Terkini

Kabargumelar.com – Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein bersama Ibu Erna Achmad Husein melaksanakan kegiatan Tarawih Keliling di Desa Kedungurang Kecamatan Gumelar, minggu 11/6. Hadir bersama beliau para Kepala OPD Kabupaten Banyumas disambut oleh Kepala Desa Kedungurang, Forkompincam, Kepala Desa se-Kecamatan Gumelar, tokoh agama dan warga masyarakat Kedungurang.


Bupati saat memberikan sambutan
Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Al Istiqomah ini diawali dengan acara buka bersama dan shalat maghrib berjama’ah. Menu buka bersama sendiri tidak meninggalkan makanan khas Desa Kedungurang berupa Cimplung Ketela dan Cimplung tales. Seusai shalat taraweh, Kades Kedungurang Surwanto menyampaikan kata sambutan atas kehadiran bupati yang sudah berkenan untuk melaksanakan taraweh keliling di desanya.

“Terima kasih sekali bapak bupati berkenan shalat tarawih bersama warga Desa Kedungurang, tentu ini sebuah kehormatan bagi kami. Namun demikian kami juga mohon maaf apabila dalam menyambut bapak bupati masih ada kekurangan di sana sini, terutama masjid Al Istiqomah ini yang kondisinya belum seratus persen jadi, “ jelasnya. “Ada titipan dari takmir masjid untuk disampaikan bahwa anggaran pembangunan masjid Al Istiqomah ini adalah 1, 6 milyar rupiah, namun jika ada dana sekitar 300 juta lagi saja insha alloh katanya bisa selesai, begitu pak bupati,” lanjut Kades Surwanto.

Surwanto juga mengungkapkan tentang kendala perekonomian yang sedang dihadapi oleh warganya terutama para pengrajin gula kelapa, adalah gula Kristal yang sudah beberapa bulan mengalami penurunan harga bahkan sampai tidak laku sama sekali, sehingga membuat kondisi pengrajin gula sangat memprihatinkan.

Dalam sambutannya, Bupati Banyumas menjelaskan tentang alur bantuan untuk pembangunan masjid jika melalui pemerintah. “ Ada dua cara yang pertama adalah panitia pembangunan masjid ini sudah berbentuk yayasan yang berbadan hukum sehingga bisa menerima bantuan dari pemerintah, jika tidak tanah yang digunakan untuk membangun masjid ini sudah diwakafkan, itu nanti bisa meminta bantuan pada pemerintah,” terangnya.

“ Untuk masalah gula Kristal ini, ayo kita mulai dari diri kita dulu, mari kita semua mengkonsumsi gula Kristal, tinggalkan gula pasir sehingga gula Kristal ini akan laku lagi. Gula Kristal ini lebih sehat bagi tubuh kita selain itu kita jadi ikut membantu ekonomi para pengrajin gula,” lanjutnya.
Seusai acara, Bupati Banyumas memberikan bantuan untuk pembangunan masjid, berturut-turut bantuan juga diberikan oleh Baznaz Kabupaten Banyumas, Voucher belanja dari pengelola Pratista Harsa senilai 5 juta rupiah, serta bantuan dari Departemen Agama Kabupaten Banyumas.(wiz)


kabargumelar.com - Dalam rangka kegiatan Amaliah Ramadan 1438 H, Bupati Banyumas menggelar acara Buka Puasa Bersama di Pendopo Si Panji Kabupaten Banyumas.

Bupati Banyumas duduk diantara tamu undangan
Acara yang digelar Jum'at 2/6 ini adalah buka puasa bersama Ulama, Pengasuh Ponpes, Wartawan, dan Generasi Muda yang merupakan perwakilan dari masing-masing kecamatan di wilayah Kabupaten Banyumas, hadir pula Wakil Bupati Banyumas, Forkompinda, Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Banyumas.

Sebagai pengisi santapan rokhani adalah K.H Zuhrul Anam dari Kebasen yang menyampaikan pentingnya mempertahankan akhlak sebagai warga negara Indonesia.

"Akhlak orang Indonesia itu yang terbaik di seluruh dunia, maka mari pertahankan menciptakan harmoni dalam rangka membangun bangsa," ungkapnya.

Setelah santapan rokhani, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan melaksanakan sholat maghrib berjamaah.(wiz)

Pemerintah Kecamatan Gumelar melaksanakan upacara Hari  Lahir Pancasila 1 Juni 2017 di Halaman kantor Kecamatan Gumelar Kamis 1/6.


Pengibaran Bendera Merah Putih oleh para siswa SMA PGRI Gumelar

Peserta upacara meliputi Kepala Desa beserta perangkat desa  se-Kecamatan Gumelar, Danramil Gumelar, Kepala UPK, Kepala Puskesmas, para Guru, siswa sekolah dan Karang Taruna. Sementara untuk petugas upacara dipercayakan kepada para siswa SMA PGRI Gumelar. Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Kapolsek Gumelar AKP Suparman.


Upacara peringatan hari lahir Pancasila sendiri adalah sesuai dengan keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016, yang menyebutkan bahwa tanggal 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir pancasila dan hari libur Nasional, namun demikian seluruh instansi pemerintahan diwajibkan untuk melaksanakan upacara meskipun tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari libur Nasional.

Dilansir dari situs secretariat Negara, satu tahun semenjak Keppres tersebut dikeluarkan, Pemerintah pada tahun ini akan memeriahkan peringatan Hari Lahir Pancasila dengan lebih semarak, yaitu dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan yang terangkum dalam Pekan Pancasila. Pekan Pancasila akan berlangsung dari tanggal 29 Mei s.d. 4 Juni 2017. Adapun tema Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2017 adalah ”Saya Indonesia, Saya Pancasila”. 


Selain itu, tagar #PekanPancasila #SayaPancasila #PancasilaReborn #KenalPancasila #PancasilaPunyaKita #PancasilaSatu #Pancasila2017 diharapkan bisa digaungkan di berbagai media social untuk lebih menyemarakkan peringatan hari lahir Pancasila tahun ini. (gus)

kabargumelar.com - Hasil sidang isbat Jum'at 26/5 menetapkan awal puasa ramadan tahun 1438 H/ 2017 M mulai hari sabtu 27/5.

Foto Ilustrasi

Sidang yang dipimpin Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ini berlangsung di Kantor Kementrian Agama dengan dihadiri dari duta besar negara sahabat, Ketua MUI, perwakilan dari BMKG, dan beberapa ormas islam ini megkonfirmasi adanya laporan dari 4 titik pemantauan hilal menyatakan ketinggian hilal berada 8 derajat umur hilal 14 jam sehingga dinyatakan puasa ramadan tahun ini jatuh pada hari sabtu 27/5/2017.

“Maka seluruh peserta sidang sepakat malam ini memasuki 1 Ramadan, besok 27 Mei kita mengawali puasa ramadan tahun ini,” ungkap Mentri Agama Lukman Hakim Saifuddin.(wiz)

kabargumelar.com -Gelar Budaya dan Nifsu Sya’ban digelar oleh Pemerintah Desa Paningkaban Kecamatan Gumelar dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1438 H.


Gelar Budaya Desa Paningkaban (foto/Jumbe)

Kamis 11/5 dipimpin oleh Kepala Desa Sukarmo dan tokoh adat masyarakat setempat, warga melakukan kirab pengambilan air di area hutan pinus untuk kemudian diiring menuju Masjid Sayidah Khodijah di RT 3 RW 2 Desa Paningkaban.

Dari lokasi mata air sampai ke Masjid Sayidah Khodijah yang berjarak tempuh 1,5 kilo meter, iring-iringan berbagai kesenian ditampilkan untuk meramaikan acara. Terlihat ada kesenian Tonglung atau Kentong dan Calung, Rodad atau semacam genjring yang memainkan lagu-lagu jawa, dan kesenian hadroh.

Sesampainya di masjid yang dituju, air yang diambil dari sumber mata air pegunungan Desa Paningkaban ini kemudian diserahkan kepada tokoh agama setempat, lalu acara dilanjutkan dengan do’a bersama di dalam masjid.

Menurut Sukarmo, Kepala Desa Paningkaban acara ini mengandung maksud agar manusia selalu ingat dan menjaga kelestarian alam terutama menjaga sumber air yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia.

“Air sebagai simbol pensucian diri, memasuki bulan ramadan kita harus mensucikan diri kita untuk melaksanakan puasa satu bulan penuh, acara ini juga mengingatkan kita agar bisa terus menjaga sumber air agar tidak mengalami kekeringan apalagi ini menjelang musim kemarau,” jelasnya.


Turut serta mensukseskan acara adalah komunitas Radio Amatir dari Paningkaban (Rapan), Desa Gumelar (RAG) dan komunitas radio dari Desa Tlaga.(wiz)

kabargumelar.com - Curug Wanasuta adalah salah satu destinasi wisata yang sedang ramai dibicarakan masyarakat Banyumas saat ini. Berada di area hutan pinus Desa Dermaji Kecamatan Lumbir, sangat mudah dijangkau baik dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Alam yang hijau dan sejuk, memanjakan mata pengunjung untuk tak bosan menikmatinya.

Pendunjung mandi dan berfoto selfie

Hampir setiap hari banyak pengunjung yang datang ke curug yang mempunyai ketinggian lebih dari 30 meter ini, terutama pada hari libur. Wisatawanpun berasal dari berbagai daerah di sekitar  wilayah Kabupaten Banyumas, bahkan tercatat ada wisatawan dari luar negeri yang pernah mampir ke sini.

Menurut Ines, salah seorang wisatawan dari Majenang, selain murah, tempat ini juga cocok bagi yang suka foto selfie.

" Saya sudah dua kali kesini, selain bisa mandi seru-seruan di curug, juga bisa berfoto bersama
teman-teman dengan latar belakang yang indah," ungkapnya.

Untuk masuk ke area wisata wanasuta,  pengunjung hanya dikenakan tarif  2500 rupiah, parkir 2000 dan untuk bisa berfoto di area selfie foto, dikenakan tarif 2000 rupiah.

Area parkir yang luas, warung  yang menyajikan beragam makanan dengan harga yang sangat terjangkau, juga dilengkapi dengan fasilitas toilet yang bersih, membuat pengunjung merasa nyaman.(wiz)



kabargumelar.com Raden Ajeng Kartini, perempuan yang lahir dari kalangan priyayi jawa merupakan sosok pelopor kebangkitan perempuan pribumi, atau acap disebut pahlawan kemerdekaan kaum wanita dalam konsep Emansipasi Wanita.

R.A Kartini 
Pada zamannya, Kartini sering berfikir bagaimana caranya memajukan pola pikir perempuan pribumi kala itu, menggugat bagaimana budaya jawa yang dianggap sebagai penghambat kemajuan perempuan.

Tidak jauh beda dengan Kartini kala itu, di zaman modern sekarang, banyak bermunculan Kartini Kartini baru. Mereka hadir dalam dunia kesehatan, pendidikan, politik, social, budaya dan lain sebagainya.

Pada tingkat keluarga, sosok ibu atau istripun layak disebut sebagai Kartini. Ibu yang melahirkan kita, mengandung dan merawat tanpa mengharapkan pamrih. Istri yang menyiapkan segala sesuatu untuk suami dan anaknya, tak jarang pula ibu atau istri harus ikut mencari nafkah demi mencukupi kebutuhan keluarga, sampai di sini bukankah pantas mereka disebut Pahlawan?.

Banyak pula sekarang ini wanita yang bekerja membantu keuangan keluarga sampai harus ke luar negeri, menjadi Tenaga Kerja Wanita atau Buruh Migran. Meninggalkan suami dan anaknya di rumah untuk waktu yang tidak sebentar. Bekerja di Pabrik atau menjadi asisten rumah tangga, mengurusi orang jompo, mengasuh anak, bahkan ada yang harus mengurus anjing di Negara penempatan mereka.

Tak jarang waktu istirahatpun sangat kurang, terlebih jika yang diurus adalah orang jompo yang sakit-sakitan, maka setiap waktu dia harus terjaga , harus terbangun untuk sekedar memapah mereka ke toilet, menyuapi makan bahkan membersihkan kotoran.

Inilah Kartini Kartini pada masa kini, Kartini yang rela berjauhan dengan keluarga, terbang jauh dengan sayap-sayap keberanian mereka untuk meningkatkan taraf hidup keluarganya. 

Bukan Kartini sombong yang sekarang sedang menjadi buah bibir di jagat hiburan Indonesia. Menepis tangan seorang penggemar yang hanya ingin berfoto bersamanya, adalah bukan perbuatan yang layak diperagakan oleh artis pemeran Pahlawan Nasional sehebat Kartini.(wiz)



kabargumelar.com. Pertarungan dua Calon Gubernur di partai final Pilgub DKI sudah memunculkan pemenang versi quick count beberapa lembaga survei.

Foto. Ilustrasi
Anis-Sandi unggul atas Ahok-Djarot 58,50% - 41,50% versi Lembaga Survei Indobarometer, sementara Vokpol Center 59,40%-40,60% untuk kemenangan Anis-Sandi.
Senada dengan dua Lembaga Survei di atas, beberapa hasil hitung cepat juga menempatkan Anis-Sandi pada kisaran 58% berbanding 42% milik Ahok-Djarot.
Kedua kubu juga sudah melakukan konferensi pers terkait hitung cepat tersebut, kubu Anis-Sandi mengucapkan syukur atas kemenangan versi hitung cepat namun juga tetap menunggu hasil perhitungan dari KPUD DKI.
Di lain pihak, pasangan Ahok-Djarot juga menerima dengan legowo kekalahan mereka, serta memberikan ucapan selamat kepada pasangan nomor urut 3 Anis-Sandi.(wiz)

kabargumelar.com. Pemberian penghargaan kepada pemenang Lomba Cipta Menu B2SA PKK Kecamatan Gumelar oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Gumelar Emi Roni Hidayat.

Para pemenang berfoto bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan
Pemberian penghargaan ini dilakukan di Aula Balai Desa Karangkemojing Rabu 19/4 pada acara Pelatihan Bina Kader Keluarga Balita Tim Penggerak PKK Kecamatan Gumelar.
Lomba B2SA diselenggarakan Sabtu 8/4 minggu lalu di Aula Kecamatan Gumelar diikuti oleh tim penggerak PKK Desa se-Kecamatan Gumelar.
Sebagai pemenang pertama adalah dari Tim Penggerak PKK Desa Tlaga, Juara kedua direbut oleh TIM PKK Desa Cihonje, sementara Desa Gumelar menyabet juara ketiga.
B2SA adalah kepanjangan dari Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman.(wiz)

kabargumelar.com. Dwi Irawati, S.Pd terpilih menjadi Putri Persahabatan pada acara Pemilihan Putri Fatayat NU Cabang Kabupaten Banyumas mewakili Anak Cabang Kecamatan Gumelar.

Dwi Irawati saat tampil di ajang Pemilihan Putri Fatayat NU 2017
Gelaran yang dihelat dalam rangka Harlah Fatayat NU ke-67 ini diselenggarakan di Gedung Muslimat di JL. Kauman Lama Purwokerto Timur, Minggu 16/4.
Dwi yang didampingi Pengurus Anak Cabang Kecamatan Gumelar ini berhak atas trofi dan penghargaan untuk prestasi yang diraihnya.(wiz/foto.Asty Ramadhani)

kabargumelar.com Menolak menggunakan sepeda motor keluaran terbaru yang diberikan oleh salah satu Bank milik Pemerintah Jawa Barat, Junaedi Arief malah menggunakan sepeda motor matic  tua untuk dikendarai mengelilingi Indonesia.

Junaedi Arif dengan sepeda motornya saat singgah di Kecamatan Wangon
“Motor yang dikasih saya simpan di rumah untuk dipakai keluarga, sementara saya lebih memilih yang ini, lebih nyaman saja,” ungkapnya saat singgah di Kantor Kecamatan Wangon Selasa 11/4, sambil menunjukan surat jalan.

Junaedi Arif  kelahiran Jambi yang bermukim di Desa Manggunarga Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang Jawa Barat ini adalah bukan pria biasa.  Menggunakan sepeda motor matic lawas,  pria kelahiran tahun 1969 ini menjelajah Nusantara dari pulau ke pulau sejak 15 bulan yang lalu.

“Misi utama saya adalah saya ingin membuat buku tentang budaya dan pariwisata di Indonesia,” terangnya perihal tujuannya keliling Nusantara ini.

Perjalanan kali ini bukanlah yang pertama dia lakukan, sebelumnya Junaedi juga pernah menjelajah Nusantara hingga menyeberang ke Singapura, Malaysia hingga India. Dilansir dari Otomotifnet, Junaedi Arief telah menjelajah 18  negara pada bulan April 2010. Dia juga pernah nekat melakukan perjalanan Umroh menggunakan sepeda motor.

“Iya dulu saya pernah pergi umroh pake motor, kurang lebih memakan waktu enam bulan,” katanya.
Dari Wangon, pria yang sudah mempunyai dua orang cucu ini akan menuju kota Jogjakarta sebelum kemudian kembali ke Sumedang. (wiz)


kabargumelar.com  Setelah sekitar 10 tahun tidak beroperasi,  akhirnya kolam renang Tirta Kembar kembali dibuka untuk umum pada bulan Maret 2017 kemarin.

Kolam renang khusus anak-anak terlihat penuh.
Dengan tiket masuk hanya tiga ribu rupiah, kolam renang yang berlokasi di Jalan dr. Angka sebelah timur Hotel Java Heritage Purwokerto ini buka setiap hari dari jam 6 sampai jam 4 sore.

Fasilitas kolam yang dahulu melahirkan atlet - atlet renang berprestasi dari kota Satria ini cukup lengkap. Ada kolam untuk anak-anak, dewasa, dan kolam dengan kedalaman  4,8 meter dengan menara untuk berlatih Loncat Indah serta sarana P3K.

Namun kolam renang untuk anak-anak tidak begitu luas, sehingga kurang memberikan kenyamanan bagi anak-anak yang berenang.

“ Biasanya anak-anak kalo renang kan pasti didampingi sama orang tua, jadinya kolam bertambah penuh sementara kolamnya tidak begitu luas, sehingga area berenangnya sangat terbatas, takut berbenturan dengan yang lain,” ungkap Adin salah seorang pengunjung.

Kolam renang Tirta Kembar juga belum memiliki wahana – wahana seperti Water Boom, Perosotan, dan sarana permainan untuk anak-anak saat berenang. Dan bagi pengunjung, jangan sekali-kali membawa minuman atau makanan dari luar area kolam renang, karena di pintu masuk, ada peringatan bagi para pengunjung yang membawa makanan dan minuman dari luar, akan dikenakan tarif atau denda sepuluh kali lipat dari harga makanan dan minuman tersebut. Nah lho !! (wiz)


kabargumelar.com. Hujan deras yang terjadi Kamis 6/4 sejak pukul 16.30 mengakibatkan bencana tanah longsor menimpa beberapa Desa di wilayah Kecamatan Gumelar.

Kasi Tramtibum Kecamatan Gumelar di lokasi bencana

Tanah longsor yang terjadi menimpa rumah warga sehingga mengakibatkan kerusakan yang cukup parah. Demikian juga dengan jalan Kabupaten penghubung antara Desa Gumelar menuju Desa Tlaga tepatnya jalan dari Grumbul Palumbungan ke Grumbul Legok terancam putus, karena tebing tepian jalan mengalami longsor.

Dijelaskan oleh Kasi Tramtibum Kecamatan Gumelar, Darto, SH bahwa sedikitnya ada 13 titik longsor yang terjadi di wilayah Kecamatan Gumelar. “ Ada lima Desa yang mengalami bencana tanah longsor, antara lain Desa Gumelar ada 4 titik, Tlaga 4 titik, Karangkemojing 1 titik, Cilangkap 3 titik yang terakhir adalah Desa Cihonje 1 titik,” jelasnya.

Menurut Darto, dari 13 titik bencana tanah longsor tersebut, Grumbul Legok Desa Tlaga dan Desa Karangkemojing terhitung terdampak paling parah. “ Di Grumbul Legok Desa Tlaga sedikitnya lima Keluarga harus mengungsi, sementara untuk Desa Karangkemojing ada empat Keluarga yang harus mengungsi, akibat dari rumah mereka yang mengalami rusak berat dan juga untuk menghindari longsor susulan,” lanjutnya.

Sementara untuk penanganan pembersihan material tanah longsor dilakukan kerja sama antara Muspika Gumelar bersama Pemerintah Desa setempat dan warga masyarakat. Kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. (wiz)


kabargumelar.com. Bertempat di Aula Kecamatan Gumelar, Musyawarah Kecamatan PMI ( Palang Merah Indonesia ) yang dilaksanakan Rabu 5/4, kembali menetapkan H.Joko Supeno, SE sebagai Ketua PMI Kecamatan Gumelar setelah sebelumnya menjabat pada periode 2012-2017.

Pengurus PMI Kecamatan Gumelar bersama Ketua PMI Kabupaten dan Forkompincam


Acara yang dibuka oleh Camat Gumelar Roni Hidayat ini dihadiri oleh Ketua PMI Kabupaten Banyumas Dibyo Yuwono  beserta tim dari Kabupaten, Kapolsek Gumelar serta Danramil 14 Gumelar. Sementara peserta musyawah adalah perwakilan dari seluruh desa di wilayah Kecamatan Gumelar dan telah memenuhi quorum untuk melaksanakan rapat reorganisasi PMI Kecamatan Gumelar.

Laporan pertanggung jawaban Ketua pada periode sebelumnya diterima dengan baik oleh seluruh peserta musyawara, dan kemudian secara aklamasi kembali dipilih memimpin PMI Kecamatan Gumelar.

Dibyo Yuwono selaku Ketua PMI Kabupaten Banyumas mengapresiasi acara Musyawarah Kecamatan Gumelar sekaligus kebanggaannya atas partisipasi dan peran penting PMI Kecamatan Gumelar pada kegiatan yang dilaksanakan oleh PMI Kabupaten.

“Bahwa PMI Kecamatan adalah melaksanakan kegiatan yang sifatnya lapangan, tidak ada dana dan hanya melaksanakan program dari Kabupaten, dan Kecamatan Gumelar sampai saat ini masih menjadi nomor satu dalam kegiatan Donor Darah Sukarela se- Kabupaten Banyumas untuk suplai darah ke PMI,” jelasnya.

Di akhir acara, Dibyo Yuwono yang pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Gumelar ini, mengharapkan agar PMI Kecamatan Gumelar terus mempertahankan prestasi yang telah diraih sekaligus meningkatkan pelayanan dan semakin memberi manfaat bagi masyarakat.

Berikut adalah Struktur Pengurus PMI Kecamatan Gumelar Periode 2017-2022

Ketua                   : H. Joko Supeno, SE
Wakil Ketua        : Sinung Tri Marhaendro, S.Pd
Sekretaris            : Taryoko, SH
Bendahara           : Slamet Perdana, Amd.Kep
Anggota              : Ratiman, Ade Priyanto, Daryoto. (wiz)


Bupati Banyumas Ir.Achmad Husein menghadiri panen raya yang dilaksanakan di Grumbul Banyumudal Desa Cihonje Kecamatan Gumelar, Rabu 29/3.


Bupati Banyumas saat Panen Raya di Desa Cihonje Kecamatan Gumelar

Bupati yang hadir didampingi Asekbang Kabupaten Banyumas Ir. Didi Rudwiyanto, SH, M.Si dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas Ir. Tjuntjun Sunarti disambut oleh Camat Gumelar Roni Hidayat, S.STP,M.Si, Kapolsek, dan Danramil 14 Gumelar.

Warga Desa Cihonje tumpah ruah menyambut kedatangan Bupati, tak ketinggalan anak-anak Sekolah Dasar yang ikut menyambut sepanjang jalan menuju lokasi acara. Setibanya di panggung kehormatan, Bupati disambut dengan tari Gambyong persembahan anak-anak SD Negeri Cihonje.

Dalam sambutannya, Bupati Banyumas mengajak seluruh petani di wilayah Kecamatan Gumelar untuk menggunakan benih padi dan pupuk hasil karya putra Banyumas. Tak lupa juga mengharapkan peran serta Anggota DPRD Agus Supriyanto yang hadir pada saat itu, untuk lebih banyak lagi membangun jalan pertanian sebagai sarana penunjang para petani.

Panen raya ini dilaksanakan atas kesuksesan benih padi unggulan hasil penelitian dari Universitas Jendral Soedirman dan menggunakan pupuk organik Bio 19 ( Sangalas ) buah tangan Wakam (56), warga Desa Cihonje Kecamatan Gumelar.

Benih padi unggulan dan pupuk organik, terbukti meningkatkan hasil pertanian sekaligus mengurangi biaya operasional sawah milik Sito dan Hardono yang menjadi lokasi panen raya tersebut. (wiz)

 

Prestasi dan Penghargaan terus bermunculan dari putra putri Kecamatan Gumelar. Terbaru adalah yang didapatkan oleh putri pasangan Bangun Kapiyanto dan Yulia Rosiana, Savitri Bayu Pradani (22).

Savitri Bayu Pradani bersama Ibundanya

Mahasiswi jurusan Perikanan Prodi Manajemen Sumberdaya Perairan Universitas Jendral Soedirman ini, kerap meraih prestasi dari kecintaannya pada seni olah vokal bergenre Keroncong. Mulai dari Juara Harapan 2 Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Jawa Tengah, Juara 1 Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Universitas, Juara 2 Pekan Seni Soedirman.

Menurut penuturan ibundanya, Savitri tak cuma piawai bernyanyi tembang Keroncong, Sulung dari tiga bersaudara ini juga fasih menyanyikan lagu pop, dangdut, campur sari, dan melayu. Tentu semua prestasi dan penghargaan yang didapat Savitri sangat membanggakan kedua orang tuanya yang beralamat di Desa Gumelar RT 1/1 Kecamatan Gumelar ini.


“Saya bersyukur anak saya punya prestasi yang membanggakan orang tua, mudah-mudahan bisa bermanfaat nantinya,” tutur ibunda Savitri Bayu Pradani melalui pesan singkat lewat Facebook Redaksi Kabar Gumelar.(wiz/foto:dok.keluarga)


Jembatan merupakan sebuah konstruksi yang berfungsi untuk menghubungkan dua bagian jalan yang terputus. Jembatan dibangun agar para pejalan kaki atau pengemudi kendaraan dapat melewati jalur yang terputus tersebut. Jalur atau jalan terputus, bisa oleh lembah yang curam, aliran sungai, danau, rel kereta api dan lain sebagainya.

Berikut adalah foto Jembatan yang ada di wilayah Kecamatan Gumelar khususnya untuk jalan Kabupaten yang dibangun dalam rangka menghubungkan jalan terputus karena adanya aliran sungai.

Jembatan-jembatan ini dibangun sekitar tahun 1976, meliputi Jembatan Kali Sompok terletak di wilayah Desa Gumelar tepatnya di Dusun Ratim. Jembatan Karanganyar yang berada di Dusun Renteng Desa Gumelar, Jembatan Karanganjog berlokasi di Dusun Karanganjog Desa Cihonje yang konon sudah ada sebelum jembatan-jembatan lain dibangun. Terakhir adalah Jembatan Cihonje yang berlokasi di Dusun Cogreg Desa Cihonje.


Jembatan Kali Sompok di Dusun Ratim Desa Gumelar

Jembatan Karanganyar di Dusun Renteng Desa Gumelar
Jembatan Karanganjog di Grumbul Karanganjog Desa Cihonje

Jembatan Cihonje di Dusun Cogreg Desa Cihonje

(wiz/fotowiz))



Kamis, 9/3 bertempat di Graha Satria Purwokerto diadakan Rakor Pokja 1 dan Sosialisasi SPAK ( Saya Perempuan dan Pria Anti Korupsi) TP PKK Kecamatan dan TP PKK Desa/Kelurahan binaan tahun 2017.

Suasana Rakor PKK Pokja 1 di Graha Satria Purwokerto

Acara yang dibuka oleh Ketua PKK Kabupaten Banyumas Ny. Erna Achmad Husein ini merupakan program kerja dan lembar kerja PKK Kabupaten Banyumas yang bertujuan untuk mengkordinasikan kegiatan pokja 1 tentang pencegahan KDRT serta sosialisasi SPAK.
"Korupsi sangat memprihatinkan, merusak sendi-sendi negara yang nilainya trilyunan, baik di eksekutif, yudikatif maupun legislatif," ungkap Ny. Erna Achmad Husein dalam sambutannya. "Lihat Lawan dan Lapor adalah cara melawan tindak pidana korupsi," tambahnya.
Sementara untuk mencegah tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Ny. Erna Achmad Husein menuturkan perlunya jalinan komunikasi yang baik antar anggota keluarga, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Tahun ini akan diadakan lomba Lembaga Pencegahan KDRT, diharapkan dengan kegiatan ini dapat meminimalisir Kekerasan Dalam Rumah Tangga," tutupnya. (Wiz)

Menjadi pengrajin sandal berbahan spons adalah pilihan Amintoro (37) warga RT 3 RW 7 Desa Tlaga Kecamatan Gumelar setelah sebelumnya berbagai pekerjaan sempat dia jalani. Memulai usaha sejak tahun 2012, kini usahanya berangsur membaik dan meraup omset hingga jutaan rupiah setiap bulannya.


Aktivitas Amintoro di Workshop miliknya.

“Diawal usaha saya sempat mengalami beberapa kali kerugian, karena memang saya sama sekali tidak mengenal seluk beluk usaha pembuatan sandal,” tutur Amintoro saat ditemui di rumahnya.

Diceritakan Amin, begitu ia biasa disapa, bahwa awal mula kenapa dia nekad membuka usaha pembuatan sandal ini adalah karena ingin selalu dekat dengan keluarga di rumah.

“ Saya pengin punya penghasilan tanpa harus meninggalkan keluarga, selain itu juga usia saya yang sudah tidak muda lagi, mungkin untuk kerja ke luar daerah atau ke luar negeri sudah tidak laku,” ujarnya.

Setiap hari, Amin dibantu tiga orang karyawannya mampu memproduksi 60 pasang sandal yang diberi label “ Sabrina Collection”. Harga yang dipatok amin untuk satu pasang sandal mulai dari 25 ribu sampai dengan 35 ribu, sementara modelnya bervariasi mulai dari sandal anak-anak, sampai dewasa baik pria maupun wanita.

Untuk pemasarannya sendiri, sampai saat ini sandal kreasi Amin sudah merambah ke beberapa daerah di Jawa Tengah, bahkan sudah sampai ke Jawa Barat.

“Pemasarannya ke Tegal, Brebes, Kebumen, Banjarnegara, paling jauh Pekalongan, kemudian kita juga sudah mulai masuk ke Pangandaran, mudah-mudahan nanti semakin luas,” tutup pria yang pernah menjadi Buruh Migran di Brunei Darussalam ini.(wiz)

(Tonton Videonya di Youtube Kabar Gumelar)





Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Gumelar Senin 16/01/17 mulai pukul 16.00 WIB, mengakibatkan Sungai Tajum meluap. Sungai Tajum yang mengalir melintasi Desa Samudra, Samudra Kulon, Gumelar, Cilangkap, dan Desa Cihonje ini merendam rumah warga yang berada di tepi sungai.

Air meluap mencapai bibir jembatan Sungai Tajum di Desa Gumelar (foto: Yusup)

Tak hanya itu, puluhan hektar sawah yang berada di sepanjang hilir sungai juga terendam dan mengakibatkan tanaman padi yang belum lama ditanami hanyut terbawa arus.

Kabar terakhir, ada belasan rumah yang terendam dan mengakibatkan beberapa hewan ternak terbawa banjir. Terdapat juga kulkas dan mesin cuci yang hanyut milik warga Desa Samudra Kulon. Ketinggian air yang masuk ke dalam rumah mencapai satu meter lebih.

Menurut salah seorang warga Desa Gumelar, ini adalah banjir terbesar yang pernah dilihatnya, "Hujan turun dari arah hulu itu mulai pukul tiga sore, dan sungai sudah mulai meluap. Sementara di Desa Gumelar sendiri hujan baru turun sekitar jam 4, dan ini kemudian menambah debit air sungai kian besar, saya baru mengalami banjir Sungai Tajum yang sebesar ini," ungkapnya. (wiz)



Seorang Buruh Migran Indonesia (BMI) di Hong Kong bernama Anita Listiana, telah menyelamatkan majikan perempuannya dari penipuan lewat telepon.

Jika di Indonesia ada modus penipuan “Mama Minta Pulsa”, atau “Papa Sedang Kehabisan Bensin” dan lainnya, maka di Hong Kong juga ada modus penipuan sejenis. Hanya nominal uang yang ditipu bukan sekelas harga pulsa atau bensin lagi, tapi bisa sampai sebanyak harga sebuah rumah. Cara kerjanya melalui ancaman via telepon. Korban yang disasar biasanya orang-orang tua berumur 65 tahun ke atas.

Foto ilustrasi
Seperti yang dilakukan seorang pelaku bernama Lee Shin Kai (21 tahun), asal dari Provinsi Jiang Men, Cina daratan terhadap korban-korbannya.

Ia menelepon orang-orang lanjut usia, kemudian memaksa mereka agar memberikan sejumlah uang kepadanya. Kalau tidak, kemungkinan anak cucu atau keluarga orang-orang tua tersebut akan terancam hidupnya. Atau, di lain waktu ia berpura-pura menjadi salah satu anggota keluarga dari korban, yang sedang kepepet butuh bantuan dana.

Begitulah modus penipuan yang dialami oleh seorang nenek berusia 88 tahun, bernama Zhao Chi, yang tak lain adalah majikan dari BMI bernama Anita Listiana.

Suatu hari, ia ditelepon oleh pelaku yang mengaku bernama Ah Fai, dan sedang mengalami kecelakaan, sehingga butuh uang sampai HK$ 150 ribu, atau kira-kira sebanyak 200 juta rupiah dengan kurs 1 : 1500.

Kemudian nenek Zhao menjawab bahwa ia tidak punya uang sebanyak itu, karena yang ada di rekeningnya hanya sekitar HK$ 100 ribu. Lalu pelaku mengatakan tidak masalah, dan membuat janji bertemu dengan nenek Zhao untuk penyerahan uang tersebut.

Singkat kata, nenek Zhao segera bergegas keluar rumah untuk bertemu dengan si pelaku.

BMI Anita Listiana yang melihat gelagat mencurigakan dan tidak biasa dari nenek Zhao, akhirnya membuntuti nenek Zhao dengan diam-diam.

Hingga akhirnya sampai di tempat transaksi di Kowloon City. Saat nenek Zhao akan menyerahkan uang pada pelaku penipuan tersebut, Anita Listiana-pun muncul dan langsung menelepon polisi.

Melihat hal tersebut, pelaku langsung kabur. Nenek Zhao-pun selamat dari penipuan. 

Selang beberapa hari kemudian, ketika melakukan modus penipuan yang sama pada korban lainnya, si pelaku tertangkap polisi. Kini kasusnya sedang dalam tahap persidangan di District Court, Hong Kong.

Cerita di atas diambil dari sebuah berita di koran lokal Hong Kong; Apple Daily, edisi 5 Januari 2017.

(Alih Cerita: Yulia Rm)




Kabar Gumelar. Mohammad Arif Kholiudin, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto ini memang memiliki banyak prestasi. Terakhir pemuda kelahiran Banyumas 20 tahun yang lalu ini menyabet Juara Harapan I pada ajang Kakang Mbekayu Kabupaten Banyumas tahun 2016.

Mohammad Arif Kholiudin saat menerima penghargaan (Foto: dok. Pribadi)

Mewakili Kecamatan Gumelar, Arif begitu ia biasa disapa, benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan Juara pada gelaran prestisius yang rutin diselenggarakan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas ini.

"Yang pasti kaget dan tidak menyangka akan mendapat penghargaan, karena sejujurnya untuk persiapan mengikuti lomba saja saya kurang banyak waktu, sibuk dengan kegiatan di kampus," tuturnya.

Malam penganugerahan Kakang Mbekayu Kabupaten Banyumas tahun 2016 dilaksanakan di Hotel Java Heritage Purwokerto, Selasa 27/9/16. Mahasiswa jurusan Administrasi Negara ini ditemani orang tua dan keluarga saat malam penghargaan.

"Mudah-mudahan ke depan teman-teman di wilayah Kecamatan Gumelar semakin antusias untuk mengikuti acara seperti ini, selain untuk menambah pengalaman, yang pasti kita mendapatkan ilmu dan pelajaran baru di sini," ungkapnya.

Harapan besar juga ditujukan kepada Pemerintah Desa dan Kecamatan Gumelar untuk lebih mendukung lagi acara dan kegiatan yang diikuti warganya di tingkat Kabupaten Banyumas.

"Untuk acara dan kegiatan di tingkat Kabupaten, persiapannya harus benar-benar matang dan terkonsep, makannya harapannya yang akan datang pihak Pemerintah Desa dan Kecamatan mendukung sepenuhnya kepada perwakilan yang mengikuti lomba," tutup Arif. (wiz)


Nama: Muhammad Arif Kholiudin
Usia: 20 Tahun
Pendidikan: Jurusan Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Jenderal Soedirman

Prestasi: 
  1. Juara 3 Menyanyi Tunggal tingkat Kecamatan (SD Negeri 1 Tlaga)
  2. Juara 3 Paduan Suara tingkat Kabupaten Banyumas (SMA)
  3. Juara 3 Lomba Sing Cover Korean Sing Cover Hanguk Festival (Umum)
  4. Juara 3 Dance Cover Hanguk Festival
  5. Juara 1 Kakang tingkat Kecamatan Gumelar
  6. Juara Harapan 1 Kakang Banyumas
                             
Pengalaman Organisasi:
  1. Ketua OSIS SMP Negeri 1 Gumelar (2009)
  2. Ketua Ikhwan Rokhani Islam SMA Negeri 1 Purwokerto (2013)
  3. Staf bidang latihan Merpati Putih SMA Negeri 1 Purwokerto (2013)




Selamat Hari Migran Internasional, bagi Seluruh Buruh Migran di seluruh dunia!

Minimnya lapangan pekerjaan serta upah yang sangat rendah, akses pendidikan yang mahal, ketidakadilan agraria dan maritim, kurangnya proteksi ekonomi dalam negeri cq. perdesaan, mengakibatkan berjuta-juta warga Indonesia, terpaksa merantau ke luar negeri, demi mencukupi kebutuhan hidup.

Namun penempatan Buruh Migran Indonesia ke luar negeri, tidak dibarengi dengan perlindungan yang memadai, baik kepada Buruh Migrannya apalagi Keluarganya.

Sudah tak terhitung lagi, berapa ribu Buruh Migran yang mengalami tindak penyiksaan fisik dan non fisik ketika bekerja di luar negeri. Atau yang pulang ke kampung halaman dalam keadaan sudah tak bernyawa.

Negara Indonesia sendiri meski sudah menandatangani Konvensi Perlindungan Hak-Hak Seluruh Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya pada tanggal 22 September 2004, tetapi belum menggunakan Konvenan tersebut sebagai acuan dalam pembentukan Undang-Undang Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran.

Undang-Undang yang dipakai pemerintah Indonesia dalam hal penempatan dan perlindungan Buruh Migran masih memakai Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004. 

Di mana isinya masih menitikberatkan pada soal kewenangan pihak swasta dalam hal penempatan Buruh Migran ke luar negeri.

Yang berakibat, Buruh Migran dijadikan objek komoditas perdagangan, karena pihak swasta sendiri berorientasi profit/keuntungan.

Maka di hari peringatan Buruh Migran Internasional ini, Paguyuban BUMI Gumelar menyerukan kepada pemerintah agar mengambil kembali peran penempatan dan perlindungan Buruh Migran dan Keluarganya;
  1. Jangan serahkan nasib Buruh Migran dan Keluarganya pada pihak swasta atau PJTKI.
  2. Berikan Perlindungan Sejati pada Buruh Migran dan Keluarganya, sesuai Konvensi Perlindungan Hak-Hak Seluruh Buruh Migran dan Anggota keluarganya.
Demikian, pernyataan sikap/press release Paguyuban BUMI Gumelar dalam memperingati Hari Migran Internasional 18 Desember 2016.

Salam Perjuangan menuju Kesejahteraan Rakyat dan Keadilan Sosial!



Divisi Advokasi Paguyuban BUMI Gumelar: Yulia Rm (085225529362)
Koordinator Paguyuban BUMI Gumelar: Teguh (089682424596)


Senin, 5/12/16 digelar turnamen bola voli Bupati Banyumas Cup 2016 di GOR Satria Purwokerto. 27 tim dari Kecamatan se-Kabupaten Banyumas turut ambil bagian dalam turnamen yang dihelat oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas ini.

Tim Bola Voli Kecamatan Gumelar
Tak terkecuali tim dari Kecamatan Gumelar, yang turut serta mengirimkan delegasinya di bagian putra dan putri. Tim Putra Kecamatan Gumelar yang didukung langsung Camat Gumelar Roni Hidayat, S.STP., M.Si. ini tampil meyakinkan di babak awal turnamen, sayang mimpi untuk menjadi jawara kandas di tangan tim dari Kecamatan Purwokerto Selatan dua set langsung di partai final yang digelar Selasa sore 6/12/16. Beberapa jam sebelumnya, tim putri juga sudah harus kandas di babak semi final menghadapi lawan tangguh Kecamatan Patikraja.

Dijelaskan oleh Budi Setiono, S.Pd. official tim Kecamatan Gumelar, bahwa kendala yang dihadapi dalam pertandingan ini adalah pemain yang tidak biasa bermain di lapangan tertutup. "Pemain kita ini terbiasa bermain di lapangan terbuka, jadi saat main di lapangan tertutup sedikit canggung, dan juga fisik agak kedodoran," ungkapnya.

Dihuni pemain-pemain muda berbakat dari beberapa Desa di wilayah Kecamatan Gumelar di antaranya Gumelar, Cihonje, Cilangkap, Gancang dan Kedungurang, tim Kecamatan Gumelar secara teknik tidak kalah dari Kecamatan lain, terbukti mereka mampu merangsek ke partai puncak.

"Alhamdulillah kita bisa masuk final walaupun hanya menjadi juara 2, namun ini tentu prestasi yang membanggakan bagi Kecamatan Gumelar pada umumnya," tutup Budi. (wiz/foto by budi)





Cihonje, Minggu 27/11/16 acara PELUNCURAN DAN BACA PUISI MEMO ANTI TERORISME digelar di Balai Desa Cihonje Kecamatan Gumelar.

 Para penyair berfoto bersama Kades Cihonje

Dihadiri oleh Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Gumelar, Kepala Desa Cihonje dan ratusan pengunjung yang datang dari penjuru Kecamatan Gumelar.

Acara yang digagas oleh Jaspinka (Jaringan Sastra Pinggir Kali) Cirebah dengan koordinator Edy Pranata PNP ini adalah yang pertama kali diselenggarakan di wilayah Kecamatan Gumelar.

Para penyair yang hadir silih berganti membawakan puisi yang sebagian besar mereka ambil dari buku Memo Anti Terorisme yang diluncurkan beberapa saat sebelumnya.

Tak kurang 20 penyair terlihat hadir dalam acara ini, di antaranya Sosiawan Leak (Solo), Wage Tegoeh Wijiono (Purwokerto), Windu Setyaningsih (Purbalingga), Maya Madu (Malang), Edi Prmduane (Jakarta), Dewandaru Ibrahim (Purwokerto), Imam Subagyo (Semarang), Wanto Tirta (Banyumas), Fais Safani (Tegal), dan sederet penyair lainnya.

Turut sebagai pengisi acara adalah Grup Kentongan dari Desa Cihonje, solo guitar Abu Bakar Permadi, dan penampilan musikal puisi dari Jaspinka yang menyihir penonton dengan puisi bertema Terorisme dan Bom.(wiz)





Sabtu, 26/11/16. Di sela pembukaan Pesta Siaga Cabang Tahun 2016 yang diselenggarakan di SMP Negeri 1 Gumelar, Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein mengunjungi lokasi tanah longsor di Grumbul Cilengkong Desa Gumelar.

Bupati Banyumas meninjau lokasi longsor

Bupati yang didampingi Kepala Desa Gumelar H. Susilo Urip Suprapto, S.Si., Camat Gumelar Roni Hidayat, S.STP., M.Si., Babinsa Koramil 14 Gumelar Suyatno berbincang dengan warga korban tanah longsor sekaligus memberikan bantuan.

Seperti diketahui bahwa pada Kamis 24/11/16 pukul 15.30 terjadi bencana tanah longsor yang mengakibatkan sebuah rumah tertimbun dan dua rumah lain yang berada di atasnya terancam longsor. Beruntung kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa. (wiz)

Lihat Album di: Facebook Album Kabar Gumelar


Pesta Siaga Cabang Tahun 2016 Kwartir Cabang Banyumas digelar di SMP Negeri I Gumelar. Acara yang dilaksanakan mulai Jum'at 25 s/d 26 November 2016 ini diikuti oleh 27 Regu se-Kabupaten Banyumas. 27 Regu ini terdiri dari 27 Regu Putra dan 27 Regu Putri.

Suasana Pesta Siaga Cabang Tahun 2016


Hari pertama acara menampilkan berbagai macam pentas seni dengan dua panggung berbeda antara putra dan putri. Panggung pentas seni untuk regu putra berada di Lapangan sepak bola sebelah timur bangunan sekolah, sementara panggung pentas untuk putri berada di lapangan basket halaman depan kantor guru.

Menurut salah seorang panitia lokal Sigit Priyono, besok pagi acara akan lebih meriah lagi. "Besok acara akan dibuka oleh Ibu Bupati Banyumas jam 8 pagi, sementara untuk penutupannya rencana oleh Bupati Banyumas Achmad Husein," jelasnya.(wn)


Hujan deras yang mengguyur Desa Gumelar Kamis, 24/11/16 mulai sore hari mengakibatkan tanah longsor di Grumbul Cilengkong Desa Gumelar. Tercatat sebuah rumah milik Camiarto (55) warga RT 7/4 Grumbul Cilengkong Desa Gumelar tertimbun tanah longsor di bagian samping.

Rumah warga tertimpa Longsor rusak parah (Foto: Hendi)


Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, kerugian diperkirakan Rp 50 juta. Longsor juga mengancam 2 rumah di atasnya rumah Wartiman dan Tarwo. Dari pihak pemerintah Desa Gumelar, Kecamatan Gumelar, Koramil, dan Polsek Gumelar langsung turun ke lokasi. Sementara dari Tim BPBD Kabupaten Banyumas juga sudah siaga di lokasi.(wiz)



Resepsi HUT PGRI dan Peringatan Hari Guru Nasional tingkat Kecamatan Gumelar dilaksanakan hari Kamis 17/11/16 di Lapangan Komplek Pasar Gumelar.

Hadir dalam acara tersebut, Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Gumelar, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Gumelar serta seluruh Guru yang ada di wilayah Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Gumelar. Selepas acara resepsi, dilanjutkan dengan kegiatan Jalan Sehat yang dilepas oleh Camat Gumelar Roni Hidayat, S.STP., M.Si. (wiz)

Segenap Muspika Gumelar



Pelatihan Siaga Bencana Untuk Masyarakat digelar oleh Palang Merah Indonesia Kecamatan Gumelar. Acara yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Gumelar ini dihadiri perwakilan 10 Desa se-Kecamatan Gumelar dan akan berlangsung dua hari dari tanggal 15-16 November 2016.

Pembukaan acara oleh Sekcam Gumelar

Seperti diketahui bahwa Kecamatan Gumelar dikategorikan sebagai daerah rawan bencana, sehingga perlu diadakan pelatihan dengan harapan nantinya dapat menanggulangi bencana yang terjadi sesuai status bencana. Dibuka oleh Sekcam Gumelar acara juga dihadiri dari Polsek dan Koramil Kecamatan Gumelar serta anggota DPRD Kabupaten Banyumas Agus Supriyanto. Turut dalam acara ini dari unsur Pramuka UPK Kecamatan Gumelar.(wiz)


Senin 14/11/16 terjadi kebakaran rumah warga Desa Tlaga Kecamatan Gumelar. Api yang berasal dari hubungan arus pendek ini membakar dapur rumah milik Suswoyo (56) warga RT 2 RW 6 Desa Tlaga.

Menurut saksi mata, kepulan asap hitam terlihat sekitar pukul 07.00 WIB dari arah dapur, kemudian warga mulai berdatangan untuk memadamkan api setelah saksi berteriak minta tolong. 30 menit kemudian api bisa dipadamkan. Sementara pemilik rumah sedang pergi ke warung untuk membeli pulsa. Kerugian akibat kebakaran yg ditimbulkan dari stop kontak magic com ini ditaksir sekitar 10 juta rupiah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.(wiz)



Kabar Gumelar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget