Terkini


Gumelar- World Cleanup Day akan digelar Sabtu 21/09 pekan ini. Aksi bersih- bersih sampah bersama ini dilakukan oleh seluruh negara termasuk Indonesia.

Di Indonesia dikabarkan sebanyak 34 provinsi akan serentak mengikuti event tahunan tersebut. Dan 3,3 juta orang pun turut menjadi partisipan.

Tak ketinggalan di Kabupaten Banyumas, seluruh warga diharapkan terlibat dalam aksi bersih- bersih sampah pada Sabtu pekan ini.

Melalui video di akun Instagramnya, Bupati Banyumas @ir_achmadhusein mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam World Cleanup Day 2019.

"Ayuh sedulur kabeh sing ning Banyumas, aja kelalen tanggal selikur dina setu mulai jam nem tekan jam sanga, bersih - bersih ning sekitare dewek ben Banyumas bebas sampab plastik. Banyumas kudu resik, Banyumas kudu indah, Banyumas kudu sing rapi, sing ngangeni dipanggoni," demikian kutipan video di akun Instagram Bupati terkait World Cleanup Day. (wizteguhnugroos)


Trismo saat mengerjakan pesanan kerajinan batok kelapa

Tlaga - Pohon kelapa mempunyai banyak manfaat di seluruh bagiannya. Mulai dari batang pohon, daun, lidi dan tentu buah kelapanya, baik kelapa muda maupun kelapa tua. Bahkan serabut dan batok kelapa pun bisa dimanfaatkan untuk pelbagai kebutuhan.

Khusus batok atau tempurung kelapa, selain bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuat arang, juga bisa diubah menjadi kerajinan unik dan punya nilai ekonomi tinggi.

Seperti yang dilakukan oleh salah seorang warga Desa Tlaga Kecamatan Gumelar, Trismo (44). Ia memanfaatkan batok atau tempurung kelapa menjadi kerajinan tangan. Berkat insting seninya yang ditempa sejak dari sekolah dasar,  Trismo mengubah batok kelapa menjadi hiasan rumah berupa tanaman, bunga, burung, asbak, celengan, teko, cangkir dan beragam kerajinan lainnya.

Di workshop miliknya yang beralamat di RT 2 RW 5 Grumbul Sumber, sehari - hari ia berkutat dengan batok kelapa sebagai sarana menyalurkan ide kreatifnya.

Menurut Trismo, bakat seni yang sebenarnya adalah di bidang seni lukis. Saat mengenyam bangku sekolah dasar sudah mulai melukis, namun selepas ia bekerja di luar negeri, minatnya kemudian beralih ke kerajinan tangan dengan memanfaatkan limbah batok kelapa.

"Awal mulanya saya hanya ingin  menyalurkan hobi saya di bidang seni. Selepas saya bekerja di Brunei Darussalam pada perusahaan jasa pembuatan taman dan hiasan, saya pun mantap untuk menyalurkan hobi, dan saya memilih membuat kerajinan tangan dari batok kelapa," ungkapnya.

Dalam sehari, Trismo bisa memproduksi empat buah kerajinan dari batok kelapa, dengan kisaran harga mulai dari tiga puluh ribu sampai empat ratus ribu rupiah sesuai dengan bentuk, ukuran dan tingkat kesulitannya.

"Pengerjaan untuk saat ini dilakukan sendiri dan masih menggunakan peralatan seadanya, jadi produksinya dalam sehari belum bisa banyak," katanya.

Meski menggunakan peralatan sederhana, namun hasil kreasinya tidak kalah dengan produk - produk serupa yang menggunakan peralatan modern. Model dan bentuknya artistik, ditambah pernak - pernik yang membuat hasil karya Trismo lebih menarik.

Menurutnya, proses pembuatan kerajinan batok kelapa ini tidak terlalu sulit. Bahan baku yang didapatpun dia peroleh dari kebun dan pekarangan rumah.

"Setelah mendapatkan batok, kemudian saya pilih dan tentukan model yang pas dari masing- masing batok. Baru kemudian saya produksi sesuai bentuk dan karakter batok," tuturnya.

Pemilihan model yang disesuaikan dengan bentuk batok ini sangat penting, karena akan berpengaruh pada hasil akhir.

"Pemilihan batok sangat penting, misalnya untuk membuat celengan berbentuk babi, maka saya harus mencari batok yang bentuknya mudah saya ubah menjadi babi, ditambah pernak- pernik untuk mulut, kaki dan kuping sebagai penegas bentuk babi," jelasnya.

Selain dari batok kelapa, Trismo juga membuat kerajinan dari akar, bambu dan pot berbahan semen yang dibuat menyerupai batang pohon. Lebih lanjut, ia juga bisa mengerjakan model dan bentuk sesuai keinginan pemesan.

Sementara itu terkait pemasaran, Trismo mengungkapkan bahwa saat ini baru menjangkau seputar tempat tinggalnya dan desa di wilayah Kecamatan Gumelar.

"Untuk pemasaran saat ini masih di lingkungan warga sekitar dan tetangga desa, lewat promosi dari mulut ke mulut," ujarnya.(wizteguhnugroos)




Alat pembakar sampah di Desa Karangkemojing

Karangkemojing - Desa Karangkemojing saat ini sudah mulai bergerak untuk mengatasi permasalahan sampah. Adalah alat pemusnah sampah sederhana yang dibuat dengan memodivikasi song dan besi.

Sampah - sampah anorganik dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam alat lalu dimusnahkan dengan cara dibakar.

Alat pembakar ini terdiri dari song sebagai wadah, kemudian di dalam song ada rangkaian besi atau kita sebut sarangan, lalu penutup song dan cerobong asap.

Meski dibakar, namun asap yang keluar dari cerobong tidak terlalu banyak, berbeda saat sampah dibakar langsung tanpa menggunakan alat ini

"Ini pekerjaan rumah bagi kami, nantinya bagaimana caranya agar tidak ada asap saat pembakaran," kata Sekdes Karangkemojing Sardi.

Saat ini, alat pembakar sampah sudah ada beberapa dan sebagai percontohan akan dilaksanakan di satu RW, sebagai apresiasi terhadap RW yang mengusulkan alat tersebut.

Untuk sampah organik, saat ini ada warga yang sedang melakukan pengolahan untuk dibuat Magot. (wiz)



Peserta Rembug Stunting menyampaikan usulannya

Dalam upaya pencegahan Stunting, desa - desa di wilayah Kecamatan Gumelar melaksanakan kegiatan Rembug Stunting dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan lembaga desa, diantaranya Kader Posyandu, Tokoh Masyarakat, para pendidik PAUD, KPMD, LPMD, Bidan Desa dan Kader Pembangunan Manusia (KPM).

Sesuai dengan Surat Edaran Bupati Banyumas Nomor 050/ 4152 tertanggal 30 Agustus 2019 bahwa penyusunan RPJM desa tahun 2020 sampai 2025, pemerintah desa harus memperhatikan berbagai hal, diantaranya adalah penyelenggaran 5 (lima) paket layanan pencegahan stunting terhadap sasaran rumah tangga 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Kelima paket layanan pencegahan stunting tersebut meliputi layanan kesehatan ibu dan anak/ KIA, layanan koseling gizi terpadu, layanan air bersih dan sanitasi, layanan perlindungan sosial, dan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Kelima paket layanan pencegahan stunting tersebut, diharapkan agar dibiayai oleh desa dengan memasukkan ke dalan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM desa) tahun 2020 - 2025.

Usulan - usulan dalam Rembug Stunting di 10 desa dalam wilayah Kecamatan Gumelar hampir sama, diantaranya pemenuhan fasilitas Posyandu (alat ukur panjang bayi, alat timbang badan, Alat Permainan Edukatif, matras untuk senam ibu hamil),  pemberian susu dan makanan tambahan untuk ibu hamil dan Baduta (bawah dua tahun), jambanisasi bagi ibu hamil, konsultasi gizi, dan dukungan operasional serta insentif bagi kader Posyandu.

Pencegahan stunting diharapkan mendapatkan porsi tersendiri pada pemerintah desa demi terciptanya sumber daya manusia yang unggul bagi pembangunan Nasional.(wizteguhnugroos)

Eddy Pranata menunjukkan hadiah yang diraihnya

Kabar Gumelar - Eddy Pranata PNP (55) penyair asal Cirebah Desa Cihonje Kecamatan Gumelar. Pengelola sekaligus pendiri komunitas sastra Jaspinka ( Jaringan Sastra Pinggir Kali ) yang beralamat di RT 02 RW 08 Desa Cihonje Kecamatan Gumelar, meraih penghargaan tingkat  Nasional pada lomba Cipta Cerpen dan Puisi 2019 yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Yayasan Hari Puisi Indonesia.

Puisinya yang berjudul "Matahari Jakarta yang Selalu Menyala", menyabet penghargaan sebagai Puisi Umum Terbaik pada ajang yang diikuti oleh kurang lebih 600 peserta dari seluruh penjuru Indonesia, sementara dewan juri terdiri dari Rida K Liamsi, Abdul Hadi WM, dan Presiden Penyair Indonesia Sutarji Calzoum Bachri, yang sudah tidak asing di dunia sastra Indonesia.

Jumat sore 26/07 bertempat di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki Jakarta ,  pria yang pernah diundang pada Pertemuan Sastrawan Nusantara di Johor Bahru Malaysia ini pun mendapat penghargaan dan hadiah sebesar 9,1 juta rupiah.

Eddy Pranata mulai menulis puisi sejak tahun 1982, beberapa buku puisi karya Eddy Pranata antara lain, Improvisasi Sunyi (1997), Sajak-sajak Perih Berhamburan di Udara (2012), Bila Jasadku Kau Masukkan Liang Kubur (2015), Ombak Menjilat Runcing Karang (2016), Abadi dalam Puisi (2017.

Puisi- puisinya juga dipubliksikan di majalah Horison, Aksara, Litera, Kanal, Jejak, Jawa Pos, Indo Pos, Suara Merdeka, Media Indonesia, Kedaulatan Rakyat, Satelit Pos dan media- media lainnya.

Sebuah pesan sederhana namun sangat dalam maknanya dilontarkan beliau "Jangan remehkan puisi, karena sekarang sudah mahal harganya. Terbukti, satu judul puisi saya bernilai 9,1 juta. Hahaha!, " ucapnya. (wizteguhnugroos)


lir Prawono bersama lukisan hasil karyanya

Kabar Gumelar - Lir Prawono, pemuda 19 tahun ini punya daya imajinasi di atas rata- rata. Sejak kecil ia sudah berbakat di bidang seni lukis, namun baru serius melukis sejak kelas 11, SMA PGRI Gumelar.

Melukis menggunakan pensil dengan media kertas sudah dijalaninya sejak lama, menurutnya itu sangat mainstream. Hingga ia mencoba menantang dirinya untuk melukis menggunakan limbah label kemasan botol plastik. Beberapa kali melakukan percobaan akhirnya ia berhasil membuat lukisan dengan limbah tersebut.

Butuh keuletan dan kesabaran lebih saat menempelkan potongan - potongan plastik di atas sketsa yang telah dibuatnya menggunakan pensil. Tak hanya itu, ia juga harus lihai memilih warna dan gelap terangnya  plastik agar serasi dengan tema lukisannya, sementara waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan satu buah lukisan tiga sampai empat hari.

"Untuk  lukisan dengan pensil baik hitam putih maupun warna sudah sejak lama banyak yang pesan. Kalau yang dari limbah plastik ini baru beberapa termasuk lukisannya pak Ganjar, " ungkapnya.

Lir menggunakan media sosial Facebook untuk mengenalkan hasil karyanya kepada masyarakat. Selain itu dia juga pernah beberapa kali mengikuti pameran seni lukis bersama komunitas lukisnya.

Saat ini, pemuda asal Desa Gumelar tersebut sedang mengerjakan beberapa pesanan lukisan dari mulai lukis dengan pensil hitam putih, warna, dan lukisan menggunakan limbah plastik. (wizteguhnugroos)

Camat Gumelar memberikan sambutan dalam acara Deklarasi Pilkades Damai, Senin 15/07.

Gumelar - Deklarasi Pilkades Damai dalam rangka Pilkades Serentak tahun 2019 tingkat Kecamatan Gumelar dilaksanakan Senin, 15/07 di Aula Kecamatan Gumelar. Hadir dalam acara tersebut Forkompincam, Camat, Kapolsek, dan Danramil 14 Gumelar, dan seluruh calon kepala desa dalam wilayah Kecamatan Gumelar.
Deklarasi ini bertujuan agar pelaksanaan Pilkades berjalan aman, damai, tenang dan nyaman. Dalam rangkaian acara tersebut, masing-masing calon kepala desa menandatangani kesepakatan pelaksanaan Pilkades Damai pada spanduk yang telah disediakan oleh panitia kecamatan. Setelah sebelumnya membaca deklarasi dan menandatangani berita acara.
Camat Gumelar, Oka Yudhsitira mengatakan sangat mengapresiasi kehadiran para calon kepala desa dalam acara tersebut di tengah kesibukan mencari dukungan.
" Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada para calon kepala desa yang hari ini bisa hadir. Dengan kehadiran saudara semua, menandakan komitmen terhadap lancarnya pelaksanaan Pilkades yang akan berlangsung sebentar lagi," ungkapnya.
Selain itu, Oka juga mengajak kepada para calon kepala desa untuk menjaga kondusifitas pelaksanaan Pilkades. Dengan menjaga kerukunan dan menghindari gesekan antar pendukung. Setelah Camat Gumelar memberikan sambutan, kemudian berturut-turut Kapolsek dan Danramil 14 Gumelar menyampaikan sambutan yang pada intinya siap menyukseskan agenda Pilkades Serentak tingkat Kecamatan Gumelar.
Usai acara, para calon kepala desa berfoto bersama jajaran Forkompincam didampingi oleh Pelaksana Tugas Kepala Desa, Panitia Pilkades, dan Panitia Pengawas Pilkades desa masing - masing.
Seperti diketahui, bahwa dari 10 desa dalam wilayah Kecamatan Gumelar, 9 desa akan melaksanakan Pilkades Serentak pada 23 Juli tahun ini. Sementara satu desa yaitu Desa Cilangkap sudah melaksanakan Pilkades pada tahun 2017 yang lalu. (wiz)

Camat Gumelar memeriksa pasukan didampingi Komandan Upacara, Rabu 19/6

Gumelar - Rabu 19/6 bertempat di Lapangan Desa Gumelar, dilaksanakan acara Gebyar Paud  Pusat Kegiatan Gugus (PKG) Dindik Kecamatan Gumelar.

Acara yang diikuti oleh sekitar 1000 anak PAUD dan TK Pertiwi se- Kecamatan Gumelar baik Formal maupun Non Formal ini dimulai pukul 08.30 WIB.

Menurut ketua panitia, Darsini, S.Pd, turut dalam kegiatan ini adalah pengasuh atau guru yang berjumlah 127 orang.

" Acara pada pagi hari ini diikuti oleh seribu anak dari PAUD dan TK Pertiwi baik Formal maupun Non Formal dengan didampingi 127 orang pengasuh atau guru," ungkapnya.

Selain itu, dijelaskan pula bahwa biaya yang dikeluarkan untuk menggelar acara ini adalah sejumlah lima belas juta rupiah. " Dana digunakan selain untuk acara hari ini, juga sudah digunakan pada acara lomba- lomba tingkat kabupaten yang sudah dilaksanakan tanggal 25 bulan April 2019 kemarin," katanya.

Hadir dalam acara tersebut Camat Gumelar beserta jajaran Forkompincam, Korwilcam Dindik Kecamatan Gumelar, Sekretaris Desa Gumelar dan sejumlah relawan komunitas radio amatir Rapi.

Dalam sambutannya, Camat Gumelar Oka Yudhistira mengharapkan peran serta aktif baik dari para guru maupun orang tua dalam mengawasi perkembangan anak.

"Saya titip anak- anak usia 4,5,6 agar dididik, diawasi baik di lingkungan sekolah maupun rumah. Kurangi interaksi dengan benda mati, seperti Handphone, juga Televisi. Perbanyak interaksi dengan teman- teman, dengan lingkungan dengan keluarga di rumah. Buat ibu - ibu, jangan kasih Handphone anaknya asal anteng yah," jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut juga ditampilkan beragam atraksi dan seni dari para siswa, Drumben dari TK Diponegoro, Senam Sehat Kreasi Anak Indonesia, menyanyi bersama anak PAUD Kabupaten Banyumas, minum susu bersama. Usai acara, para peserta melakukan pawai kendaraan dengan rute start dari Lapangan Desa Gumelar menuju ke Grumbul Karanganjog Desa Cihonje.(WizteguhNugroos)

Pedagang kopiah diserbu pembeli, Selasa 4/6 di Pasar Pahing Gumelar
Gumelar - Jelang perayaan Idulfitri 1440 H besok, situasi Pasar Pahing Desa Gumelar terlihat lebih ramai dari biasanya.

Dari pantauan Admin KG hari ini, Selasa 4/6, pengunjung mengalami peningkatan. Persiapan lebaran menjadi alasan  berjubelnya warga untuk membeli berbagai macam kebutuhan.

Keramaian transaksi terlihat pada pedagang kopiah, sandal, daging ayam, ketupat, dan ayam kampung. Pedagang kembang api pun tak luput dari serbuan pembeli.

Sayur- sayuran pun menjadi buruan para ibu rumah tangga. Selain untuk dimasak saat lebaran, sayuran juga sebagai persediaan pasca lebaran. Karena beberapa hari setelah lebaran, biasanya sayuran sulit didapatkan. (wizteguhnugroos)

Suasana rapat pleno rekapitulasi  perolehan suara Pemilu 2019 Kec. Gumelar, Sabtu 20/04
Gumelar - Rapat Pleno Terbuka Hasil Perolehan Suara Pemilu 2019 tingkat Kecamatan Gumelar digelar Sabtu 20/04 di halaman kantor Kecamatan Gumelar.

Sampai dengan pukul 23.00 WIB sore ini, baru tiga desa yang sedang melakukan penghitungan, yaitu Desa Karangkemojing, Kedungurang dan Desa Gumelar.

Rapat Pleno penghitungan akan dilanjutkan pada Minggu 21/04, menyelesaikan penghitungan tujuh desa tersisa dari sepuluh desa se- Kecamatan Gumelar.

Seperti diketahui bahwa Rekapitulasi hasil perolehan suara dilakukan secara berjenjang dimulai dari TPS, kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional.

Tahapan penghitungan dan rekapitulasi suara tertuang dalam PKPU Nomor 7 Tahun 2019 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2019. (wizteguh)




Camat Gumelar saat perkenalan, Senin 15/04 di Balai Desa Gumelar

Gumelar - Camat Gumelar Oka Yudhistira P, S.STP, M. Si selaku camat Gumelar yang baru, berkenalan  di tempat tugasnya yang baru, Senin 15/04 di Balai Desa Gumelar.

Hadir dalam acara perkenalan tersebut, Kapolsek, Danramil, Kepala Puskesmas, Kepala KUA, Korwil Dindik Kecamatan Gumelar, para kepala sekolah dan seluruh kepala desa dalam wilayah Kecamatan Gumelar.

Oka Yudhistira merupakan camat Gumelar yang baru, hasil lelang jabatan dan dilantik pada Kamis, 12/04 kemarin. Sebelumnya menjabat sebagai Sekcam Ajibarang.

Dalam sambutannya, Camat Gumelar berharap agar seluruh elemen pemerintah di wilayah Kecamatan Gumelar bahu membahu, bekerja sama dalam melaksanakan tugas. Tak lupa menyampaikan pesan dari Bupati Banyumas untuk menyelesaikan beragam persoalan diantaranya Kemiskinan, Sampah, PSN dan persoalan lain yang belum terselesaikan.

"Saya mohon dibantu dalam melaksanakan tugas di sini, karena saya camat baru, semoga kita dapat bekerja sama dengan baik," ungkapnya.(wizteguhnugroos)


Suasana acara Germas, Sabtu 06/04 

Gumelar - Puskesmas Gumelar menggelar acara Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), Sabtu 06/04 di Lapangan Depok Gumelar.

Dalam kampanye ini dilakukan gerakan makan buah jeruk bersama seluruh peserta yang meliputi Forkompincam, para kepala desa, dan kader Posyandu di seluruh wilayah Kecamatan Gumelar.

Sebelumnya acara yang turut dihadiri perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas ini, dibuka oleh Kepala Puskesmas Gumelar dr. Sri Retno Wulandari dan dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada kader dengan usia tertua yang masih aktif.

GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) merupakan suatu tindakan yang sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. (wizteguhnugroos)

Kordiv SDM Bawaslu Kabupaten saat memberikan materi

Gumelar - Panwaslu Kecamatan Gumelar menggelar acara Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif, Selasa 19/03 di Aula Kecamatan Gumelar.

Hadir dalam acara tersebut dari Unsur Forkompinkec Gumelar,  dengan peserta sosialisasi meliputi perwakilan anggota Linmas, pengurus PKK desa, Ketua PAC Muslimat, koordinator PLKB, dan koordinator PPL Dinas Pertanian.

Hadir pula Koordinator Divisi SDM Bawaslu Kabupaten Banyumas Muhamad Rif'an Muhajirin selaku narasumber sosialisasi.

Dalam pemaparannya, Muhamad Rif'an menjelaskan, bahwa partisipasi masyarakat sangat penting artinya bagi kesuksesan pelaksanaan Pemilu.

"Mensukseskan Pemilu adalah kewajiban kita semua. Tidak hanya menjadi tugas Bawaslu, namun juga pengawasan partisipatif dari masyarakat," jelasnya.

Acara Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif sendiri merupakan agenda Badan Pengawas Pemilu yang diselenggarakan di seluruh kecamatan melalui Panwaslu Kecamatan.(wiz)

Curug Duwur 
Karangkemojing - Sejumlah curug berada dalam satu jalur di aliran Kali Pada, Desa Karangkemojing, Kecamatan Gumelar.

Terhitung ada empat buah curug yang layak menjadi potensi destinasi wisata di tepi Desa Karangkemojing.

Curug - curug tersebut oleh warga setempat diberi nama antara lain, Curug Duwur, Curug Pucung, Curug Watu dan Curug Tembaga.

Tebing Kamulyan 

Tak hanya curug. Tebing tinggi menjulang di tepi Kali Pada juga menjadi pemandangan yang eksotis.

Tebing tegak lurus setinggi kurang lebih 50 meter ini disebut Tebing Kamulyan, mengingatkan pada sebuah tempat wisata Ngarai Hijau (Green Canyon) di Pangandaran, dengan tebing curam nan eksotis.(wiz)

Selfie Deck sedang dalam tahap pembangunan

Gumelar - Wanawisata Mbulu Kuning terus berbenah seiring meningkatnya jumlah pengunjung setiap minggunya.

Seperti terlihat pada hari ini, Sabtu 23/02, terlihat sedang ada pengerjaan wahana baru berupa Selfie Deck di atas Curug Mbulu Kuning.

Wahana ini selain sebagai Selfie Deck, juga berfungsi sebagai View Deck untuk melihat keindahan aliran sungai dengan bebatuan eksotis dan merasakan semilir angin hutan pinus.

Selain Selfie Deck, di Mbulu Kuning ini sudah ada kolam renang khusus untuk anak-anak. Wanawisata ini juga mempunyai wisata andalan berupa Curug Klapa Sawit dan Curug Mbulu Kuning.

Mbulu Kuning merupakan salah satu wisata yang ada di wilayah Kecamatan Gumelar. Tepatnya di Dusun Mijahan Desa Gumelar.

Wisata lain yang ada di Kecamatan Gumelar adalah Curug Senthong di Desa Samudra, dan Wanawisata Alas Kaliung yang berlokasi di Desa Tlaga.(wiz)


Camat Gumelar saat berpamitan didampingi istri


Gumelar - Camat Gumelar, Roni Hidayat, S.STP, M.Si berpamitan pindah tugas ke Kecamatan Wangon, Jumat, 15/02 di Aula ex-BPLLKMD Kecamatan Gumelar.
Hadir dalam acara tersebut, Kapolsek, Danramil, dan anggota DPRD Banyumas Agus Supriyanto, serta segenap tokoh masyarakat, Kepala Dinas/ Instansi di wilayah Kecamatan Gumelar.
Menjabat selama dua tahun delapan bulan sebagai Camat Gumelar, Roni mengungkapkan sangat berkesan selama bertugas di Kecamatan Gumelar.
Jabatan Camat Gumelar, sementara diisi oleh Pelaksana Tugas Camat, Krisianto, AP yang merupakan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Gumelar.
Seperti diketahui, bahwa pada Jumat 08/02 lalu, Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein mengambil sumpah/ janji dan melantik 464 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas.
Salah satu pejabat yang dilantik dan pindah tugas adalah Camat Gumelar Roni Hidayat, yang pindah tugas ke Kecamatan Wangon. (wiz)



Pemuda Karang Taruna sedang memilah sampah

Tlaga- Sampah saat ini tidak hanya menjadi persoalan daerah perkotaan. Di desa-desa pun, sampah mulai menjadi permasalahan serius bagi kesehatan lingkungan. Berawal dari situ, para pemuda Karang Taruna Muda Utama Sakti Grumbul Jambenom Desa Tlaga Kecamatan Gumelar, tergerak untuk mulai menangani dan mengelola sampah. Sampah yang berserakan di pekarangan rumah, selokan dan tepi jalan menjadi target mereka untuk dibersihkan.

Tahun 2014, melalui program kerja Karang Taruna, para pemuda memulai kegiatan pengelolaan sampah ini. Dimotori ketua Karang Taruna Adi Siswono, setiap Minggu pagi mereka berkumpul lalu bersama-sama menyisir jalan, selokan dan pekarangan untuk mengambil sampah.

“Pengambilan sampah kita laksanakan setiap Minggu pagi, selain membersihkan jalan, selokan dan pekarangan, kita juga jemput sampah ke rumah warga. Setiap warga sudah kami beri karung untuk mengumpulkan sampah, sementara ini masih khusus sampah An-organik. Sampai dengan tahun 2018 ini Alhamdulillah masih terus berjalan,” terang Luftiana Rokhmah salah satu pengurus Karang Taruna.

Setelah sampah terkumpul, kemudian dipilah di tempat pemilahan sampah di sebuah pekarangan milik warga. Setelah dipilah menurut jenisnya, sampah lalu dijual ke pengepul sampah yang ada di Desa Tlaga. Dana yang terkumpul dari hasil penjualan sampah, dimasukkan ke kas Karang Taruna.
Menurut Luftiana, uang kas yang terkumpul ini kemudian digunakan untuk membiayai beragam kegiatan kemasyarakatan.

“Dari dana yang ada, awalnya kita gunakan untuk membuat papan peringatan kepada warga agar tidak membuang sampah sembarangan. Papan-papan ini kami pasang di tempat-tempat yang biasa digunakan warga untuk membuang sampah, diantaranya di selokan, di sungai dan di pekarangan kosong,” jelasnya.

Seiring berjalannya waktu, dana yang terkumpul dari hasil penjualan sampah semakin bertambah. Sehingga beberapa kegiatan kemasyarakatan di lingkungan tersebut bisa dibiayai dari kas yang ada.

“Selain untuk membuat papan peringatan, uang kas juga kami gunakan untuk membuat papan nama gang, untuk membiayai kegiatan keagamaan, membiayai peringatan HUT RI setiap tahun, juga untuk membantu biaya transportasi warga atau ibu hamil menuju sarana kesehatan,” lanjut Luftiana.

Yang unik dari pembuatan nama gang ini adalah penggunaan nama gang memakai nama sesepuh yang tinggal di gang tersebut. Sementara di bawah nama gang, tertulis nama-nama warga yang tinggal di gang tersebut.

“Nama gang adalah nama orang, atau nama salah seorang warga yang dituakan di gang tersebut. Lalu di bawah nama gang, ada nama seluruh warga yang rumahnya ada di situ. Ini memudahkan tukang pos, atau pencari alamat, tinggal lihat papan nama langsung tahu rumahnya di mana,” ungkapnya.

Luftiana mengatakan, bahwa saat ini uang kas juga  digunakan untuk pembangunan dan pengembangan Wanawisata yang ada di Desa Tlaga.

“Yang terakhir, penggunaan uang kas Karang Taruna dari hasil penjualan sampah adalah untuk pembangunan dan pengembangan Wanawisata Alas Kaliung di Desa Tlaga. Alhamdulillah saat ini sudah mulai ramai pengunjung,” tutupnya.(wizteguhnugroos)




Gumelar - Tahun baru 2019 akan segera kita jelang. Beragam acara dan kegiatan dilakukan untuk merayakan pergantian tahun di hampir seluruh kota di Indonesia. Tak terkecuali di Kabupaten Banyumas yang sudah mempersiapkan diri menyambut tahun baru.

Ada tujuh titik keramaian yang dipersiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas pada malam tahun baru kali ini. Berikut ragam hiburan yang disediakan Pemkab Banyumas untuk menghibur masyarakat pada malam pergantian tahun, yang akan digelar pada tanggal 31/12 atau Senin malam:

1. Pendopo Si Panji ada hiburan Tembang Kenangan dan Slow Music
2. Alun-alun Purwokerto ada gelaran Musik Pop
3. Taman Rekreasi Andhang Pangrenan Musik Komunitas Penggemar Koesplus
4. Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Musik Kontemporer
5. Pendopo Si Panji Kecamatan Banyumas, Musik Keroncong
6. Lokawisata Baturraden Musik Dangdut
7. GOR Satria ada Musik Rock

Itulah tujuh lokasi yang menjadi titik keramaian dalam rangka menyambut tahun baru 2019 yang dikutip dari surat pemberitahuan Pemkab Banyumas kepada Forkompincam. Mau yang mana gaes??(wiz)


Pengendara sepeda motor saat melintas di jalur Gumelar - Ajibarang via Karangbawang

Ajibarang-  Jalur Gumelar - Ajibarang via Karangbawang hari ini Rabu, 19/12 terpantau sepi.

Beberapa kendaraan yang lewat didominasi oleh truk dan pick up pengangkut barang. Sementara sepeda motor dan mikro bus sangat jarang.

Saat ini jalan raya Gumelar - Ajibarang melalui Karangbawang memang bukan menjadi pilihan utama para pengguna jalan. Jalur Gumelar - Ajibarang via Kracak saat ini yang rutin dilalui para pengendara, selain menyingkat waktu, jalan raya alternatif ini juga kondisinya sudah bagus, walaupun di beberapa ruas terjadi penyempitan jalan.

Jika anda tidak terburu-buru dan ingin menikmati suasana perjalanan, jalur Gumelar - Ajibarang lewat Karangbawang ini bisa menjadi pilihan anda. Suasana sejuk dan lalu lintas yang tidak begitu ramai, akan anda jumpai di sepanjang jalan ini.(wizteguhnugroos)


Wakil Bupati Banyumas saat mengunjungi stand Kec. Gumelar, Senin 26/11

Purwokerto - Senin (26/11/2018) Pemerintah Kabupaten Banyumas menggelar acara Bursa Inovasi Desa di Hotel Grand Karlita, Purwokerto yang dihadiri oleh 301 kepala desa, 301 BPD, 301 tokoh masyarakat, pendamping desa, Tim Pelaksana Inovasi Desa dari 23 kecamatan serta 23 Inovator se- Kabupaten Banyumas. Acara yang dihelat oleh Dinsospermasdes Kabupaten Banyumas ini dibuka oleh Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono.

Beragam inovasi ditampilkan melalui video yang diputar bergantian di muka panggung, sementara dokumen berupa tulisan tersaji dalam bentuk pamflet, leaflet, brosur, yang diletakkan di masing-masing meja Tim Pelaksana Inovasi Desa dari 23 kecamatan di wilayah Kabupaten Banyumas.

Tim Pelaksana Inovasi Desa dari Kecamatan Gumelar, menampilkan dua inovasi dari Desa Tlaga dan Desa Gumelar. Dua inovasi tersebut adalah Pengelolaan Sampah Karang Taruna Dusun Jambenom Desa Tlaga dan Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu) Penyakit Tidak Menular Desa Gumelar.

Dua inovasi dari Kecamatan Gumelar ini cukup menarik perhatian para kepala desa yang hadir, terutama tentang pengolahan sampah. Selain mengisi buku tamu, para kepala desa juga mengajukan pertanyaan dan berdiskusi terkait program yang ditawarkan oleh TPID Kecamatan Gumelar ini.(wizteguhnugroos)

Kabar Gumelar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget