Bentha Benthi vs Ustaz Priyatin
Bentha Benthi berkacak pinggang menatap langit. “Lihat, Ustaz Priyatin! Hujan ini turun karena semalam aku memanggilnya!” Ustaz Priyatin tak mau kalah. “Jangan sombong! Ini pasti karena aku tadi pagi menjadi imam salat Istisqa!” Karena sama-sama mengaku berjasa, keduanya mengadu kepada Pak Kyai. “Jadi, menurut Pak Kyai, hujan ini gara-gara siapa?” tanya mereka bersamaan. Pak Kyai tersenyum. “Kalian berdua benar. Bentha Benthi memanggil hujan, Ustaz Priyatin berdoa meminta hujan. Jadi, kalian berdua yang bertanggung jawab!” Keduanya mengangguk bangga. “Tapi,” lanjut Pak Kyai, “pemilik warung yang kebanjiran, petani yang sawahnya rusak, dan warga yang jemurannya basah berhak menuntut ganti rugi. Silakan kalian bagi dua tagihannya!” Wajah Bentha Benthi langsung pucat. “Eh, mungkin hujan ini memang sudah waktunya turun, Yai!” Ustaz Priyatin ikut mengangguk. “Betul, Yai. Mungkin doa saya juga bukan satu-satunya sebab.” Pak Kyai kembali menyeruput kopi. “Nah, kalau begitu, biarkan huja...