Terkini






Paningkaban- Operasi penertiban penggunaan masker dilaksanakan Gugus Tugas Penanggulangan dan Pencegahan Penyebaran Covid-19 Kecamatan Gumelar dilakukan di jalan raya Ajibarang - Gumelar tepatnya di Desa Paningkaban, Selasa 05/05.
.
Dari hasil operasi, masih banyak warga yang belum menggunakan masker saat bepergian maupun ke luar rumah. Sekitar 30 orang terjaring operasi wajib menggunakan masker, mereka harus mengisi surat pernyataan menggunakan masker.(wiz)
.
#lawancovid #kabargumelar #kabargumelardotcom




Gumelar - Merebaknya pandemi Corona di Indonesia khususnya Kabupaten Banyumas, membuat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas membuat layanan online demi menerapkan Sosial Distancing guna mencegah penyebaran Covid-19.

Dilansir dari website dindukcapil.banyumaskab.go id, berikut pengumuman dari Dindukcapil Banyumas :

Sehubungan dengan penyebaran virus COVID 19 di Indonesia dan sudah sampai ke wilayah Kabupaten Banyumas, maka dalam rangka untuk menekan penyebaran virus tersebut Dindukcapil selama ini pelayanan dilakukan dengan tatap muka dan online. Per tanggal 18 Maret 2020 Pelayanan Dindukcapil hanya dilayani lewat online dengan alamat https://gratiskabeh.banyumaskab.go.id/pelayanan/ . 

Bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan administrasi kependudukan silahkan manfaatkan pelayanan online tersebut.

Syarat untuk melakukan pelayanan kependudukan online harus memiliki akun email terlebih dahulu. Setelah itu buka alamat  https://gratiskabeh.banyumaskab.go.id/pelayanan.

Imbauan tersebut senada dengan surat Kepala Dindukcapil Kabupaten Banyumas kepada Camat Gumelar terkait pelayanan Administrasi Kependudukan di tingkat kecamatan. (wiz)




Gumelar - Selasa, 10/03 bertempat di Aula Singarana Kecamatan Gumelar, dilaksanakan acara Pamitan Camat Gumelar yang akan pindah tugas ke Kecamatan Jatilawang.

Acara dihadiri oleh anggota Forkompinkec, para kepala desa, Dharma Wanita, PKK, Ketua BPD, perangkat desa, Korwil Dindik, dinas dan lembaga yang ada dalam wilayah Kecamatan Gumelar.

Camat Gumelar Oka Yudhistira Pranayudha menjabat di Kecamatan Gumelar selama kurang lebih 11 bulan dan mulai Jumat 6/03 pekan kemarin, resmi berpindah tugas ke Kecamatan Jatilawang.

Dalam sambutannya, Oka mengatakan rasa sedihnya harus pindah tugas di saat sedang menikmati pekerjaan di Gumelar.

" Jujur saya masih betah di Gumelar namun mau bagaimana lagi, ini sudah menjadi ketetapan sebagai bagian dari abdi negara. Jika diberi waktu lebih lama, mungkin banyak yang bisa saya kerjakan di sini. Masih banyak PR dan rencana - rencana saya yang belum terlaksana," katanya.

Oka juga berpesan kepada seluruh kepala desa untuk lebih memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Mengutamakan prioritas pembangunan sesuai kebutuhan desa masing - masing.

"Mudah - mudahan nanti pengganti saya akan lebih baik lagi dan bisa memajukan Kecamatan Gumelar," tutupnya. (wizteguhnugroos)



Paningkaban - Pemerintah Desa Paningkaban membangun embung senilai 300 juta rupiah yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus bidang Pertanian (DAK), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas tahun anggaran 2019.

Embung yang terletak di Grumbul Sawangan tersebut diberi nama Embung Kali Menyawak, lokasinya menggunakan tanah kas desa yang merupakan tanah kurang produktif.


"Awalnya kami memang ingin memanfaatkan tanah kas desa ini untuk sesuatu yang lebih bermanfaat, jadilah kami kemudian membuat embung ini," kata Sukarmo Kepala Desa Paningkaban.

Rencananya tahun 2020 ini, pembangunan akan dikembangkan sehingga nantinya manfaat dari Embung Kali Menyawak  lebih maksimal.

"Tahun 2020 ini, pemerintah desa menganggarkan untuk pengembangan pembangunan dengan menggunakan dana desa. Nantinya agar embung lebih bagus dan maksimal untuk berbagai kebutuhan," jelas Sukarmo.

Lebih lanjut, menurut Sukarmo, bahwa selain untuk irigasi dan persediaan air bersih, embung juga nantinya bisa dimanfaatkan sebagai tempat wisata.

"Di tepian embung akan kita bikin pagar pengaman, kemudian nantinya kita kasih ikan untuk pemancingan, juga jangka panjangnya bisa sebagai tempat rekreasi," tutupnya. (Wizteguh)


Kedungurang - Tim Kabar Gumelar Minggu siang 19/01 menyampaikan donasi kepada Mbah Kirsun (65), warga RT 5 RW 7 Desa Kedungurang Kecamatan Gumelar yang rumahnya terbakar pada Rabu 15/01 lalu.

Donasi yang disampaikan merupakan hasil sumbangan teman- teman Grup Facebook Kabar Gumelar, Fan Page Kabargumelar.com, Instagram kabargumelardotcom ( lewat tiga medsos tersebut penggalangan dana dilakukan).

Dana yang berhasil dikumpulkan adalah senilai 1.100.000 rupiah dan disumbangkan seluruhnya kepada Mbah Kirsun dalam bentuk uang sesuai petunjuk dari pemerintah desa setempat.

Rumah Mbah Kirsun terbakar  sekira pukul 9.30 WIB. Api berasal dari bara api yang ada di tungku lalu menyambar kayu bakar yang sedang dikeringkan di atas tungku. Akibatnya rumah mbah Kirsun hangus terbakar, kerugian ditaksir sekitar 50 juta rupiah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh teman- teman Kabar Gumelar yang telah ikut membantu meringankan beban Mbah Kirsun. Semoga amal ibadah kita semua diterima Tuhan Yang Maha Esa. Amin.(Kabar Gumelar)


Gumelar - Kantor Kecamatan Gumelar melalui Kasi Pelayanan melaksanakan kegiatan pelayanan jemput bola ke desa dengan lokasi terjauh dari kecamatan. Pelayanan meliputi pembuatan Akte Kelahiran dan Kartu Keluarga.

Menurut Kasi Pelayanan Kecamatan Gumelar, Diyati, SE, layanan jemput bola merupakan inisiatif Kecamatan Gumelar dalam rangka mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di lokasi desa dengan jarak yang jauh dari Kantor Kecamatan Gumelar.

" Pelayanan jemput bola untuk meringankan dan mendekatkan kepada masyarakat, agar masyarakat yang jarak desanya jauh dari kecamatan tidak perlu repot- repot ke Kantor Kecamatan Gumelar," ungkapnya.

Jadwal pelayanan dilaksanakan seminggu satu kali bertempat di balai desa sesuai jadwal. Tahap uji coba baru empat desa yang dijadwalkan yaitu Desa Samudra, Karangkemojing, Gancang, Kedungurang. "Minggu pertama Desa Samudra, minggu kedua Desa Karangkemojing, ketiga Gancang dan minggu keempat Desa Kedungurang," kata Diyati.

Berkas permohonan yang masuk akan diverifikasi dan jika dinyatakan lengkap akan dibawa dan diproses di kecamatan. Jika sudah selesai diproses, nantinya akan diantar ke desa masing- masing seminggu sekali, pemohon mengambil di desa bersangkutan.(wizteguhnugroos)



Samudra Kulon-  Ini penampakan jalan raya Samudra Kulon Kecamatan Gumelar menuju Kabupaten Brebes yang melewati Grumbul Sokanandi, tepatnya perkebunan coklat dan bekas pabrik pengolahan karet.

Pengaspalan jalan baru sepanjang kurang lebih 1500 meter dengan anggaran APBD Kabupaten Banyumas tahun 2019 sebanyak 2 milyar.

Dibutuhkan dua tahap pengaspalan lagi agar sampai perbatasan dengan Kabupaten Brebes ke utara dan sampai Desa Samudra Kulon ke selatan.

Jalan raya Samudra Kulon ke arah Brebes ini merupakan jalan bersejarah. Saat perang kemerdekaan, jalan ini digunakan oleh para prajurit untuk menghadang pergerakan para penjajah.

Bagi para pengguna jalan, jika melewati jalan ini agar tetap waspada dan hati- hati, karena sepanjang jalan ada jurang dan tebing yang rawan longsor. Saat pengambilan gambar ini, tanah longsor terlihat di beberapa titik tebing hingga menutup sebagian jalan, dan satu titik talud pengaman tampak sudah retak.(wiz)





Kabar Gumelar - Tahun baru segera datang, tahun lama segera menghilang. Banyak persiapan yang dilakukan untuk menyambut tahun baru 2020. Mulai dari rencana pesta bakar- bakar ayam (hingga jadi ayam bakar), menyalakan kembang api, mercon, 'ndangdutan, live music, atau pergi ke kota menyaksikan sederet acara yang digelar baik oleh Pemerintah ataupun pegiat hiburan perayaan tahun baru.

Tahun baru kerap dipakai sebagai sebuah spirit untuk memulai suatu hal yang menurut kita banyak makna. Dari memulai pekerjaan baru, nembak gebetan, pernikahan, atau ajang reuni teman lama yang tak pernah berjumpa.

Tahun 2019, banyak sekali kegiatan yang kita lalui sebagai bagian dari warga Kecamatan Gumelar. Awal Januari kita buka dengan kabar gembira dari teman- teman Tim Bola Voli Buana Cihonje yang berhasil menjadi juara pada ajang BVB Cup 2019 yang dilaksanakan di GOR Satria Purwokerto. 

Medio Juli, seorang pemuda dengan bakat melukis menggunakan limbah plastik (Lir Prawono ) viral bukan hanya di media sosial, namun hingga masuk layar kaca nasional. Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif juga bersama- sama kita lewati, kontestasi yang membuat tensi politik di negeri ini panas luar biasa, tensi sedikit mereda saat masuk bulan puasa dan Idulfitri.

Di wilayah Kecamatan Gumelar, kita juga menggelar pesta demokrasi berupa Pilkades Serentak pada tanggal 23 Juli, dilanjut dengan peringatan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke -74. Berturut-turut kemudian agenda peringatan Hari Puisi Nasional oleh Jaspinka, World Cleanup Day, Lomba Galang Tangguh di Lapangan Desa Cilangkap, prestasi teman- teman ISTAC di kancah liga sepak takraw kabupaten, dan bencana kekeringan yang melanda hampir seluruh wilayah Kecamatan Gumelar akibat kemarau panjang.

Menyikapi bencana kekeringan yang terjadi, Pramuka Kwarcab Banyumas melalui Pramuka Kwarran Gumelar, pada 22 Desember melakukan gerakan penanaman 2000 pohon di Dusun Jambenom Desa Tlaga.

Naik lagi ke peristiwa Nasional, adalah skandal Dirut Garuda yang menggemparkan di penghujung tahun ini,  dilanjut dengan kabar buruk terkait kasus gagal bayar asuransi Jiwasraya. Lalu ditangkapnya pelaku penyiraman air keras ke penyidik senior KPK Novel Baswedan serta bebasnya musisi sekaligus politikus Ahmad Dhani dari penjara, menjadi penutup hiruk pikuk persoalan hukum di negara kita.

Berbekal pengalaman dan kejadian di tahun lalu, seyogyanya tahun baru dimaknai sebagai awal penentuan sikap. Sebuah pertanda dimulainya energi baru dalam kehidupan sebagai pribadi, pejabat, karyawan, suami, istri, anak, ayah, ibu, teman, sahabat dan warga negara yang baik, bukan sekedar hura-hura dan pesta semalam suntuk belaka.

Lalu bagaimana dengan tahun baru kali ini?. Kami, selalu ingin ada energi perubahan setiap tahunnya. Di 2019, beberapa kegiatan sosial telah kami laksanakan, meski dalam skala kecil, namun itulah yang bisa kami persembahkan. Berharap di tahun 2020, berbekal niat dan tekad, kami akan terus mencoba memberi makna dan curah energi untuk menjadi lebih baik lagi, tentu dengan dukungan dan bantuan teman- teman KABAR GUMELAR di manapun berada.

Akhirnya mari kita sambut tahun baru dengan penuh suka cita dan pelbagai harapan.

"Selamat Tahun Baru 2020", semoga kesehatan dan kesuksesan menjadi sahabat karib kita semua setiap saat. Amin

(dari kami - Kabar Gumelar)



Gumelar - Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Pembentukan Tim Pengelola Sampah Kecamatan Gumelar dilaksanakan di Balai Desa Gumelar, Sabtu 21/12.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pramuka Peduli Kwartir Ranting Gumelar ini menghadirkan narasumber dari Pramuka Peduli Kecamatan Lumbir, Sakirun.

Menurut Tofik Suprapto selaku ketua penyelenggara, bahwa kegiatan yang dilaksanakan kali ini merupakan respon dari persoalan sampah yang terus menjadi perbincangan masyarakat selama ini.

"Saat ini persoalan sampah menjadi pembicaraan serius di tengah masyarakat, dengan dukungan bapak camat dan para Kepala Desa se- Kecamatan Gumelar semoga kita semua bisa berbuat sesuatu untuk menangani persoalan sampah," ungkapnya saat membuka acara.

Acara sosialisasi ini merupakan satu rangkaian dari gerakan penanaman 2000 pohon yang akan dilaksanakan pada hari Minggu 22/12 di Grumbul Jambenom Desa Tlaga Kecamatan Gumelar.(wiz)


Gumelar - Habib Ali bin Salim bin Syekh Abu Bakar mengajak jamaah untuk mencintai Rasulullah jika ingin masuk surga. Begitu yang disampaikannya pada acara Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Yayasan Pondok Pesantren Darul Hikmah, Selasa 26/11 di halaman pondok pesantren.

"Barang siapa yang pemimpinnya adalah Nabi Muhammad, barang siapa yang Imamnya Nabi Muhammad, barang siapa yang melaksanakan sunah- sunah Nabi Muhammad, maka di hari kiamat nanti Alloh akan mengumpulkannya dengan Nabi Muhammad SAW," jelasnya dalam bahasa Arab.

Habib Ali yang berasal dari Yaman ini mengunjungi Pondok Pesantren Darul Hikmah bersama Abah Kyai Abdul Wahid dan Gus Abdullah Syafi'i, sementara selaku penerjemah Ustaz Ahmad Hijazi.

Menurut ketua penyelenggara pengajian sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikmah Abah Yawan Al Azmi, kehadiran Habib Ali ke pondoknya merupakan anugerah yang tak terhingga sehingga patut disyukuri oleh seluruh santri dan warga Gumelar pada umumnya.

"Sebuah anugerah yang luar biasa, kita kedatangan tamu yang merupakan keturunan beliau Nabi Besar Muhammad SAW, semoga kita semua mendapat barokah dari beliau Habib Ali dan kelak kita semua mendapat syafaat dari Rasulullah," kata Ustaz Yawan saat menyampaikan sambutan.

Meski acara dilaksanakan pada siang hari, namun antusias pengunjung sangat tinggi. Sekitar 2000 pengunjung yang mayoritas datang dari penjuru Kecamatan Gumelar  bergeming walau panas menyengat.

"Ini di luar prediksi panitia, perkiraan kami pengunjung hanya sekitar 500-an, ternyata sampai empat kali lipatnya, karena tempatnya memang tidak terlalu luas dan acara dilaksanakan siang hari di mana kebanyakan orang sedang melakukan aktifitas," jelas Siswoyo sekretaris panitia.

Sejak pagi hari, pengunjung sudah berdatangan dan menunggu dengan setia, sementara Habib Ali sendiri baru datang pada pukul setengah dua belas siang.

"Alhamdulillah, meski menunggu agak lama tapi kami sangat bersyukur karena bisa bertatap muka dengan Habib Ali yang merupakan keturunan Nabi Muhammad, benar- benar membuat merinding terharu dan bangga, mudah- mudahan berkah barokah untuk kita semua terutama bagi Pondok Pesantren Darul Hikmah ini," ucap Arif salah seorang pengunjung.

Acara yang juga dihadiri Forkompimkec Gumelar ini selesai pada pukul satu siang, pengunjung pun berebut untuk bersalaman dan berfoto dengan Habib Ali  bin Salim bin Syekh Abu Bakar saat sang Habib turun dari panggung.(wizteguhnugroos)



Suasana turnamen sepak takraw (foto istac)

Cilangkap - Ikatan Sepak Takraw Cilangkap (ISTAC) menggelar kejuaraan sepak takraw bertajuk Istac Open Tournament 2019, Minggu 3/11 di Lapangan Sepak Bola Desa Cilangkap.

Turnamen berhadiah total 2,5 juta rupiah ini diikuti oleh 35 tim sepak takraw yang berasal dari Banyumas, Cilacap dan Brebes.

"Secara umum pelaksanaan turnamen berjalan sukses meski lapangan agak becek karena sehari sebelumnya diguyur hujan," ungkap Wiyoso salah seorang panitia.

Menurut Wiyoso, turnamen ini bertujuan untuk menumbuhkan minat olahraga sepak takraw  remaja di wilayah Kecamatan Gumelar sekaligus mengarahkan generasi muda pada kegiatan positif.

"Selain itu juga kita ingin menjaring bakat- bakat takraw yang ada di wilayah Kecamatan Gumelar, sayangnya baru tim tuan rumah yang mengisi kejuaraan,  tim dari wilayah Kecamatan Gumelar lainnya tidak ada yang ikut turnamen ini," katanya.

Meski kondisi lapangan kurang bersahabat, namun jalannya pertandingan berlangsung seru karena tim- tim yang bertanding merupakan tim terbaik di wilayahnya.

Keluar sebagai juara pertama dan kedua tim sepak takraw PSTI Banyumas yang bermaterikan pemain- pemain Porprov. Sementara juara tiga Bintang Terang dari Cilacap dan di posisi empat BPC Karangpucung.

Hadir dalam gelaran tersebut Kasi Binpres Olahraga Dinporabudpar Kabupaten Banyumas Lilik Gunawan.(wizteguhnugroos)






Gumelar - Upacara peringatan hari Sumpah Pemuda tahun 2019 tingkat Kecamatan Gumelar dilaksanakan di halaman Kantor Kecamatan Gumelar, Senin 28/10.

Bertindak selaku Inspektur Upacara Sekretaris Kecamatan Gumelar Darto, S.H, Komandan Upacara anggota Koramil 14 Gumelar Pelda Amat Barokah sementara petugas upacara dari siswa- siswi SMA PGRI Gumelar.

Hadir sebagai tamu undangan, Kapolsek Gumelar yang diwakili oleh Wakapolsek, Kepala Puskesmas, Kepala KUA, dan seluruh kepala desa dalan wilayah Kecamatan Gumelar.
Peserta upacara meliputi para kepala sekolah, Linmas, Banser, Karang Taruna, perangkat desa, para pelajar SMP dan organisasi kepemudaan se- Kecamatan Gumelar.

Tema Hari Sumpah Pemuda yang ke-91 adalah Bersatu Kita Maju diperuntukan untuk seluruh elemen bangsa, namun bagi pemuda menjadi keharusan karena di tangan pemuda lah Indonesia bisa lebih maju. Pemuda yang memiliki karakter, kapasitas, kemampuan inovasi, kreativitas yang tinggi, mandiri, inspiratif serta mampu bertahan dan unggul dalam menghadapi persaingan dunia.(wizteguhnugroos)
#sumpahpemuda2019

Peserta Lomba Galang Tangguh saat upacara pembukaan, Kamis 10/10


Cilangkap - Gerakan Kwartir Ranting Gumelar menggelar acara Lomba Galang Tangguh 2019 di Lapangan Desa Cilangkap, Kamis 10/10.

Lomba yang dibuka oleh Camat Gumelar Oka Yudhistira Pranyudha, selaku Ketua Mabiran ini diikuti oleh Pramuka Penggalang sebanyak 36 pangkalan SD/MI, 6 SMP/MTs se- kwarran Gumelar, peserta meliputi 42 regu putra dan 42 regu putri.

Menurut Riswo Mulyadi selaku ketua panitia, berbagai macam lomba dilaksanakan pada kegiatan tersebut.

 " Untuk lomba ada beberapa macam diantaranya smapoore, morse, sandi, PU, PK, pioneering, PPPK, pengetahuan doa, kim penglihatan, menaksir, peta panorama, dan yel- yel," katanya.

Riswo juga mengapresiasi dukungan warga Desa Cilangkap pada kegiatan ini, dimana warga menyediakan makanan dan minuman kepada peserta lomba di sepanjang rute yang dilewati.

"Kami selaku panitia sangat berterima kasih, dengan sukarela dan tanpa diminta warga menyediakan makanan dan minuman di sepanjang jalan. Sekali lagi terima kasih kepada seluruh warga Cilangkap," tutupnya.(wizteguhnugroos)

Kepala Desa Samudra saat membuka acara


Samudra - Komunitas pemuda Renggong Bersatu (Reber's) Desa Samudra Kecamatan Gumelar merayakan hari jadi mereka yang ke- 13, Minggu 29/09 di halaman Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) komplek Balai Desa Samudra.

Acara yang menggandeng Karang Taruna Muda Utama Sakti RW 6 Desa Samudra ini menyajikan berbagai kegiatan diantaranya jalan sehat, pameran seni, cek kesehatan gratis dari siswa -siswi SMK Maarif NU 2 Ajibarang dan penggalangan dana untuk pembangunan Musala Nurul Iman.

Ratusan warga mengikuti jalan sehat yang dimulai pukul 8 pagi dan dilepas oleh kepala desa didampingi oleh Babinkamtibmas, tokoh masyarakat dan perangkat desa Samudra. Rute jalan sehat sendiri melalui jalan desa mengelilingi permukiman warga Dusun Renggong dengan start dan finish di depan Poliklinik Kesehatan Desa.

Menurut Fajar Ismanto, ketua penyelenggara, bahwa kegiatan ini dimaksud untuk menggali potensi generasi muda Desa Samudra dalam kreativitas dan karya inovatif.

"Selain jalan sehat, kegiatan ini juga ada pameran seni seperti kerajinan dari batok kelapa, lukisan dengan media kaca atau grafir dan lukisan cat warna. Harapannya akan memberi motivasi kepada kreator- kreator muda lebih giat untuk berkarya," jelasnya.

Kepala Desa Samudra, Kristiono mengapresiasi ide kreatif para pemuda di wilayahnya dalam menggelar acara, bukan hanya berbentuk ceremonial namun juga memberi manfaat kepada warga sekitar.

"Terima kasih kepada para pemuda Reber's, sudah menyelenggarakan acara ini, karena bukan hanya kegiatan jalan sehat dan pameran seni tapi ada juga cek kesehatan gratis. Selain itu ada pula stan untuk sosialisasi stunting yang saat ini menjadi fokus pemerintah dalam penanganan masalah stunting. Penanganan stunting penting sekali demi pertumbuhan anak- anak generasi penerus bangsa," ungkapnya.

Slamet Susilo salah seorang tokoh masyarakat Desa Samudra menyambut baik kegiatan ini. "Sangat bermanfaat bagi masyarakat, semoga kegiatan ini berlanjut dan menjadi ajang kreativitas pemuda," katanya.

Sampai siang hari warga masih antusias mengikuti acara pengundian hadiah sambil dihibur penampilan organ tunggal dan bintang tamu dari kota Purwokerto. Hadiah utama adalah dua ekor kambing dan puluhan hadiah hiburan lainnya.(wizteguhnugroos)

Pemain ISTAC saat bertanding di Kejurprov 

Cilangkap - Ikatan Sepak Takraw Cilangkap (ISTAC) merupakan satu- satunya klub sepak takraw yang ada di wilayah Kecamatan Gumelar. Berdiri  sejak 19 tahun yang lalu, ISTAC semakin diperhitungkan di kancah sepak takraw Kabupaten Banyumas.

Pemain binaan ISTAC kerapkali dipanggil untuk memperkuat tim sepak takraw kabupaten guna mengikuti kejuaraan berlevel provinsi maupun nasional. Beberapa kali meraih penghargaan pada kejuaraan yang diikuti.

Setiap hari, para pemain binaan ISTAC berlatih di lapangan sepak takraw yang berlokasi di RT 2 RW 2 Desa Cilangkap dengan dua orang pelatih lokal, Karseno dan Wiyoso.

"Saat ini ada kurang lebih 30 anak  yang mengikuti latihan di sini, ada yang dari Desa Gumelar, Samudra, Tlaga, mulai dari siswa sekolah dasar sampai SMA," terang Karseno.

Untuk memantau perkembangan para pemain, setiap bulan diadakan evaluasi oleh tim pelatih.

"Evaluasi rutin tiap bulan meliputi passing, smash, servis, game dan kedisiplinan untuk memantau kemajuan dari masing- masing pemain," jelas Karseno.

Meski sudah meraih berbagai prestasi, terutama dalam pembibitan pemain, namun perhatian dari pemerintah desa dan kecamatan masih jauh dari harapan. Lapangan untuk berlatih, fasilitas bola dan jaring masih menggunakan dana pribadi para pengurus dan iuran pemain.

"Seharusnya saat berlatih, satu pemain satu bola, namun karena keterbatasan dana, saat ini dua bola dipakai bergantian. Selain itu, pemain juga perlu berlatih pada malam hari di bawah sorot lampu, agar saat bertanding pada malam hari sudah terbiasa, tapi lapangan kami belum ada lampunya," kata Karseno yang sekarang didapuk oleh PSTI Banyumas menjadi pembina sepak takraw wilayah Kecamatan Gumelar bersama Wiyoso.

Dituturkan oleh Karseno bahwa beberapa kecamatan yang punya potensi sepak takraw bagus seperti Sumpiuh, Rawalo, Kemranjen sudah ada perhatian dari pemerintah setempat.

"Tim dari kecamatan lain itu kalau mengikuti turnamen mereka rombongan menggunakan bis, selain ada sponsor juga ada perhatian dari pemerintah yang menyokong kegiatan mereka. Mudah- mudahan ke depan Gumelar juga seperti itu," ungkapnya.

Di tengah minimnya perhatian pemerintah terhadap pembinaan bibit pemain sepak takraw di Gumelar, salah satu pemain putri binaan ISTAC berhasil lolos pada seleksi atlet Pemusatan Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Provinsi Jawa Tengah. Adalah Zulfa Eka Nurkarisma (14) siswa SMP Negeri 1 Gumelar, telah diterima di program seleksi PPLOP tahun 2019. Saat ini Zulfa tengah berada di balai PPLOP guna mengikuti pelatihan dan pindah sekolah di Semarang dengan biaya ditanggung pemerintah.

PPLOP merupakan program seleksi atlet pelajar melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar)Jawa Tengah, dimana setiap atlet yang diterima akan mendapatkan fasilitas asrama, sekolah, makan dan uang saku. Selanjutnya akan menjadi atlet yang membela Jawa Tengah terutama saat Popnas.

"Buat adik- adik yang berminat untuk berlatih sepak takraw, kami sangat terbuka untuk siapa saja, silakan datang langsung ke sekretariat ISTAC di RT 2 RW 2 Desa Cilangkap," lanjut Karseno.

Saat ini ISTAC turut ambil bagian dalam Liga Sepak Takraw Banyumas 2019. Meski dengan dana pas-pasan, mereka mengirim empat tim untuk mengikuti turnamen, Oktober mendatang memasuki putaran ke empat yang berlangsung di GOR Satria Purwokerto.

"Kami mengirim empat tim mengikuti liga, untuk tim senior kami targetkan masuk final, sementara bagi yang junior, hitung- hitung menimba pengalaman," tutup Karseno.(wizteguhnugroos)
------
*bagi anda yang ingin berpartisipasi untuk kemajuan sepak takraw di wilayah Kecamatan Gumelar atau berminat untuk berlatih sepak takraw, bisa menghubungi nomor WA :
(082221073796 & 085799010717)

Eddy Pranata saat tampil di sebuah acara


Cihonje - Ketua Jaspinka (Jaringan Sastra Pinggir Kali) Cirebah, Desa Cihonje Kecamatan Gumelar,  Banyumas, Eddy Pranata PNP mendapat undangan mengikuti dua acara Festival Sastra Internasional. Undangan diterima setelah puisi yang dikirimnya lolos kurasi di dua festival tersebut.

Eddy Pranata lolos kurasi Festival Internasional Gunung Bintan yang akan dilaksanakan tanggal 28 Oktober sampai dengan 1 November 2019 di Tanjung Pinang Provinsi Kepulauan Riau. Ia juga lolos kurasi di Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival yang akan digelar tanggal 29 November sampai dengan 1 Desember 2019 di kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

“Bersyukur sekali saya, yang tinggal di pelosok desa, bisa diundang mengikuti festival sastra bertaraf nternasional,” kata Eddy Pranata. “Semoga ini menjadi pertanda bahwa sastra benar-benar telah menjelajah dunia," lanjutnya.

Puisi yang mengantarkan Eddy Pranata ke Festival Sastra Gunung Bintan itu berjudul “Aku Mengejarmu dengan Sesekali Terguling dan Terluka”. Festival Sastra Internasional Gunung Bintan 2019 dan Hari Puisi Indonesia 2019 Kepulauan Riau itu diprakarsai oleh Yayasan Jembia Emas dan Dewan Kesenian Kepulauan Riau dengan dukungan Dinas Kebudayaan Kepulauan Riau, Dinas Pariwisata dan Budaya Pemkot Tanjung Pinang dan Pemerintah Kabupaten Bintan.

Untuk menandai perhelatan tersebut, panitia akan menerbitkan buku antologi puisi Jazirah 2 dengan tema “Segara Sakti, Rantau Bertuah” (Jazirah Melayu dalam Puisi).

Salah seorang penggagas acara, Rida K Liamsi menyebutkan, "Segara Sakti Rantau Bertuah" adalah nama lain dari kawasan Maritim yang terbentang dari Laut Cina Selatan, Selat Melaka sampai ke Selat Karimata. Sejak beratustahun lalu, kawasan itu menjadi pusat pelayaran, perdagangan dan pusaran sejarah kemaharajaan Melayu serta pertembungan kebudayaan Melayu dengan kebudayaan dunia lainnya.

Festival Sastra Gunung Bintan ini akan dihadiri para penyair Negeri Serumpun (Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darusssalam, Thailand, Miyanmar, Kamboja dan Vietnam).

Sementara itu, puisi yang mengantarkan Eddy Pranata ke Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival berjudul “Apel dari Kebun dalam Dirimu. ”Festival ini adalah festival sastra independent yang secara parsial didanai oleh Pemerintah Kota Banjarbaru dan pihak-pihak lain yang mempunyai kepedulian yang sama. 

Acara ini diselenggarakan dengan kerjasama luas antara lembaga dan individu yang peduli dengan perkembangan dan pembacaan puisi, pembacaan cerita pendek, serta pemutaran film. Selain itu untuk meluaskan ruang sastra, akan ada pagelaran musik dan tari. Pada bagian yang lain turut pula ditampilkan seminar sastra, konferensi dan pameran arsip sastra.

Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival bertujuan mempromosikan Sastra Indonesia dan Serumpun, Puisi dan Prosa, mengangkat potensi Kota Banjarbaru sebagai Kota Sastra dan titik pijar Budaya. Lebih lanjut untuk mengembangkan diri menjadi Festival yang bersifat tetap, tahunan dan berjangkauan internasional.

Sebuah langkah untuk merangkai satu struktur yang efisien dan memungkinkan kerjasama antara unsur-unsur masyarakat sipil, pihak-pihak swasta, organisasi-organisasi di level nasional dan internasional, sekaligus untuk menjalin kerjasama produktif dengan pihak-pihak di daerah, termasuk pemerintah daerah.(wizteguhnugroos)

Jamaah Salat Istisqo sedang mengikuti khutbah

Gumelar - Ribuan Warga Gumelar pagi ini Minggu 22/09 melaksanakan salat istisqo di Lapangan Desa Gumelar yang digelar oleh Musyawarah Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gumelar.

Musim kemarau yang berlangsung saat ini mengakibatkan hampir seluruh wilayah di Kecamatan Gumelar kekurangan air bersih dan mengalami kekeringan. Berangkat dari situlah kemudian MWCNU dengan berbagai elemen organisasi seperti Ansor, Banser, Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU menggelar salat Istisqo untuk meminta segera turun hujan.

Agus Muslim selaku ketua panitia mengungkapkan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak dalam menunjang kelancaran acara.

"Terima kasih kepada pemerintah desa, kecamatan dan semuanya yang sudah bersama- sama dengan niat baik melaksanakan salat istisqo, dan sangat berharap semoga Alloh Swt segera memberikan hujan," katanya.

Sementara bertindak selaku imam dan khotib salat adalah Rois Suriyah Nahdlatul Ulama Kecamatan Gumelar, KH. Akhmad Ridwan, S.Pd.

Selepas salat, dilaksanakan Tabligh Akbar dengan menghadirkan 10 ustaz diantaranya H. Mujamil, Riswo Mulyadi, Akhmad Khambali, Masrokhan, Adurrokhman, Abu Bakar, Nasirudin dan Akhmad Suwandar.(wizteguhnugroos)

Warga saat membersihkan sampah di sungai dalam aksi WCD

Gumelar - Aksi bersih- bersih sampah dalam rangka World Clean up Day 2019 tingkat Kecamatan Gumelar dilaksanakan Sabtu 21/09.

Acara diawali dengan apel bersama Formompinkec dan seluruh dinas instansi, Korwil Dindik, guru, Linmas, Pramuli, Karang Taruna, para kepala sekolah dan siswa- siswi sekolah dasar hingga tingkat lanjut di wilayah Kecamatan Gumelar.

Selepas apel persiapan World Clean up Day, dilanjutkan dengan aksi bersih- bersih sampah dengan lokasi meliputi lingkungan kantor, masjid, permukiman warga, sungai dan sepanjang jalan raya.

Sinung Tri Marhaendro selaku koordinator WCD Kecamatan Gumelar mengungkapkan terima kasih kepada seluruh peserta aksi, sehingga acara sukses digelar.

" Mudah- mudahan aksi bersih- bersih ini bukan hanya dilakukan pada saat World Clean up Day, namun juga akan terus berlanjut sehingga akan menunjang pada kesehatan kita semua dan kinerja lebih maksimal, pokoknya sehat dan sehat," ungkapnya.

Sementara Slamet, seorang warga yang mengikuti aksi bersih- bersih di bawah jembatan Sungai Tajum mengungkapkan kekesalannya pada warga yang membuang sampah di sungai.

"Kami mohon kepada warga jangan membuang sampah di sungai karena dampaknya tidak baik bagi kesehatan kami warga yang bertempat tinggal dekat dengan sungai. Kepada pemerintah  desa, kabupaten dan provinsi mohon untuk membuat penampungan sampah di kecamatan kami, tiap desa satu sehingga bisa mengatasi persoalan sampah," katanya.

Sungai memang menjadi tempat favorit membuang sampah. Biasanya, dengan mengendarai sepeda motor, mereka melemparkan sampah yang dibungkus kantong plastik dari atas jembatan.
(wizteguhnugroos)

Kepala Desa Tlaga beserta rombongan sampai di lokasi acara

Tlaga - Grebeg Sura Desa Tlaga tahun ini dipusatkan di Grumbul Tlaga Desa Tlaga Kecamatan Gumelar, Kamis siang, 12/09. Dihadiri oleh Camat Gumelar, Kapolsek, Danramil, kepala desa se- Kecamatan Gumelar, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya, Grebeg Sura berlangsung meriah.

Acara diawali pelepasan iring - iringan kepala desa yang diikuti seluruh perangkat desa dan warga. Peserta rombongan beriringan membentuk barisan dan membawa tumpeng raksasa yang dibuat dari sayur - mayur, buah- buahan dan padi. Hasil bumi lainnya dibawa oleh peserta iring- iringan  menggunakan tenong yang disunggi di atas kepala. Di sebelah kepala desa, tampak salah satu warga membawa kendi berisi air putih.

Rombongan lalu berjalan kaki sepanjang 500 meter menuju lokasi acara dengan diiringi musik tradisional kentongan. Sampai di lokasi, rombongan disambut oleh Camat Gumelar Oka Yudhistira Pranayudha. Selanjutnya penyerahan kendi dari rombongan untuk kemudian dilakukan prosesi acara pecah kendi dengan di benturkan ke atas tanah oleh Camat Gumelar. Pecah kendi merupakan simbol bahwa segala permasalahan bisa dipecahkan dan diselesaikan.

Setelah ditutup dengan doa, barulah kemudian gunungan tumpeng raksasa berisi sayur- mayur dan hasil bumi ini menjadi rebutan. Warga berebut untuk mendapatkan sebanyak- banyaknya sayur maupun buah dari tumpeng raksasa tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Tlaga Riswoto, S.Pd.I mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan tamu undangan yang hadir.

" Terima kasih yang sebesar- besarnya kepada panitia penyelenggara dan para tamu undangan, kami berharap dukungan semua pihak agar acara ini terus bisa dilaksanakan setiap tahunnya. Selain untuk menghormati para leluhur juga kami berharap ini bisa menjadi wisata baru di Desa Tlaga," katanya.

Sementara itu Camat Gumelar, Oka Yudhistira mengapresiasi kegiatan budaya yang digelar oleh pemerintah desa Tlaga.

" Ini acara yang harus terus dilestarikan, harus terus dilaksanakan di tengah zaman modern seperti sekarang. Saat ini acara budaya tradisional sudah semakin tergerus oleh budaya - budaya modern, jadi ayo kita sama - sama lestarikan budaya dan kesenian kita," ungkap Oka.

Sebelumnya, ketua panitia Suwito mengungkapkan bahwa acara suran kali ini lebih meriah dari tahun- tahun sebelumnya.

" Alhamdulillah, Grebeg Sura tahun ini lebih tertib, lebih meriah dari sebelumnya. Masyarakat sangat antusias mengikuti rangkaian acara dari mulai ziarah ke makam Eyang Rebo, sembelih kerbau, Istighosah dan hari ini di acara puncak suran," jelasnya.

Usai acara sambutan- sambutan, dilanjutkan dengan pentas kesenian Lengger dari grup Lengger asal Desa Tlaga.(wizteguhnugroos)



Ziarah di makam Eyang Rebo

Tlaga - Rabu, 18/09 dalam rangkaian acara Grebeg Sura Desa Tlaga Kecamatan Gumelar, warga Desa Tlaga melakukan ziarah ke makam leluhur pendiri Desa Tlaga, Eyang Ranukertawijaya atau sering disebut Eyang Rebo.

Dipimpin oleh Darko tokoh agama setempat, ziarah dilakukan mulai pukul 10.00 WIB. Kepala Desa Tlaga, Riswoto bersama seluruh perangkat desa berbaur bersama warga, berdoa di area pemakaman Panggung Wangi tempat disemayamkannya Eyang Rebo dan keluarga.

Eyang Rebo atau eyang Ranukertawijaya merupakan tokoh yang membuka dan mendirikan perkampungan yang lantas disebut Desa Tlaga.

Setelah acara ziarah, kemudian dilaksanakan acara ramah tamah di musala Panggung Wangi yang lokasinya masih di area pemakaman, selanjutnya makan bersama sebagai bentuk rasa syukur terhadap rezeki yang diberikan Tuhan yang maha esa.

Menurut Sekretaris Desa Tlaga, Kismo, acara ziarah ini rutin dilakukan setiap tahun dalam rangka mendoakan para leluhur.

"Inti acara ini adalah mendoakan para leluhur pendiri desa sekaligus mengenang dan memperkenalkan sejarah berdirinya desa kepada generasi muda," ungkapnya.

Malam harinya, akan dilaksanakan acara istighosah di Balai Desa Tlaga dan esoknya, Kamis 19/09, digelar puncak kegiatan Grebeg Sura dengan menampilkan iring-iringan pembawa hasil bumi, gunungan tumpeng dan pentas seni lengger, yang akan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB.

Sebelumnya dilakukan juga ritual sembelih kerbau yang dagingnya dibagikan kepada warga Desa Tlaga.(wizteguhnugroos).

Kabar Gumelar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget