Terkini

Andi saat memeriksa sarang tawon madunya, Minggu 17/6.
kabargumelar.com-  Budidaya tawon madu menjadi pilihan aktivitas Andi Setiono (40) di sela kesibukannya sebagai seorang PNS di kantor UPK Pendidikan Kecamatan Gumelar. Warga Desa Batuanten Kecamatan Cilongok ini memulai budidaya tawon madu awal tahun 2018.

"Tadinya saya cuma iseng, saat ada tetangga atau teman menyuruh saya untuk mengevakuasi sarang tawon yang ada di rumah karena mereka takut disengat," tutur Andi perihal asal muasal dirinya menjadi peternak tawon madu.

Mengetahui Andi piawai menangani sarang tawon, warga sekitar yang kebanyakan menjadi penderes gula kelapa pun kerap meminta tolong Andi mengevakuasi sarang tawon yang ada di pohon kelapa milik para perajin gula kelapa tersebut.

"Pernah saya mengevakuasi sarang tawon di sebuah sekolah, ternyata madunya lumayan banyak. Ada sekitar tiga buah botol bekas yang satu botolnya berisi 220 mili liter," lanjut Andi yang mulai merasa ada sisi ekonomi dari menangani sarang tawon ini.

Madu hasil yang didapatnya kemudian diposting di akun facebook miliknya. Tak disangka responnya luar biasa, saat itu juga langsung terjual habis.

Mulailah ia serius membuat budidaya tawon madu, dengan membuat rumah sarang tawon sederhana, sementara jenis tawon yang ia ternak adalah jenis Ondoan.

"Saat ini ada sekitar dua puluhan sarang tawon yang saya bikin, dan setiap bulannya  selalu menghasilkan madu. Hasil penjualannya, ya lumayanlah," ungkapnya.

Madu yang dipanen dikemas dalam bekas minuman teh botol berisi 220 mili liter dengan harga per botolnya 120 ribu rupiah. Andi  tidak hanya menjual madu asli yang sudah dikemas, namun ia juga menjual bibit tawon madu untuk diternak beserta rumah tawonnya. Untuk satu unit rumah tawon beserta sarang dan bibitnya, ia hargai tiga ratus lima puluh ribu rupiah. Jika musim bunga tiba, maka dalam waktu satu bulan saja, madu siap dipanen.

Pelanggan madu hasil budidayanya saat ini sudah merambah sampai di luar kota. Meliputi Tambak, Kemranjen, Sumpiuh, Gumelar, Ajibarang dan kota Kecamatan lain di wilayah Kabupaten Banyumas.  Selain terkenal karena keaslian madunya, Andi juga tak segan untuk berbagi ilmu beternak tawon madu kepada para pelanggannya.

"Yang utama dalam budidaya tawon madu ini adalah menjaga jangan sampai ada kecoa atau semut masuk ke dalam sarang tawon. Jika ada, harus secepatnya diusir ke luar karena bila tidak, bisa mengakibatkan gagal panen," tutup pria kelahiran Desa Tlaga Kecamatan Gumelar ini.(wizteguhnugroos)

Jalannya diskusi acara Nomads Camp, Sabtu 12/5
kabargumelar - Diskusi terkait Upaya Meningkatkan Daya Tarik Kepariwisataan dan Membangun Sinergi antar Komunitas digelar di objek wisata Caping Park Desa Kebumen Kecamatan Baturraden, Sabtu 12/5.

Kegiatan dihadiri 22 peserta dari komunitas pegiat wisata dan peserta umum yang ada di Kabupaten Banyumas.

Kehadiran pemerintah yang acap abai terhadap gerakan gerakan komunitas dalam upaya mengangkat potensi wisata, menjadi pembahasan menarik dalam diskusi tersebut.

Selain itu, "mahalnya" sinergitas antar komunitas juga kerap menjadi batu sandungan bagi pergerakan bersama, masing-masing berpegang pada idealisme tanpa memikirkan asaz manfaat bagi masyarakat dan daerahnya.

Dengan kegiatan ini, diharapkan sinergitas antar komunitas dan peran serta pemerintah akan mengalami perubahan signifikan sehingga bisa berkontribusi maksimal bagi  perkembangan pariwisata di Kabupaten Banyumas. (wizteguhnugroos)

kabargumelar.com - Tebing setinggi 50 meter longsor dan menutup jalan kabupaten Gumelar - Kedungurang tepatnya di jalan alternatif via letter S.  Longsor terjadi akibat hujan deras mengguyur wilayah Gumelar mulai Pukul 16.00 WIB, Minggu 4/3.

Jalan kabupaten Kedungurang - Gumelar tertutup total

Tanah longsor beserta beberapa pohon ini menutup akses jalan sekitar pukul 17.00 WIB, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua.

Rencanannya hari ini, Senin 5/3 penanganan akan segera dilakukan untuk pembersihan material. Camat Gumelar Roni Hidayat, S.STP, M.Si yang meninjau lokasi langsung menghubungi pihak terkait untuk bisa mendatangkan alat berat. Tampak pula para relawan yang sudah mulai berdatangan ke lokasi, diantaranya Pramuka Peduli, Komunitas Radio, BPBD,. Sementara dari pihak pemerintah sudah hadir Forkompinkec, Kades Cihonje beserta perangkat.(wiz)


Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Gumelar saat melantik Ketua PKK Desa Cilangkap, Jumat 23/2

kabargumelar.com - Jumat, 23/2 dilaksanakan serah terima ketua tim penggerak PKK Desa Cilangkap Kecamatan Gumelar di Pendopo Balai Desa Cilangkap.

Pelantikan dan serah terima terkait terpilihnya kepala desa yang baru yang praktis berganti pula ketua tim penggerak PKK desa.

Dipimpin oleh ketua tim penggerak PKK Kecamatan Gumelar Ny. Emi Roni Hidayat, acara pelantikan dan serah terima disaksikan oleh pembina PKK kecamatan dan seluruh pengurus PKK Kecamatan serta PKK desa dalam wilayah Kecamatan Gumelar.

Dalam sambutannya, ketua tim penggerak PKK Ny. Emi Roni Hidayat mengucapkan terima kasih atas perjuangan dan pengabdian Ketua PKK Desa Cilangkap yang lama Ny. Riswen Kursus, lalu mengharap kepada ketua PKK yang baru Ny. Musriyatin Tarwono untuk melanjutkan pengabdian dan perjuangan bagi Desa Cilangkap.

Selesai acara pelantikan dan serah terima, dilanjutkan dengan pembacaan program kerja PKK seluruh Pokja tingkat kecamatan.(wiz)

Angkutan Perdesaan Trayek Winduaji - Gumelar diresmikan Kamis 22/2 di Pasar Pahing Gumelar ( foto : Gondez)

kabargumelar.com - Operasional angkutan perdesaan trayek Winduaji ( Kabupaten Brebes) - Gumelar ( Kabupaten Banyumas ) hari ini, Kamis 22/2 bertempat di Pasar Pahing Gumelar, resmi diluncurkan. Angkutan yang telah lama dinanti oleh masyarakat ini diresmikan oleh Kepala Balai Perhubungan Wilayah V Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah. Hadir dalam acara tersebut Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas, Dinas Perhubungan Kabupaten Brebes, Camat Gumelar dan Camat Paguyangan Kabupaten Brebes.

Dengan diluncurkannya operasional angkutan Winduaji - Gumelar ini, maka akan semakin mempermudah perjalanan lintas kabupaten. Seperti diketahui, Desa Winduaji Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes berbatasan langsung dengan Desa Samudra Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas, praktis dua desa dari dua kecamatan tersebut sering berinteraksi.

Survey dan kajian  terkait angkutan lintas kabupaten ini sudah dimulai semenjak tahun 2005, sampai dengan tahun 2007, namun dianggap belum memungkinkan dilihat dari prasarana dan kondisi jalan waktu itu. Baru pada tahun 2017, melalui upaya dari pihak-pihak terkait dan melakukan survei bersama sampai pada kesimpulan sarana prasarana serta kondisi dianggap memungkinkan untuk pengadaan angkutan trayek tersebut. 

Berdasarkan ketetapan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, bahwa kebutuhan kendaraan adalah 10 buah armada, namun saat ini yang tersedia baru ada enam kendaraan, dengan pembagian kendaraan tiga dari Kabupaten Banyumas, tiga sisanya adalah kendaraan dari Kabupaten Brebes. Uji coba kendaraan sendiri sudah dimulai dari tanggal 17 Januari 2018, dan mendapat respon baik dari masyarakat. Besarnya tarif saat uji coba adalah untuk jarak pendek tiga ribu rupiah untuk umum dan dua ribu rupiah untuk pelajar. Sedangkan untuk jarak menengah adalah lima ribu rupiah dan jarak terjauh lima belas ribu rupiah.(wizteguhnugroos)



Pembersihan material longsor

Penanganan bencana tanah longsor di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Gumelar dilakukan Selasa 20/2.

Titik longsor meliputi Desa Gumelar, Tlaga, Samudra Kulon, Cilangkap. Koramil 14 Gumelar bersama Polsek, Satpol PP, Ubaloka Gumelar, Rescue BPBD Kabupaten Banyumas, RAPI, RAG, Pemuda Pancasila dan relawan dari berbagai komunitas membersihkan material longsor dibantu warga setempat.

Seperti diketahui bahwa hujan yang mengguyur wilayah gumelar pada Senin, 19/2 sore selama tiga jam mengakibatkan bencana tanah longsor yang mengakibatkan sejumlah rumah rusak, akses jalan terputus, hingga robohnya tiang listrik. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara kerugian material mencapai puluhan juta rupiah.(wiz)


Longsor menutup jalan 
kabargumelar.com - Senin 19/2 terjadi tanah longsor yang diakibatkan oleh hujan deras mulai pukul 15.00 s.d 19.00 Wib, hujan mengguyur hampir seluruh wilayah Kecamatan Gumelar. Beberapa titik longsor antara lain Desa Tlaga, Samudra Kulon, Cilangkap, Gumelar.

Tanah longsor mengakibatkan beberapa rumah rusak berat dan ringan dan menutup beberapa jalan desa mengakibatkan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua.Kerugian jiwa nihil, sementara kerugian material masih dalam pendataan. Anggota Koramil 14 Gumelar bersama Polsek, Satpol PP, Perangkat Desa setempat, relawan dari komunitas RAG, BPBD Kabupaten Banyumas dan warga masyarakat melakukan penanganan pertama dan melakukan evakuasi warga terdampak bencana.(wiz)


Camat Ajibarang Saat Membuka Musrenbang  
kabargumelar.com - Musyawarah Perencanaan Pembangunan ( Musrenbang) Gabungan dilaksanakan Senin, 19/2 di Pendopo Kecamatan Ajibarang. Musrenbang diikuti oleh empat kecamatan yang berada di eks Kawedanan Ajibarang meliputi Kecamatan Ajibarang, Cilongok, Gumelar dan Pekuncen.

Sambutan Camat Ajibarang Eko Heru Surono mengawali pelaksanaan Musrenbang, dilanjutkan dengan pemaparan perwakilan dari Kepala Desa Panusupan dan perwakilan kecamatan, yang diwakili oleh Camat Pekuncen. Musrenbang kali ini mengusung tema "Mewujudkan masyarakat Banyumas yg maju dan berdaya saing melalui pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan dan pemantapan infrastruktur daerah".

Hadir dalam acara tersebut Kepala Bappedalitbang Kabupaten Banyumas, perwakilan empat kecamatan, perwakilan desa dari empat kecamatan, anggota DPRD Kabupaten Banyumas dapil 1, tokoh masyarakat, perempuan, kaum miskin dan anak-anak.

Kades Panusupan Kecamatan Cilongok menyoroti soal jalan tembus Panusupan - Taman Sari Karanglewas. Jalur tembus yang bisa menyingkat waktu dan menghemat ongkos tempuh sampai 50%. Sementara Camat Pekuncen, Amrin Makruf lebih menyoroti terkait pembangunan obyek wisata sekaligus peningkatan dan perbaikan jalur menuju akses wisata tersebut. (wiz)

Pasar Desa Kedungurang resmi dibuka dan digunakan. Peresmian oleh Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein Selasa 5/11

kabargumelar.com - Warga Desa Kedungurang sekarang sudah mempunyai pasar sendiri untuk kegiatan transaksi jual beli. Selasa 5/12 Pasar Desa Kedungurang diresmikan oleh Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein.
Pasar yang terletak tepat di Perbatasan dengan Desa Gancang ini mempunyai 16 kios yang sudah siap pakai dan sudah ada pemiliknya dengan sistem sewa. Sementara puluhan kios di sebelah barat dalam tahap penyelesaian.
''Sekarang ini ada 16 kios yang sudah laku disewa dengan sistem lelang,'' ungkap Kades Kedungurang Surwanto dalam pidato sambutannya.
Dari sewa kios tersebut, diharapkan pendapatan desa akan meningkat dan bisa menunjang pembangunan.
''Dari sewa kios pasar ini, nanti desa akan mendapat penghasilan kurang lebih 75 juta setiap tahunnya, saya ucapkan terima kasih kepada saudara yang telah mengikuti lelang kios, semoga nanti pasar desa kita akan ramai dan menumbuhkan ekonomi yang lebih bagus,'' lanjutnya.
Dijelaskan oleh Surwanto, bahwa dana yang digunakan untuk membangun pasar adalah dari Dana Desa dengan total nilai 1, 384 milyar rupiah dari dua tahun anggaran, tahun 2016 dan 2017.
Sementara acara peresmian sendiri ditandai dengan penyerahan sertifikat dari Bupati Banyumas kepada Kepala Desa Kedungurang, dilanjutkan dengan pemukulan gong dengan iringan shalawat nariyah.
Sebelum acara peresmian pasar desa, Bupati terlebih dahulu menebar benih ikan Nila di Sungai Arus sebanyak 20 ribu benih, didampingi Kades Kedungurang, Forkompinkec dan disaksikan masyarakat Desa Kedungurang. (wiz)


Kasroh (45) sedang menata nugged hasil produksinya 
kabargumelar.com - Inspirasi bisa datang dari mana saja, ini yang dirasakan Kasroh Teguh Sanjaya (45) warga Rt 3 Rw 1 Desa Samudra Kulon Kecamatan Gumelar. Berawal dari pekerjaannya sebagai sopir truk pengangkut tepung tapioka ke Tasikmalaya, Kasroh bertemu dengan pengusaha makanan
Nugged yang sudah sukses. Lalu ia pun inten bertanya cara-cara membuat Nugget dan kiat keberhasilan sang pengusaha.

Tertarik dengan usaha ini, Kasroh pun mulai merintis membuat Nugget dengan bahan baku daging ayam dan tepung tapioka. Meminjam gudang milik bosnya di Desa Samudra Kulon, ia memberanikan diri untuk berproses.

'' Awal mulanya saya pakai gudang milik pak darto bos saya untuk memulai usaha ini, alhamdulillah sudah empat tahun berjalan dan sekarang saya sudah punya tempat sendiri di samping rumah'' terang Kasroh.

Di awal usahanya, Kasroh banyak mendapat pelajaran berharaga, dari mulai bahan baku yang
tidak cocok sehingga membuat Nugget buatannya kurang bagus, sampai sulitnya pemasaran.
Namun ia tak patah arang, kejadian tersebut justru semakin memotivasi untuk terus memperbaiki produksinya.

Saat ini ada beragam varian rasa dan bentuk Nugget yang diproduksinya, antara lain Nugget es krim, bintang, stik, koin, komi/ koin mi, dan sate love yang diberi label Elang Samudra. Setiap harinya Kasroh bisa memproduksi 50 kilogram bahan baku dengan dibantu delapan orang karyawan, yang semuanya adalah warga sekitar rumah.

Berkat ketekunannya ini, Kasroh pun sekarang kerap diundang untuk menjadi narasumber pada acara pelatihan pembuatan Nugget yang difasilitasi olek Dinnakerkop dan UKM Kabupaten Banyumas, serta Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Jawa Tengah.

''Alhamdulillah, beberapa kali saya dipercaya menjadi narasumber bahkan sampai ke Semarang. Selain berbagi sedikit ilmu yang saya miliki, sekaligus kesempatan saya untuk terus belajar dan menambah relasi,'' ungkap pria yang hobi main sepak bola ini.

Pangsa pasar produksi Nuggetnya saat ini meliputi wilayah Purwokerto, Cilongok, Pekuncen, Ajibarang dan Bumiayu dengan omset per bulan mencapai 40 juta rupiah. (wiz)

Bupati Banyumas menandatangani prasasti  diresmikannya Bumdes Bulak Barokah Langgongsari, Kamis 16/11
Kamis, 16/11 Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein meresmikan Bumdes ( Badan Usaha Milik Desa) Bulak Barokah Desa Langgongsari Kecamatan Cilongok. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh bupati sekaligus pengguntingan pita, disaksikan Forkompincam Cilongok, Pemdes Langgongsari, ketua Bumdes se- Kabupaten Banyumas, ulama dan ribuan masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.
Dalam sambutannya, bupati mengungkapkan rasa bangganya kepada Pemdes Langgongsari yang bisa mewujudkan Badan Usaha Milik Desa, yang nantinya bisa menunjang pemberdayaan ekonomi bagi warga Desa Langgongsari.
''Saya salut kepada pak Rasim (Kades Langgongsari), punya pemikiran yang maju, kreatif dan bisa melihat peluang dengan cepat. Mudah-mudahan dengan adanya Bumdes ini nanti bisa memberdayakan masyarakat lebih baik lagi,'' terang bupati.
Bumdes Bulak Barokah saat ini mengelola dua unit usaha yaitu Jasa Panti Pijat dan Agro Wisata berupa kebun durian, labu, mentimun, peternakan sapi, kolam ikan, dapur bersih pengolahan gula kristal, gula pasir dan terowongan barokah.
Untuk membangun Bumdes Bulak Barokah , Pemdes Langgongsari mengalokasikan dana desa tahun 2017 sebesar 90% dari keseluruhan dana desa yang diterima.
Acara yang juga dihadiri anggota DPR RI Budiman Sujatmiko ini dimeriahkan dengan penampilan grup seni kentongan Banyumas dan marching band dari para siswa madrasah.
(wizteguhnugroos)

kabargumelar.com – Kotoran kambing atau biasa disebut bribil, mempunyai manfaat sebagai pupuk alami untuk berbagaai macam tanaman. Namun oleh Warseno (46) warga RT 1 RW 11 Desa Cihonje Kecamatan Gumelar, kotoran kambing diubahnya menjadi gas yang dimanfaatkan untuk memasak, sebagai pengganti gas elpiji yang beredar selama ini.

Warseno saat memasukkan kotoran kambing ke alat pembuatan biogas

“Bulan Mei 2016 lalu saya mencoba membuat biogas, jadi sampai saat ini sudah lebih dari satu tahun keluarga kami menggunakan biogas untuk memasak,” ungkap Warseno memulai pembicaraan.

Dijelaskan oleh Warseno, bahwa selain memproduksi gas, alat sederhana miliknya juga sekaligus bisa memproduksi pupuk organik yang dihasilkan dari proses pembuatan gas tersebut.

“Gas yang dihasilkan oleh kotoran kambing dialirkan melalui paralon, lalu ditampung di wadah besar sebelum masuk ke dapur. Kemudian cairan dan kotoran dialirkan ke penampungan yang bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik, dan ini sangat bermanfaat untuk tanaman,” jelasnya.

Seperti diketahui, tahun 2017 ini tanaman padi milik petani yang ada di wilayah Kabupaten Banyumas mengalami serangan hama yang berimbas pada gagalnya panen. Namun berkat pupuk organik produksinya, sama sekali tidak terkena serangan hama dan bisa panen seperti biasa.

“Dalam sehari, gas yang dihasilkan bisa untuk memasak selama empat jam. Dua jam di pagi hari dan dua jam di sore hari,  sangat membantu menghemat pengeluaran biaya rumah tangga,” jelasnya.

Berkat ketekunannya mengolah biogas, pria yang pernah belajar pertanian di Australia ini sudah sering kali berkunjung ke berbagai daerah dalam rangka sosialisasi dengan difasilitasi Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Banyumas.


“Silakan buat siapa saja yang mau belajar tentang biogas ini saya siap untuk membantu, membagi pengalaman saya. Kepada pemerintah khususnya pemerintah desa,  saya harap untuk terus mendukung dan membantu apabila warganya berminat untuk membuat biogas seperti ini. Karena terus terang untuk pengadaan peralatan cukup memakan biaya,” katanya terkait harapan kepada pihak pemerintah.

Oleh : Wizteguh Nugroos

kabargumelar.com - Cirebah, Cihonje Kecamatan Gumelar, Komunitas sastra Grumbul Cirebah Desa Cihonje, Jaspinka ( Jaringan Sastra Pinggir Kali ) menggelar acara Peringatan Hari Puisi Indonesia tahun 2017.

Buku Karya Eddy Pranata PNP

Jaspinka yang diketuai oleh penyair Eddy Pranata PNP ini mengundang puluhan penyair dari berbagai kota di Indonesia untuk hadir dan meramaikan acara yang digelar Sabtu 16/9 malam di halaman markas Jaspinka.

Perhelatan tersebut juga sekaligus acara launching buku kumpulan puisi Abadi dalam Puisi karya Eddy Pranata PNP dan Gigir Bukit Sinawing yang ditulis oleh Riswo Mulyadi. Setelah itu dilanjutkan dengan bedah dua buku puisi, dengan para pembicara Seruni Unie dan Rangga Sujali.

Sementara Sofyan RH Zaid penyair kelahiran Sumenep dengan salah satu karyanya Pagar Kenabian, bertindak sebagai pembanding dari kedua pembicara tersebut.

Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB ini dihadiri oleh Kepala Desa Cihonje, Forkompinkec, anggota DPRD Kabupaten Banyumas Agus Supriyanto dan ratusan pengunjung yang ingin melihat para penyair dari penjuru negeri.

Oleh : Wizteguh Nugroos

kabargumelar.com – Sebuah destinasi wisata baru di wilayah Kecamatan Gumelar  telah dibuka.  Adalah wanawisata Alur Jero yang ada di Desa Samudra Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas.

Pengunjung berfoto di salah satu spot foto

Berada di hutan pinus milik Perhutani, lokasi yang berada di RT 3 RW 2 Desa Samudra ini menawarkan tiga buah curug yang patut untuk dikunjungi. Tiga buah curug tersebut adalah Curug Senthong, Curug Kedung Kembar dan Curug Sampar Kidang.

Ketiga curug yang mempunyai ciri khas masing-masing ini mengalir dalam satu alur yang kemudian disebut Alur Jero. Makna dari Alur Jero sendiri adalah  jalur air yang ada di dalam, dalam hal ini adalah di dalam hutan.

Menurut Duri Subiardi, ketua LMDH Desa Samudra, bahwa Alur Jero merupakan salah satu mata air sungai Tajum selain mata air Karang Manggis dan Tatra Guna.

“Alur Jero ini mengalir dari atas yaitu perbatasan antara Desa Samudra dengan Pangawaren Desa Semedo, kemudian mengalir ke bawah menuju ke sungai Tajum, jadi merupakan pemasok air untuk sungai Tajum,” ungkapnya.

Alur Jero sudah ada sejak puluhan tahun silam, namun baru diekspos sekitar tahun 2013 lalu. Di tahun 2017 ini kemudian mulai dilakukan pembangunan menjadi salah satu wisata yang ada di Desa Samudra.

“Untuk konsep dan pembangunan saat ini dilakukan oleh LMDH dan para pemuda Desa Samudra, sementara untuk pengelolaannya nanti akan dibicarakan dengan pihak Perhutani,” jelas Saefudin salah satu anggota BPD Desa Samudra.

Animo masyarakat sendiri sangat antusias, terbukti walaupun belum sepenuhnya selesai dibangun, banyak pengunjung yang datang dalam rangka memenuhi rasa penasaran mereka.

Wardo salah satu pengunjung asal Desa Gumelar mengatakan, bahwa potensi wisata Alur Jero ini sangat bagus dan layak untuk dikembangkan.

“Sangat bagus, apalagi sudah banyak tempat untuk berfoto dan berselfie ria, pasti nantinya semakin banyak pengunjung yang datang terutama pada hari libur,” katanya.

Tiket masuk terhitung sangat terjangkau, hanya lima ribu rupiah untuk satu pengunjung dan dua ribu rupiah untuk parkir sepeda motor.(wiz)

Lihat Videonya di https://www.youtube.com/watch?v=QMNQ-x4_yE0

kabargumelar.com - Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Universitas Jendral Soedirman Purwokerto akan segera berakhir. seluruh rangkaian kegiatan KKN di wilayah Kabupaten Banyumas yang dimulai sejak tanggal 25/7 ini akan berakhir Senin lusa 28/8.

Mahasiswa KKN Desa Gumelar saat berpamitan dengan Pemdes Gumelar(foto:dok.KKN)

Di kecamatan Gumelar sendiri, ada 216 Mahasiswa yang tersebar di sepuluh desa, dengan masing-masing desa terdiri dari 12 sampai 13 Mahasiswa yang mengikuti KKN. Fokus program KKN tahun 2017 kali ini adalah terkait Pemberdayaan Masyarakat dengan empat pilar program yaitu Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, dan Pemberdayaan Lingkungan.

Menurut Prasetya Adi Nugroho (22) koordinator KKN Desa Gumelar, bahwa dari keempat pilar ini ada empat kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh masing-masing kelompok di 10 desa di wilayah Kecamatan Gumelar.

"Empat kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh teman-teman KKN yaitu budidaya azola, kemudian bantuan hewan ternak entog, sosialisasi terkait Buruh Migran yang dalam hal ini bekerja sama dengan BNP2TKI, lalu yang keempat adalah kegiatan yang dibuat sendiri yang tentu berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat," ungkapnya.

Masih menurut Didi, begitu ia biasa disapa, bahwa dari seluruh rangkain kegiatan KKN di wilayah Kabupaten Banyumas ini akan ditutup pada hari Senin, 28/8 dengan menggelar Expo produk-produk unggulan desa se- Kabupaten Banyumas. di lapangan Desa Gancang Kecamatan Gumelar.

Terkait pengalamannya selama melaksanakan kegiatan KKN di Desa Gumelar, mahasiswa Fakultas Kedokteran Jurusan Kedokteran gigi ini sangat terkesan dengan sambutan yang diberikan oleh warga Desa Gumelar.

"Baik Pemerintah Desa, Lembaga-lembaga kemasyarakatan, warga dan Karang Taruna sangat kooperatif terhadap kegiatan yang kami laksanakan, sehingga sangat membantu terhadap apa yang kami kerjakan, dan ini merata di seluruh desa se-Kecamatan Gumelar," jelasnya.

Sementara sambutan positif juga diungkapkan oleh beberapa warga yang terlibat pada kegiatan KKN Pemberdayaan Masyarakat ini. Seperti diungkapkan Rukun, salah seorang pengurus Bumdes Artha Lestari Desa Gumelar yang merasa kehadiran dan kegiatan KKN kali ini sangat terasa dampaknya.

" Sangat membantu warga masyarakat, terutama dari segi pengetahuan. Misalnya saja ada pelatihan membuat mireng yang berkualitas, lalu budidaya Azola yang memang dibutuhkan untuk hewan ternak, kemudian juga tentang pemanfaatan limbah minyak dilem yang ternyata bisa untuk mengusir hama tanaman padi. Benar-benar kerja nyata KKN kali ini," terangnya.

Selepas kegiatan KKN, ternyata para mahasiswa masih berkomitmen untuk terus menjaga silaturahmi dan melanjutkan program-program yang telah dilaksanakan.

" Kami akan terus berkomunikasi dengan Pemerintah Desa, juga dengan teman-teman Bumdes agar program yang telah kami laksanakan ini terus berkelanjutan," tutup Didi.(wiz)



kabargumelar.com - Seru dan unik, begitu yang ditampilkan oleh warga masyarakat Kecamatan Gumelar dalam ikut meramaikan HUT RI ke-72. Berikut foto-foto menarik Karnaval Pembangunan tingkat Kecamatan Gumelar yang berhasil dihimpun oleh www.kabargumelar.com




Kendaraan lapis baja

Garuda Pancasila

Iring-iringan pawai sepeda motor hias

Pahlawan yang terluka


Jendral Soedirman

Pelajar SMA


Kades Gumelar menerima bunga dari peserta karnaval

Penduduk Papua

Seni Kuda Lumping/ Ebeg

Camat Gumelar menerima bunga dari peserta karnaval

Pahlawan yang bertarus nyawa demi Indonesia

Gadis cantik peserta karnaval

kabargumelar.com- Dalam rangka memperingati setahun perjalanan komunitas pecinta burung kicau Gumelar Bersatu, Gubes begitu komunitas ini menyebut dirinya, akan mengadakan Lomba Kicau Burung khusus burung pleci.

Rapat Persiapan Panitia Gubes di Cegit Cafe Gumelar
Event dengan total hadiah sebesar 15 juta rupiah ini akan dilaksanakan pada hari Minggu, 13/8 bertempat di lapangan komplek pasar pahing gumelar.

Dijelaskan oleh Ali Mustofa sebagai ketua penyelenggara, bahwa gelaran kali ini akan berlangsung meriah karena akan diikuti oleh berbagai komunitas pecinta burung dari beberapa daerah di wilayah Kabupaten Banyumas, bahkan hingga Brebes dan Temanggung.

"Insha Alloh rekan-rekan komunitas dari Bumiayu, Tegal, Cilacap, Temanggung, Banjarnegara akan datang dan mengikuti lomba, karena selama ini kami dari Komunitas Gubes Gumelar juga sering sekali mengikuti lomba di daerah mereka," ungkap Ali.

Selain untuk memperingati setahun berdirinya Gubes, acara yang dihelat mendatang adalah dalam rangka ikut memeriahkan HUT RI ke-72, sehingga tema yang diusung pun adalah "Semangat Kemerdekaan".

"Kami optimis sekali acara kali ini akan berjalan sangat meriah, karena ini adalah acara terbesar yang pernah diselenggarakan di wilayah Kecamatan Gumelar. Untuk itu kami mohon dukungan serta do'a restu dari berbagai pihak agar acara berjalan lancar dan sukses," tutup Ali saat ditemui di sekretariat Gubes. (wiz)


kabargumelar.com- Sampah menjadi permasalahan lingkungan di berbagai wilayah di Kecamatan Gumelar. Begitu juga di RW 1 Dusun Jambenom Desa Tlaga, Kecamatan Gumelar. Banyak warga yang membuang sampah sembarangan, salah satunya adalah di Kali Jambenom.

Proses pemilahan sampah oleh anggota Karang Taruna RW 1 Desa Tlaga

Dari sinilah kemudian timbul kepedulian pemuda Karang Taruna Muda Utama Sakti RW 1 untuk ikut berkontribusi dalam rangka mengatasi persoalan tersebut. Diawali dari pemasangan plang larangan tidak boleh membuang sampah di sembarang tempat, kemudian digagaslah apa yang dinamakan Bank Sampah.

“ Tahun 2014 resmi berdiri Bank Sampah yang kita beri nama BJB atau kepanjangan dari Bocah Jambenom Bersih-bersih,” ungkap Adi Siswono Ketua Karang Taruna mengawali perbincangan.

Kegiatan Bank Sampah BJB dilaksanakan setiap hari minggu, para pemuda bergilir mengambil sampah dari rumah-rumah warga untuk kemudian dipilah di tempat penampungan sementara. Setelah dipilah kemudian sampah yang mempunyai nilai ekonomi akan dijual ke pengepul barang bekas.

Dijelaskan oleh Adi, dari hasil penjualan barang bekas sejak pertama berdiri sampai dengan saat ini, sudah terkumpul kas Karang Taruna sebesar 5,5 juta rupiah.

“Dari hasil penjualan sampah barang bekas dikumpulkan menjadi kas Karang Taruna, pemanfaatanyapun untuk operasional Bank Sampah itu sendiri, lalu juga untuk kegiatan kepemudaan dan kegiatan kemasyarakatan lainnya,” katanya.

Yang unik dari kegiatan Bank Sampah BJB ini adalah pemasangan plang penanda gang dengan nama orang yang dituakan di gang tersebut, sementara di bawah plang tersebut tertulis nama-nama seluruh pemilik rumah. Selain memudahkan dalam penarikan sampah, plang ini juga diharapkan akan mempermudah kurir jasa paket atau tukang pos untuk megirimkan barang paketannya.

“ Nama gangnya ada gang Santika, gang Tirtabesari, gang Asna Besari, gang Siman dan di bawah tulisan gang itu ada tulisan nama-nama yang tinggal di gang tersebut, jadi memudahkan saat teman-teman mengambil sampah dan juga memudahkan tukang pos atau kurir mencari rumah yang dituju,” jelas Adi.

Saat ditanya harapannya dari pemerintah terhadap Bank Sampah yang sedang dikelola bersama rekan-rekan Karang Taruna, Adi mengungkapkan bahwa saat ini Bank Sampah yang dikelola memang sudah bisa berjalan dengan baik namun memang belum maksimal.

“Harapannya ke depan kami bisa mempunyai tempat pegumpulan sampah sementara di setiap gang, semacam tong sampah,  sehingga saat mengambil sampah kita tinggal menuju ke situ. Lalu tranportasi dari pengambilan sampah ke tempat penampungan juga kita belum ada, dan yang terakhir adalah bagaimana carannya mengolah sampah-sampah organik, karena untuk sementara kami hanya mengolah sampah yang anorganik,” tutupnya.(wiz)

kabargumelar.com - Anggota DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko, Sabtu malam 8/7 mengunjungi Bumdes Artha Lestari Desa Gumelar Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas. Kunjungan kali ini adalah dalam rangka silaturahmi dengan warga masyarakat di daerah pemilihannya sekaligus berdiskusi terkait peluang dan kendala yang dihadapi oleh Bumdes Artha Lestari Desa Gumelar.


Budiman Sudjatmiko saat melihat-lihat produk Bumdes Artha Lestari


Dijelaskan oleh Guno Purtopo selaku direktur Bumdes Artha Lestari, bahwa salah satu unit kerja Bumdesnya adalah penggilingan tepung tapioka, di mana Desa Gumelar menjadi salah satu sentra penghasil tepung tapioka turun temurun sejak puluhan tahun yang lalu. Namun industri tepung tapioka saat ini tengah mengalami kelesuan, di mana harga tepung tapioka terjun bebas, sehingga berpengaruh besar terhadap usaha yang dijalankan oleh Bumdesnya.

"Harga tepung tapioka saat ini sangat murah, bahkan untuk menutup biaya produksi saja tidak mencukupi, sehingga banyak pengrajin tepung tapioka saat ini pada posisi hidup enggan mati tak mau. Ini adalah imbas dari import tepung tapioka dari negara Thailand, sehingga para pengrajin lokal terpinggirkan bahkan dalam skala nasional," ungkap Guno.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Guno, Kepala Desa Gumelar Susilo Urip Suprapto pun mengamini kendala yang sedang dihadapi Bumdes Artha Lestari saat ini,  yaitu lesunya pasar imbas dari import tepung tapioka dari luar negeri.

"Para pengrajin tepung tapioka di desa kami, sebelumnya tidak pernah mengalami hal semacam ini, baru kali ini merasakan sulit yang amat sangat efek dari import tersebut," jelasnya.

Menanggapi kendala yang dihadapi Bumdes Gumelar, Budiman Sudjatmiko pun memberikan tanggapannya dengan menyarankan agar desa di wilayah Kecamatan Gumelar membentuk Bumades atau Badan Usaha Milik Antar Desa yang anggotanya adalah seluruh Bumdes yang ada di Kecamatan Gumelar.

" Ada tiga jenis bentuk usaha yang lumrah dijalankan oleh kita semua, yang pertama adalah usaha menjual hasil produksi, kedua usaha memanfaatkan waktu, dan yang terakhir adalah usaha memindahkan tempat ," jelasnya mengawali pembicaraan.

" Usaha menjual hasil produksi adalah kita memproduksi sesuatu kemudian kita jual, usaha memanfaatkan waktu adalah kita menjual sesuatu barang pada saat benar-benar dibutuhkan, jika suplay banyak kita tahan dulu, nanti jika tidak ada suplay barang baru kita jual ini yang disebut penimbunan," terangnya.

Usaha yang terakhir adalah usaha memindahkan tempat atau biasa disebut distributor. Dijelaskan oleh Budiman, butuh jaringan untuk memulai usaha dibidang ini yaitu dengan menyatukan Bumdes Bumdes yang ada di Kecamatan Gumelar dalam wadah berbentuk Bumades.

"Setiap desa punya potensi masing-masing, punya produk unggulan masing-masing, namun satu karakter yang sama dimiliki oleh seluruh desa yaitu sifat kekeluargaan, mari kita manfaatkan karakter ini untuk bekerja sama antar Bumdes dalam bentuk Bumades dalam rangka membuat jalur atau jaringan distributor, bentuk distribusinya bisa apa saja, bisa bahan kelontong, material bangunan untuk kebutuhan infrastruktur desa seperti semen, aspal atau yang lainnya sesuai kesepakatan para pengurus Bumdes," ujarnya.

Selesai paparan yang disampaikan Budiman, acara yang dihadiri Camat Gumelar, Kapolsek dan Danramil Gumelar ini dilanjutkan diskusi dengan warga yang terdiri dari berbagai unsur , LPMD, Pendamping Desa, RT, RW, Perangkat Desa dan tokoh masyarakat.(wiz)



Kabargumelar.com-
Buku Kumpulan Puisi Karya Riswo Mulyadi

Dari gigir bukit ini
Kuanyam mimpi pada keranjang rumput
Yang setiap hari bergelayut di pundakku
Menyusur belukar

Dari keranjang itu, citaku membulir serupa keringat
Membasahi tubuh kecilku
: jangan terlalu puas di bukit, kawan
Di luar sana ada gunung-gunung yang menjulang
Dakilah hingga puncak
(keranjang itu seperti berbisik)

Itulah salah satu penggalan puisi karya Riswo Mulyadi yang terangkum dalam sebuah buku kumpulan puisi berjudul Gigir Bukit Sinawing terbitan Teras Budaya Jakarta.

Memahami puisi-puisi karya penyair asal Desa Cihonje Kecamatan Gumelar ini tidak terlalu sulit, pemilihan kata yang sederhana, tema yang hampir seluruhnya tentang alam dan kedekatan dengan sang pencipta, membuat si pembaca mudah memahami dan larut ke dalam cerita yang disajikan.

Dari 99 puisi karyanya,  Riswo mampu membuat letupan-letupan yang sanggup membuat hati pembacanya merasa takjub dan menyadari,  betapa kehidupan di sekitar masih banyak sekali yang belum sesuai dengan cita-cita bangsa dan perlu  mendapat perhatian kita semua.

Seperti puisi berjudul Bayi Itu Bernama Gersuas, puisi yang menceritakan kelahiran sebuah gerakan kepedulian terhadap lingkungan, dalam hal ini adalah anak-anak usia sekolah yang kurang beruntung dan mengalami kesulitan terkait kondisi ekonomi.

Masih banyak lagi karya-karya luar biasa yang lahir dari kejernihan hati dan ketajaman pikiran guru Madrasah Ibtidaiyah Cilangkap ini yang layak untuk disimak.(wiz)



Kabar Gumelar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget