlindungan terhadap TKI itu mulai dari pemberangkatan sampai pulang ke tanah air, begitu pula pendataan yang dilakukan pihak desa itu juga sampai si TKI ini pulang lagi ke kampung halaman,” jelasnya.

Di akhir acara pihak Dinsosnakertrans menghimbau kepada para calon Buruh Migran agar berhati-hati terhadap penipuan para pihak yang tidak bertanggung-jawab, minimal saat pembayaran biaya pemberangkatan untuk meminta kwitansi bukti pembayaran, sehingga nantinya apabila ada sesuatu hal yang tidak diinginkan bisa ada dokumen yang bisa dijadikan bukti secara hukum. (Wizteguh Nugroos)


“Dinda, hari ini aku mau masuk ke hutan, mengejar para pengacau yang mencoba mengganggu negara kita, mungkin untuk beberapa hari kita tak bisa berkomunikasi, doakan aku agar bisa menuanaikan tugasku dengan baik yah?,” ucap Tomi di ujung telpon. 

Pertama berkenalan dengan Tomi adalah peristiwa yang tidak terlalu istimewa menurutku. Tamtama berpangkat Prada dengan tahi lalat di bawah bibir, “manis juga” kataku dalam hati, datang ke tempat kost bersama pacar temanku. Akupun tak terlalu memperhatikan, sampai akhirnya beberapa kali bertemu kita mulai saling tertarik, dan sepakat untuk berpacaran.

 “Bagaimana hari ini kuliahnya? Kuliah yang bener yah, jangan kecewakan orang tua kamu, jadilah lulusan terbaik agar bisa menggapai cita-cita, bukankah cita-cita kamu adalah diperistri olehku? Haha ..,” Tomi masih nyerocos menggoda aku.

Inilah yang membuat aku kadang kesel, tapi juga yang membuat aku selalu rindu sama tomi, joke joke-nya yang selalu mengundang gelak tawa, gaya bicara ceplas ceplos dan perilaku konyolnya saat tak mengenakan seragam kebanggaannya. “Oke dinda, setelah tugas ini selesai, aku akan ambil cuti dan pulang ke Jawa, aku kangen banget sama kamu, kangen sama ibu, bapak, dan sama cubitanmu yang sakitnya minta ampun..,” masih saja Tomi menggoda aku.

Dan ini adalah bulan ke tiga sejak terakhir Tomi berpamitan untuk menunaikan tugas negara. Aku mencoba menghubungi Handphone-nya namun tak pernah aktif. Aku menghubungi teman-temanya sesama korps, dan mereka menjawab bahwa tugas Tomi belum selesai dan masih di dalam hutan memberantas gerakan separatis. 

Rasa cemas dan khawatir menyergap hari-hariku, menggerus ketabahanku, pun dengan seluruh keluarga besarku yang larut dalam penantianku. Bayangan-bayangan buruk selalu melintas di pikiranku, aku takut...takut sekali. Tangiskupun membuncah manakala mendengar kabar itu, semua orang mencoba menenangkanku, berusaha menghiburku dengan kalimat-kalimat yang hanya lamat-lamat terdengar di telingaku. 

Kanker stadium empat! Itulah kabar yang aku terima dari dokter yang memeriksaku kemarin. Setelah beberapa kali observasi dan pemeriksaan, kesimpulan itulah yang memaksa rasa putus asa-ku berlipat-lipat kadarnya, ketegaran jiwaku seketika runtuh. Usiaku hanya tinggal beberapa bulan lagi, sementara Tomi belum tau keadaan ini. Air mataku kembali menetes, sedih yang tak berujung terasa mengisi hari-hariku di ruang perawatan Rumah Sakit. Keluarga, teman, sahabat, dosen silih berganti menjengukku, dan Tomi tak jua mengunjungiku.

“Tomi apa kabarmu sayang? semoga kamu sedang baik-baik saja di sana, beberapa kali aku mencoba menghubungi kamu namun tak pernah bisa. Maafkan dinda yah, dinda tidak bisa menggapai cita-cita dinda, menjadi istri buat Tomi, menjadi pasangan hidup Tomi, usia Dinda hanya tinggal beberapa bulan lagi. Tau ngga? Kata dosen dinda, nilai kuliah dinda bagus lho.. dan bisa jadi lulusan terbaik nantinya, itu kan syaratnya.. biar dinda bisa jadi istri Tomi?”. (Wizteguh Nugroos)
 


(Kabargumelar). Tidak pernah terpikir sebelumnya oleh Wakam (54), jika ketekunannya menggeluti pupuk organik membawanya menjadi juara 1 ajang Krenova Banyumas, minggu (21/02/16). Pegiat Paguyuban Buruh Migran Gumelar (BUMI Gumelar) yang tinggal di Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar, Banyumas ini membuat kreasi pupuk organik cair dari bahan limbah tepung tapioka.

Keberhasilan Wakam bukanlah hal yang instan dia dapatkan, Wakam telah membuat pupuk organik sejak tahun 2007. Pupuk organik menjadi pilihan Wakam berdikari di desanya, setelah dia memutuskan untuk tidak berangkat kerja ke luar negeri lagi.

“Alhamdulillah, kerja keras dari tahun 2007 ada buktinya, semoga menginspirasi TKI yang lain agar tidak takut pulang kampung, kembali ke desa,” ungkap Wakam, sambil memeluk teman-temannya sesama mantan buruh migran dari Kecamatan Gumelar yang juga ikut pameran.

Pameran yang diselenggarakan oleh Bappeda Kabupaten Banyumas, menjadi ajang kompetisi produk kreatif dan inovatif dari masyarakat di Banyumas. Pameran dan penilaian karya kreatif yang bertempat di Indoor Futsal GOR Satria Purwokerto, diikuti oleh lebih dari 130 peserta karya kreatif.

Sebelum membuat pupuk organik cair dari limbah tepung tapioka, Wakam memiliki pengalaman membuatnya dari limbah canti (makanan ringan yang banyak diproduksi masyarakat Desa Cihonje). Namun karena keterbatasan bahan baku, Wakam sempat berhenti membuatnya.

“Dulu saya pernah membuat pupuk organik cair dari limbah pembuatan cantir, tapi mandek karena terkendala bahan. Lalu saya mendapat tantangan dari BUMDes Desa Gumelar untuk membuatnya dari limbah tapioka, kebetulan di Desa Gumelar banyak produsen tepung tapioka yang tergabung dalam BUMDes,” ujar Wakam.

Para juri di ajang Krenova Banyumas tertarik dengan karya kreatif Wakam yang memanfaatkan limbah tapioka. Dari hasil kemenangan ini, Wakam berhak maju ke ajang Krenova tingkat Provinsi Jawa Tengah mewakili Kabupaten Banyumas, bersama karya kreatif lain yang masuk dalam 10 besar. (Yudi Setiyadi)

Sumber: www.buruhmigran.or.id

(Kabargumelar). Singkong atau Ketela adalah bahan baku utama pembuatan tepung tapioka. Namun, tidak sembarang singkong bisa diolah menjadi tepung tapioka. Salah satu kriteria singkong yang bisa dibuat menjadi tepung tapioka adalah kandungan air yang tidak terlalu banyak, sehingga bisa menghasilkan sari pati yang maksimal, paling tidak kandungan sari patinya mencapai lebih dari 30%, bila kandungan tidak mencapai persentase tersebut, bisa dipastikan hasil tepung tapioka tidak sesuai yang diharapkan.

Desa Gumelar sebagai salah satu sentra pengrajin tepung tapioka di wilayah Kabupaten Banyumas tentunya membutuhkan banyak singkong sebagai bahan baku tepung tapioka. Ada sekitar 20 lebih pengrajin Tepung tapioka yang ada di Desa Gumelar, sayangnya untuk memenuhi kebutuhan singkong tersebut, para pengrajin masih mendatangkan dari luar daerah.

Inilah yang coba sedang disiasati oleh Raswin, warga Desa Gumelar  yang mulai mencoba untuk berdaya dengan menanam singkong sebagai bahan baku pembuatan tepung tapioka, sebagai antisipasi ketersediaan bahan baku singkong.

"Ide awalnya karena kurangnya bahan baku singkong, bahkan dari luar daerahpun terkadang terjadi kelangkaan, inilah yang kemudian membuat harga melonjak dan tidak seimbang dengan harga jual tepung tapioka," ungkap Raswin. Singkong yang ditanam Raswin ternyata bukan singkong kebanyakan yang menjadi bahan baku tepung tapioka, Singkong Gajah menjadi pilihannya untuk memulai usaha bertani Singkong.

Ada beberapa alasan kenapa mantan buruh migran ini menanam singkong gajah, salah satunya adalah kandungan sari patinya yang di atas 30%. "Selain itu juga buahnya yang sangat besar, baru usia dua setengah bulan saja sudah mulai ada isinya, dan Sembilan bulan saat panen satu pohonnya bisa menghasilkan buah mencapai dua puluh kilogram," tuturnya.

Raswin juga menceritakan bahwa untuk percobaan pertama ini hanya menanam pohon singkong 200 batang, dengan kalkulasi penghitungan saat penen sekitar 4 ton. Dari perhitungan inilah yang kemudian membuatnya akan mencoba menanam Singkong lebih banyak lagi di lahan sewaan dalam waktu dekat ini. "Selain nanti menanam singkong lebih banyak, saya juga akan mencoba menggunakan pupuk organik untuk mengembalikan kesuburan tanah, sekarang kan di Gumelar sudah banyak teman-teman yang mengelola pupuk organik, termasuk nanti akan mencoba pupuk organik cair yang bahannya dari limbah tepung tapioka (blendrang)," tutupnya. (Wizteguh Nugroos)


Mr. J adalah sebuah nama yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan oleh warga Desa Gumelar. Siapakah Mr. J itu?

Mr. J adalah nama grup kentongan yang berasal dari Desa Gumelar. Grup yang beranggotakan 20 anak muda ini sejak September 2015 mulai melanglang buana dari pentas satu ke pentas lainnya dalam rangka menuntaskan laku hobi dan ikut nguri-uri budaya tradisional Banyumasan.

Seperti dituturkan sang ketua grup Julianto, bahwa pada awalnya grup ini terbentuk adalah setelah beberapa acara lomba kentongan peringatan HUT RI ke-70 tahun lalu. "Dulu masing-masing dari kita adalah personil dari beberapa grup dusun di wilayah Desa Gumelar, setelah selesainya lomba kita mencoba berkumpul dan nge-jam dengan alat masing-masing dan akhirnya terbentuklah grup ini."

Pasca terbentuknya grup, mulailah mereka berlatih agar semakin kompak dalam memainkan alat musik dan terus memperkaya pilihan lagu. Berawal dari latihan di rumah masing-masing personil, kemudian merambah ke beberapa acara Resepsi Pernikahan, Khitanan, bahkan mereka juga pernah mengisi di acara Peresmian sebuah kantor swasta.

Menurut Jumbe, begitu Julianto biasa disapa, sampai dengan saat ini para personil masih menikmati kegiatan yang mereka lakukan bahkan untuk pementasan sekarang sudah mulai merambah keluar daerah. "Beberapa waktu yang lalu kami sempat pentas di Bumiayu, Ajibarang, Cilacap, Purwokerto Alhamdulillah sambutannya sangat baik, dan ini juga sekaligus menambah pengalaman kami," ungkapnya.

Untuk pementasan di luar daerah, Mr. J biasanya mborong mobil angkutan sebagai sarana tranposrtasi. Biasanya kami mborong mobil bak terbuka, karena selain murah juga cukup untuk mengangkut personil dan alat musik kentongannya," tutur Jumbe. Dari pementasan-pementasan di luar daerah inilah yang kemudian melahirkan tagline Mr. J Tour Mbabyag!! (Wizteguh Nugroos)
 

(Kabargumelar). Semakin sadarnya para petani tentang pentingnya memelihara kesuburan tanah, membuat pemakaian pupuk organik semakin meningkat. Selain itu hasil pertanian yang menggunakan pupuk organik juga tentunya lebih sehat untuk dikonsumsi. Inilah latar belakang yang menjadikan seorang mantan buruh migrant ini menciptakan starter atau bioaktivator sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik cair atau biasa disebut POC.

Ristoyo memulai membuat bioaktivator ini sejak tahun 2013 selepas menjadi buruh di pabrik pembuatan laher di Korea Selatan. "Awalnya saya membuat Pupuk Organik Cair dengan bahan dasar atau starter membeli dari luar daerah, kemudian saya pelajari bahan-bahan yang digunakan dan saya coba membuat sendiri," ungkapnya.

Dari mempelajari tentang bagaimana cara membuat dan mengenali bahan-bahan yang digunakan inilah, akhirnya tercipta starter atau Bioaktivator ciptaan Ristoyo. Dari beberapa percobaan pembuatan POC dengan menggunakan starter buatannya, ternyata hasil yang didapat jauh lebih bagus dari starter yang selama ini didatangkan dari luar daerah, sehingga memicu beberapa teman pengolah pupuk organik beralih menggunakan starter buatan Ristoyo.

Menurut pria yang juga piawai meramu obat-obatan herbal ini, dengan adanya bioaktivator buatannya maka para petani sudah benar-benar bisa mandiri dalam mengolah pertaniannya. "Saat ini dari mulai benih sampai pupuk sudah bisa menyediakan sendiri dengan bahan-bahan yang lebih murah karena bisa didapat di sekitar rumah, sehingga bisa menekan biaya produksi sekaligus hasil yang lebih maksimal," tuturnya.

Saat ini beberapa rekan yang rata-rata usia muda mulai mengikuti jejak Ristoyo. Sesekali diadakan pertemuan untuk membahas perkembangan dan kendala yang dihadapi sebagai Petani Organik. Salah satu kendala yang dihadapi adalah tingkat kepercayaan diri para petani yang masih rendah terhadap pengalihan Pupuk Kimia ke Pupuk Organik. Mereka masih mengkhawatirkan penurunan hasil pertanian jika beralih menggunakan Pupuk Organik.

"Memang tidak bisa dihindari,  bahwa pada saat awal peralihan, dari semula memakai Pupuk Kimia kemudian memakai Pupuk Organik, hasil pertanian akan menurun, tapi jangan khawatir untuk kelanjutannya pasti akan meningkat bahkan lebih bagus, dan yang lebih penting lagi adalah kondisi tanah akan kembali subur, tidak keras seperti saat memakai Pupuk Kimia." Tutup pria yang berdomisili di RW 10 Desa Gumelar ini. (WizteguhNugroos)



Beternak ayam broiler adalah pilihan Solikhudin beberapa waktu setelah pulang dari merantau ke negeri Ginseng. Dengan ilmu yang masih pas-pasan soal peternakan, pria yang beralamat di Dusun Padawaras Desa Gumelar ini, jatuh bangun menjalani usahanya.  

Namun dari berbagai persoalan dan permasalahan yang dialami, membuatnya semakin tahu dan mengerti trik dan cara beternak yang baik. Sampai pada satu titik di mana dia berfikir untuk bisa meminimalisir angka kematian dan memaksimalkan hasil panen ayamnya.

"Tahun 2012 saya mulai membuat ramuan jamu untuk ternak saya, karena obat-obatan dari pabrik selain harganya mahal juga kurang baik dari segi daging yang dihasilkan," jelasnya.

Begitulah, dari mulai belajar lewat internet tentang pembuatan jamu untuk ternak, Solikhudin kemudian menambahkan beberapa ide dan bahan-bahan alami lainnya untuk menyempurnakan jamu agar lebih maksimal.

Menurut udin, begitu ia biasa disapa, membuat jamu untuk ternak ini sangat mudah dilakukan karena bahan bahannya sudah pasti tersedia di sekitar kita, Kunyit, Asam Jawa, Melon, Semangka dan lainnya, namun demikian memang butuh waktu dan keuletan. "Kebanyakan orang tidak mau repot untuk membikin jamu sendiri, padahal kalo mau membikin jamu ini bisa dipastikan biaya operasional ternak lebih hemat." ungkapnya

Selain untuk jamu ayam broiler, jamu buatan udin ini juga bisa untuk hewan ternak lainnya seperti kambing dan sapi, fungsinya sama yaitu meningkatkan kekebalan tubuh dan menambah nafsu makan. Dengan nafsu makan yang bertambah secara otomatis akan meningkatkan daging yang dihasilkan, sebagai perbandingan sebelum menggunakan jamu ini, untuk usia 37 hari bobot hidup ayam sekitar 2,2 kg, setelah menggunakan jamu, bobot hidup ayam naik menjadi 2,6 kg dengan usia pemeliharaan yang sama.

"Pada prinsipnya jamu yang saya bikin ini menyeimbangkan antara jumlah ransum atau pakan yang dikonsumsi dengan bobot ayam, selain tentunya menekan angka kematian," tutup mantan Buruh Pabrik Pemanas Ruangan ini. (WizteguhNugroos)



Joglo Tani ( Foto Dok. Wonk Inyong)
(Kabargumelar). Akhirnya bus jemputan yang kami tunggu datang juga, ditutup dengan kalimat terakhir dari Pak T.O Suprapto “Jangan lupa, pulang dari sini buatlah Rencana Tindak Lanjut atau RTL, karena itu lebih penting dari sekedar belajar dan pelatihan, selamat pulang kembali ke Banyumas semoga selamat sampai tujuan”. jelasnya.

Pukul 10. 15 menit bus yang kami tumpangi menyusuri jalan Mandungan 1 Sleman Yogyakarta, tak berapa lama kamipun sampai di tempat yang dituju. Sebuah tempat bernama Joglo Tani, yang konon katanya kerap disebut “Monumen Kebangkitan Petani”. Betul juga saat kami mulai memasuki area Joglo Tani kami disuguhkan pemandangan yang tak biasa soal konsep bertani. Konsep bertani modern bukan pada peralatan yang digunakan tapi pada penerapan dan sistem yang dipakai, benar-benar sebuah pengalaman baru.

Menempati lahan seluas 800 meter persegi di sisi kanan kiri jalan masuk menuju pendopo terdapat kolam kolam ikan yang di atasnya mengapung tanaman padi yang sudah mulai menguning, di setiap kolam berjejer kandang Ayam membentuk huruf U mengitari pinggiran kolam sehingga kotoran Ayam akan langsung masuk ke air sebagai pakan alami ikan. Tak hanya itu, tanaman tanaman sayur dan holtikultura juga ditanam di setiap pematang kolam, sehingga kalo mengutip bahasa dramatisnya “tak ada sejengkalpun” tanah yang tidak difungsikan. 

Seperti dituturkan Suprapto sang inisiator Joglo Tani, bahwa petani di Indonesia belum merdeka mereka kerap menemui tekanan dan ketidakberpihakan pemerintah. Tekanan ekonomi, sosial, alam, budaya dan kebijakan pemerintah, diperparah dengan perjuangan mereka yang cenderung sendiri sendiri, sementara pendirian sebuah kelompok hanya bertahan beberapa waktu saja selebihnya hanya tinggal papan nama. “Contohnya untuk pembelian pupuk saja, petani harus mengikuti alur panjang dari produsen sampai konsumen, boro-boro berfikir hasil, biaya produksi saja sering tidak tertutup”, jelas pria yang pernah menjadi pemain sepak bola Galatama ini. 

Dari situlah konsep bertani mandiri digagas Suprapto. Tidak mudah memang untuk menerapkannya, butuh waktu dan tekad untuk merubah pola pikir dari yang semula mengandalkan segala sesuatu yang cenderung instan menjadi sesuatu yang membutuhkan proses, diawali dari penggunaan pupuk anorganik ke organik, membuat pembibitan sendiri, memanfaatkan lahan yang sempit untuk bisa menghasilkan berbagai macam hasil pertanian dan peternakan, me-multifungsikan lahan semaksimal mungkin dan lain sebagainya. Dan dari ternak dan tanaman yang bevariasi inilah petani bisa mempunyai penghasilan setiap hari, setiap bulan dan setiap tahun sehingga dapat menjaga keberlangsungan pertanian dan dapat menghidupi keluarga. 

Selain itu diterapkan pula sistem pakan ternak dan pupuk organik yang efektif dan efisien, lagi-lagi inipun dijelaskan dengan gamblang oleh Suprapto.“Seperti yang bapak dan ibu lihat, ternak ayam kami ada di atas kolam, sehingga kotoran ayam langsung menjadi pakan ikan, atau ternak itik kami ini, di depan kandang itik ada saluran air yang mengalir ke sawah yang otomatis akan membawa nutrisi dari kotoran itik langsung menjadi pupuk organik untuk padi”, tuturnya 

Sebenarnya masih banyak yang ingin kami pelajari, namun waktu tergesa memotong rasa ingin tahu kami, acarapun segera selesai. Kami berkemas untuk pulang ke Banyumas, menunggu bus jemputan yang tak kunjung nampak batang bempernya.... (WizteguhNugroos) 


Rakinem memelukku erat sambil terus menangis, sementara di kanan kiriku berkerumun seluruh keluarga dan tetanggaku. Keras otakku berfikir untuk mengingat apa yang sedang berlaku saat ini...

Rakinem adalah wanita yang kukenal lebih dari setahun yang lalu. Di antara meriahnya pesta Pasar Malam di desaku seorang teman mengenalkanku pada Rakinem, gadis tetangga desa yang baru pulang dari merantau di negeri sebrang. Tak ada yang istimewa saat jumpa pertama, mungkin rasa malu dan tak percaya dirikulah penyebabnya, karena aku hanya pria biasa yang cuma mampu naik undar, sementara dia sudah dua kali naik Motor Mabur, pengalaman yang menurutku menakjubkan.

Waktu berlalu setelah pertemuan di Pasar Malam itu, tak diduga aku bertemu lagi dengan dia. Saat aku sedang membeli arit di Pasar Pahing, lamat-lamat kudengar seseorang memanggil namaku. Akupun membalikkan badan mencari darimana suara itu berasal. Ternyata Rakinem dengan senyum kecil telah berdiri di belakangku, aku tergagap dan grogi setengah mati. “heih ... lagi nggolet apa mas?,” dia bertanya sambil terus melepas senyumnya. “eh ..emm.. kie lagi tuku arit nggo pranti ngarit,” jawabku sambil berusaha menguasai diri. Aku memandang lekat ke wajahnya, wajah putih dengan bedak tipis membalut rata, sementara rambutnya tersembunyi di balik jilbab merah muda.

Hari demi hari kami mulai menganyam benih-benih cinta. Tak ingat seperti apa aku mengungkapkan perasaan dulu, mungkin juga tidak pernah! Namun toh kami sepakat untuk disebut pacaran. Aku sering membantu orang tuanya untuk sekedar macul, ngarit, atau mewakili kerja bakti membuat saluran irigasi di sepanjang pinggiran sawah. Aku seolah sudah menjadi menantunya.

Dan dua hari yang lalu tepatnya malam kamis manis, aku mengajak orang tuaku berkunjung ke rumah Rakinem. Tak lain dan tak bukan adalah dalam rangka meminangnya untuk dijadikan ibu dari anak anaku kelak. Setelah berbasa basi khas pedesaan, obrolan pun mengarah ke soal pinangan. Semua berjalan lancar karena memang seluruh keluarga sudah saling mengenal dan setuju untuk kami naik ke pelaminan. Namun bincang-bincang seketika terhenti saat memasuki obrolan yang sangat krusial, hening merambat di ruang tamu berukuran tiga kali empat meter itu. Seekor cicak berbunyi menyela kekosongan udara!!

Layaknya disambar petir di kemarau panjang. Rakinem menangis dan berlari ke dalam senthong, sementara aku terhenyak dengan dada gemuruh, pun dengan punggung  yang seolah dikerubut semut rangrang. “Kue jenenge etungan pisang punggel, dadine ora kena dilakoni, nek dilakoni mengko akibate kue bisa mbahayani,orang tua Rakinem menjelaskan.

Aku terduduk di pematang sawah, sementara tanganku berpegangan pada gagang cangkul. Rasanya tubuh ini sudah tak bertulang, lemas dan tak bertenaga. Adzan dzuhur yang berkumandang dari langgar di pojok desa tak kuhiraukan, aku terus bergelut dengan angan dan wajah ayu pujaan hatiku. Terpikir di otakku untuk membawa kabur saja  dari Desa ini, berdua ketempat di mana bintang-bintang merestui hubungan kita. Ke tanah di mana tak ada larangan menikah karena hitungan weton, hitungan hari dan hitungan taik kebo!!

Seakan mendapat tenaga yang entah dari mana, akupun bangkit dan meneruskan pekerjaan demi menyambut musim tanam tahun ini.  Satu, dua, tiga aku mulai mencangkul sawah lagi, dengan semangat yang membara karena setelah ini aku pastikan untuk membawa kabur Rakinem-ku, dengan uang hasil nyelengi selama setahun aku bertekad untuk mengajaknya Kawin Lari. Pikiranku terus melayang …dan …crassshh …tiba-tiba mata cangkul membabat pergelangan kakiku, darah mengalir deras …mataku berkunang-kunang …dan aku tak ingat apa-apa lagi. (Wizteguh Nugroos)

''KESAMAAN NAMA DAN CERITA SAMA SEKALI TIDAK DISENGAJA''





(Kabargumelar). Maxima Paksi Jaya adalah satu-satunya Kelompok Usaha pengrajin sangkar burung yang ada di wilayah Kecamatan Gumelar. Dikomandoi oleh Bili Ratmono, Kelompok Usaha ini sekarang menjadi ikon Desa Samudra, setelah di masa lalu Desa yang berbatasan dengan Kabupaten Brebes ini Kondang sebagai penghasil Cengkeh di Kabupaten Banyumas.

Berawal dari ngumpul bareng sesama pecinta burung, pria yang bertempat tinggal di RT 3 RW 6 Dusun Renggong ini menginisiasi pembuatan sangkar burung untuk kebutuhan komunitas pecinta burung. Gayung bersambut beberapa pemuda ikut merealisasikan rencana Bili, sehingga kemudian rencana ini menjadi sebuah keinginan bersama.

Dikisahkan oleh Bili, bagaimana pasang surut usaha yang dirintisnya ini dianggap sebagai sebuah dinamika dan proses pembelajaran. "Di tahun yang kedua ini, kami masih terus belajar, bagaimana agar bisa terus bersaing dan punya nilai tawar yang lebih tinggi." ungkapnya.

Keunggulan dari sangkar burung yang dibuat oleh kelompok ini adalah desain pembuatan yang rapi dan tetap mengutamakan kualitas, sehingga pasar semakin mempercayai produk mereka. Maka tak heran jika para pembeli dan pemesan tidak hanya dari wilayah Kecamatan Gumelar, tapi juga berasal dari berbagai  kota seperti  Jakarta, Purwokerto, Bumiayu, Wangon bahkan ada yang dari Kalimantan dan Surabaya.

Untuk harga jualnya sendiri sangat bervariasi, tergantung tingkat kesulitan dan desainnya. "Harga kisaran dari 75 ribu sampai 150 ribu untuk sangkar biasa, kemudian untuk harga 175 ribu kami menyebutnya kelas ekseklusif karena desain dan tingkat kesulitannya cukup tinggi dan biasanya untuk sangkar burung tertentu." jelas Bili

Diceritakan oleh Bili, selain membuat sangkar burung, kelompok Maxima Paksi Jaya ini juga mulai mencoba budi daya pakan burung. Jangkrik dan ulat Jerman menjadi pilihan yang tepat dalam rangka mengantisipasi kelangkaan pakan yang sering terjadi dan menimpa para penghobi burung, sehingga terciptalah adanya swasembada pakan. "Nantinya tidak ada lagi harga pakan yang melambung, terkadang malah harganya mahal tapi barangnya tidak ada, itu tujuannya kenapa kami juga memulai budi daya pakan burung ini." tutupnya.(WizteguhNugroos)







(kabargumelar). Gerimis yang turun dengan tiba-tiba membuat para pengunjung bergegas mencari tempat berteduh. Berharap buliran air hujan tidak terlalu lama mengganggu rasa penasaran mereka tentang tempat yang baru saja diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia ke-5, Megawati Soekarno Putri. Benar saja, sebentar kemudian gerimispun berhenti, pengunjungpun kembali bertebaran memuaskan rasa ingin tahu mereka, atau sekedar berfoto dan ber-selfie ria dengan latar belakang warna-warni bunga di Kebun Raya Baturraden.

Kebun Raya Baturraden adalah lokasi wisata baru yang jaraknya kurang lebih 1 km dari Gerbang Utama Wana Wisata Baturraden. Dengan suhu berkisar antara 26-30 derajat Celcius, tak heran jika tempat ini mempunyai curah hujan tergolong tinggi yaitu 5.000-6.174 mm/th.

Tak perlu menguras kocek terlalu banyak untuk dapat berkunjung ke tempat ini, cukup dengan membeli tiket sebesar 14 ribu rupiah (untuk 1 orang), kita sudah bisa menikmati bunga warna-warni dan tanaman langka yang tumbuh subur di atas tanah latosol yang berwarna merah kecoklatan. Bunga dan tumbuhan aneka warna siap memanjakan mata kita, terlebih bagi yang hobi fotografi sangat tepat untuk memenuhi rasa haus mereka akan tempat yang eksotis.

Namun sayang, lokawisata yang berada tepat di pertigaan menuju ke arah Pancuran Pitu ini belum siap menampung membludaknya pengunjung. Sarana dan prasarana penunjang belum terpenuhi dengan baik, sempitnya lokasi parkir membuat kendaraan pengunjung terpakir di pinggir jalan sehingga mengganggu lalu lintas ke arah Pancuran Pitu. "Mungkin karena tempat ini masih dalam proses pembangunan, jadi masih baru dipersiapkan segala sesuatunya", ujar salah seorang pengunjung. Pengaturan parkir kendaraan masih sekenanya, dan pengunjungpun harus mengeluarkan biaya tambahan sebesar 3 ribu rupiah untuk Jasa Tunggu kendaraan.(Wizteguh Nugroos)


Gumelar (19/12/15). Hujan yang mengguyur Gumelar semenjak sore hari akhirnya berhenti  tepat pukul 20.00 WIB, memberi kesempatan bagi warga Desa Gumelar untuk beranjak menuju Balai Desa Gumelar tempat di mana Pagelaran Wayang Kulit digelar. Satu persatu pengunjung memadati Aula Balai Desa seiring dimulainya rangkaian acara demi acara yang dipersiapkan oleh Panitia.

Sebuah acara yang bisa dikatakan cukup spektakuler, bukan soal Pagelaran Wayang dengan dalang ki Rasito, dalang asli warga Gumelar  yang sudah tak asing bagi mata dan telinga kita, namun latar belakang digelarnya Hajatan ini yang menarik untuk disimak. Seperti dituturkan oleh Ketua Panitia Sinung Tri Marhaendro, S.Pd. saat memberikan sambutan, bahwa acara ini diselenggarakan dalam rangka  memperingati hari Ulang Tahun Linmas (Hansip jaman dulu) yang ke-53. “Ini adalah tanda penghormatan dari pemerintah Desa atas kinerja barisan Linmas selama ini kepada masyarakat,” ujarnya.


Sungguh latar belakang yang jarang, bahkan mungkin tidak pernah terdengar sebelumnya. Menariknya lagi acara yang berbugjet sekitar 15 jutaan rupiah ini tidak sedikitpun mengambil dari Keuangan Desa sehingga tidak akan mengganggu proses dan aktivitas Desa. Dijelaskan oleh Kepala Desa Gumelar Susilo Urip Suprapto, S.Si., bahwa sumber dana untuk acara tersebut adalah dari bantuan para pengusaha dan donatur yang ada di wilayah Desa Gumelar. “Bahkan saking penginnya menyelenggarakan acara ini, para perangkat desa pun semuanya ikut urunan termasuk saya,” ungkapnya saat memberi sambutan di atas panggung.


Selain memperingati Hari Ulang Tahun Linmas, acara yang dipersiapkan selama lebih dari 8 bulan ini juga sekaligus tasyakuran atas selesainya pembangunan untuk tahun anggaran 2015. Menurut Prapto, begitu Kepala Desa ini biasa disapa, bahwa pembangunan selama tahun 2015 di Desa Gumelar ini sudah semakin merata dan mencakup berbagai sarana dan prasarana. “Di antaranya adalah pembangunan jalan lingkungan, pembangunan talud, pembangunan jaringan irigasi, perbaikan bangunan TK  Pertiwi, dan itu tersebar di seluruh wilayah Desa Gumelar,” jelasnya.
Malam kian merambat, para penonton yang didominasi kaum adam ini semakin larut dalam cerita wayang yang mengambil judul 'Semar Gugat', alunan gending dan lengkingan suara sinden menambah kehangatan suasana.

Oleh: Wizteguh Nugroo


Cilangkap (20/12/15). Lantunan shalawat mengiringi cerahnya pagi di Desa Cilangkap Kecamatan Gumelar. Alam seakan paham dan mengerti akan apa yang sedang dilakukan muslimin dan muslimah dalam rangka mengagungkan Tuhan dan Nabinya. Seperti diketahui Gerakan Pemuda Anshor  Desa Cilangkap Kecamatan Gumelar,  Minggu 20-12-2015 mengadakan acara Prestisius bertajuk Gebyar Shalawat dan Pengajian Akbar memperingati Maulid Nabi besar Muhammad SAW.

Gambar 1. Suasana Gebyar Shalawat

Acara yang dimulai Pukul 08.00 WIB ini diikuti oleh sekitar 28 Grup Hadroh terdiri dari 22 Grup dari wilayah Kecamatan Gumelar dan 6 Grup dari Kecamatan Ajibarang ini mengambil tempat di Aula Balai Desa Cilangkap.

Seperti dituturkan Sukirwono selaku Ketua Panitia bahwa acara yang dibesut oleh Jamm’iyyah Sholawat Simtudhuror as-Syauqi GP Anshor Cilangkap ini akan berlangsung hingga malam hari. "Untuk siang hari khusus acara semacam Parade Hadroh, dilanjut malam harinya akan ada Pengajian Akbar Nada dan Dakwah yang menghadirkan beliau bapak Kyai Mualim S.Pd.I pengasuh Ponpes Nurul Hikmah Jatisawit Bumiayu,” jelasnya.

Tidak hanya itu saja, untuk semakin memberikan manfaat nyata kepada masyarakat, pihak Panitia juga akan memberikan santunan kepada 16 anak yatim yang ada di wilayah Kecamatan Gumelar yang akan dilaksanakan sebelum acara Pengajian Akbar digelar.(WN)


(Gumelar, 19/12/15). Sabtu pahing yang cerah di Desa Gumelar. Lalu lalang kendaraan dan para pengunjung pasar pahing semakin rapat, sementara bergeser ke timur sedikit sebuah acara sedang dipersiapkan untuk digelar. Jalan sehat untuk masyarakat Kecamatan Gumelar akan dilaksanakan hari ini sesuai jadwal tercantum pukul 7.30 pagi. Satu persatu peserta mulai berdatangan mengepung Kantor BKAD eks PNPM yang baru dibangun untuk mengambil kupon tanda peserta. Acara Jalan Sehat ini sendiri dihelat dalam rangka Peresmian Kantor  mereka yang berlokasi sekitar 100 meter dari pertigaan Kecamatan Gumelar ke arah barat.


Gambar 1. Peserta menyemut di sekitar Panggung

Melewati pukul 7.30 acara belum juga dimulai, hiburan organ tunggal menjadi pelipur kejenuhan beberapa peserta yang mulai tak sabar untuk mengikuti acara, sementara sebagian yang lain mengunjungi stan-stan pameran pegiat UMKM dari beberapa Desa sebagai Mitra UPK Eks PNPM-MP.

Akhirnya pukul 9.00 tepat acara dimulai, diawali dengan Pemotongan Pita oleh Camat Gumelar Gatot P.U.H.A., S.H. sebagai tanda diresmikannya Kantor BKAD dilanjutkan dengan pelepasan peserta Jalan Sehat dengan pengibaran bendera Start. Lebih dari 500 peserta berjalan menyemut ke arah barat menuju rute yang sudah ditentukan. Melewati Pasar Pahing, kemudian menuju ke arah Terminal Gumelar, lalu memutar ke timur melewati Tugu dan berbalik arah ke arah kantor Kecamatan.

Sesampai di garis Finish peserta disambut dengan hiburan kesenian Kentongan. Dua lagu yang dibawakan grup kentongan Wulung Maju asal Desa Tlaga ini cukup menghibur para peserta yang sudah berkeringat, sebelum kemudian acara dilanjut untuk pembagian hadiah doorprize yang disediakan panitia.


Gambar 2. Salah satu hadiah doorprize

Wahyu Salah seorang panitia menuturkan bahwa hadiah doorprize yang disediakan  jumlahnya cukup banyak dari mulai payung, jam dinding, sepeda, kipas angin kulkas dan barang elektronik lainnya. "Mudah-mudahan acara ini cukup menghibur masyarakat, karena tujuan kami mengadakan acara ini adalah untuk menghibur masyarakat sebagai mitra usaha kami, agar hubungan kami semakin dekat dan bisa saling bersinergi dalam kemajuan perekonomian di wilayah Kecamatan Gumelar," tutupnya.(WN)




Mendung hitam menggelayut sedikit mengerikan, sejurus kemudian menjatuhkan air hujan saat kami baru tiba di Terminal Wonosobo, saat itu waktu menunjukan pukul 16.30 WIB. Saya bersama lima orang teman dari 4 Desa berbeda berangkat dari Kecamatan Gumelar. Keberangkatan kami adalah dalam rangka ingin mengikuti acara Jambore Desa Nusantara 2015 yang berlokasi di Desa Wulungsari, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo. Sebenarnya peserta dari Kecamatan Gumelar berjumlah 12 orang tapi terbagi menjadi 2 rombongan, rombongan pertama berangkat naik bis, yang kedua menggunakan mobil pribadi. Dan kami adalah rombongan pertama yang berangkat dengan naik bis.

Sejenak beristirahat dan menjalankan sholat Ashar saya lalu menghubungi Panitia acara mengabarkan perihal kedatangan kami dan agar segera dikirim mobil jemputan seperti yang dijanjikan. Beberapa saat menunggu kami isi dengan cerita menarik tentang Potensi Desa Masing-masing yang tentunya diselingi canda  mengocok perut, sementara sekonyong-konyong datang seorang pria yang setelah ngobrol ke sana ke mari berasal dari Bandung dan juga akan menghadiri acara tersebut.

Waktu terus bergulir, air terus mengalir dari langit dan dingin yang menyergap menghadirkan tembang keroncongan di wilayah perut kami, sementara mobil jemputan yang kami tunggu tak kunjung menampakkan batang bampernya. ''Sue temen yah kang jemputane, kalas kencot kielah?'' kata seorang teman kepada teman lainnya.

Ba'da Isya sekitar pukul 19.10 WIB, jemputan akhirnya datang, kami ber enam plus satu teman baru kami dari Bandung langsung naik ke mobil. Sekitar 15 menit perjalanan akhirnya kami sampai di lokasi acara, beberapa rekan panitia menghampiri kami untuk kemudian memberikan payung agar tidak kehujanan, sungguh penyambutan yang sangat ramah. Setelah melakukan registrasi peserta kami langsung diantar ke venue utama Jambore Desa, namun terlebih dulu harus masuk ke Aula Balai Desa Wulungsari untuk makan malam.Hujan makin deras setelah kami selesai makan untuk kemudian menuju ke panggung utama mengikuti acara Pembukaan Jambore. Ratusan orang telah berkumpul di depan panggung sementara dari pengeras suara, panitia mengumumkan bahwa acara akan segera dimulai. (bersambung)


Oleh: Wizteguh Nugroos

Kabar Gumelar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget