Terkini

Setelah melalui kurasi yang sangat ketat, Eddy Pranata PNP menjadi satu-satunya penyair dari Banyumas Raya yang lolos kurasi Pertemuan Penyair Nusantara XIII yang akan digelar di Taman Ismail Marzuki Jakarta, 11-14 September 2025. Pertemuan Penyair ini merupakan agenda tahunan, yang diikuti oleh para sastrawan dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand. Ada pula peserta dari Korea Selatan, Iran, India, China, Timor Leste, Filipina, Vietnam, dan Mandagaskar.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Banyumas Fendy Rudianto mengatakan; sangat bangga dengan lolosnya Eddy Pranata mengikuti PPN XIII yang mengangkat tema Puisi untuk Perdamaian dan Persaudaraan dan berharap dunia kepenyairan di Banyumas kian maju dan berkembang.

“Kami, Dinporabudpar Banyumas sangat mendukung dan mengapresiasi Eddy Pranata, tentu, dengan harapan bisa membawa nama baik Banyumas, dan di tahun-tahun berikut bisa merangsang penyair Banyumas lainnya untuk bisa lolos kurasi mengikuti ajang internasional yang bergengsi tersebut,” ujar Fendy Rudianto di kantornya, Kamis 28 Agustus 2025.

PPN XIII akan dibuka Menteri Kebudayaan Dr.H. Fadli Zon, S.S., M.Sc. dan dihadiri oleh Mendikdasmen Prof.Dr. Abdul Mu’ti. M.Ed., Gubernur DK Jakarta Dr.Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M., Wakib Gubernur DK Jakarta Rano Karno dan ratusan peserta PPN dan 51 peninjau yang datang dari berbagai kota Indonesia. 

Indonesia mengirimkan 175 penyair dari berbagai daerah, dan sebanyak 50 penyair dari luar negeri juga dipastikan hadir, menjadikan pertemuan ini sebagai ajang sastra terbesar yang menjembatani suara puisi lintas negara serumpun.

Forum penyair ini menjadi ruang strategis untuk merayakan keberagaman budaya melalui puisi serta memperkuat solidaritas antarbangsa di kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya. Dalam rangkaian acara juga akan dilaksanakan prosesi peluncuran Antologi Puisi PPN XIII, seminar sastra, baca puisi, orasi budaya, dan wisata budaya.

Eddy Pranata adalah penyair bermukim di Cirebah, Desa Cihonje, Kec. Gumelar, Kab. Banyumas, karyanya telah tersebar di hampir seluruh media massa di Indonesia, seperti Kompas, Tempo, Media Indonesia, Republika, Pikiran Rakyat, Kedaulatan Rakyat, Suara Merdeka, Dan puisi-puisinya juga terhimpun di puluhan antologi bersama. 

Sedangkan tujuh buku puisi tunggalnya adalah; Improvisasi Sunyi (1997), Sajak-sajak Perih Berhamburan di Udara (2012), Bila Jasadku Kaumasukkan ke Liang Kubur (2015), Ombak Menjilat Runcing Karang (2016), Abadi dalam Puisi (2017), Jejak Matahari Ombak Cahaya (2019), Tembilang (2021). Eddy juga sebagai Ketua Jaspinka (Jaringan Sastra Pinggir Kali), sebuah kelompok musikalisasi puisi yang telah terbentuk sejak tahun 2014 lalu. ***




Samudra - Dalam rangka memperingati hari Keanekaragaman Hayati dan Kebangkitan Nasional, sejumlah relawan dari Kampung Siaga Bencana (KSB) Singarana, RAPI, Kokam, Mahasiswa Psikologi UMP Purwokerto dan Kader Konservasi Jawa Tengah, menggelar Sedekah Bumi di Grumbul Cikokol Desa Samudra, Minggu 21/5.

Menurut Widodo Hermanto, penggagas acara, sedekah bumi yang dimaksud adalah sedekah bibit pohon. Bibit-bibit pohon ini kemudian ditanam bersama-sama lintas komunitas dan elemen masyarakat di lokasi sumber mata air Dadap, Grumbul Cikokol Desa Samudra.

“Masing-masing relawan bersedekah atau membawa bibit pohon. Ada yang membawa satu, dua, atau tiga. Ada juga yang hanya ikut menanam. Intinya ini adalah sinergi, baik sinergi secara komunitas maupun sinergi pada peran masing-masing,” ujar Widodo.

Dijelaskan oleh Widodo, bibit pohon yang ditanam sejumlah 155 batang sesuai dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-155 tahun. Sementara bibit pohon yang ditanam terdiri dari bibit pohon Pucung, Puspa dan bibit Alpukat.

“Kegiatan ini dilakukan agar setiap orang memiliki jiwa menjaga kelestarian alam dengan kemampuan masing-masing,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia berharap agar penanaman bibit pohon ini punya manfaat di masa datang untuk kelestarian alam di Desa Samudra khususnya dan Kecamatan Gumelar pada umumnya.

“Target kita 20 tahun ke depan alam semakin lestari, sumber mata air di wilayah Desa Samudra masih terjaga, dan masih bisa dinikmati oleh anak cucu kita,” tutupnya.(Wizteguh Nugroos)


Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein bersama Wakil Bupati Banyumas Drs. Sadewo Tri Lastiono panen raya Jagung di Grumbul Situ, Desa Karangkemojing Kecamatan Gumelar, Sabtu 13/5.

Bu Camat Gumelar "BCG" Diah Rapitasari, turut mendampingi bersama Danramil dan Kapolsek Gumelar.

"Panen Jagung, pembangunan berkelanjutan indikator ketahanan pangan Desa Karangkemojing," ujar BCG.

Menurut Arman, ketua panitia panen raya, penanaman Jagung merupakan program dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Giri Mukti, bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Giri Mukti.

"Jenis Jagungnya bisi 18 dan sumo, ditanam di lahan dengan luas 37 ha," katanya.

Dengan semangat menuju program ketahanan pangan, Arman menjelaskan, kelompok tani lalu mengolah lahan di kawasan hutan untuk ditanami Jagung.

"Ada 140 ton," ujar Arman menjelaskan hasil panen raya Jagung kali ini.

====

(wizteguh)

#panenraya

#jagung

#ketahananpangan

#gumelarku

#karangkemojing

#gumelarhits

#lmdh

#kabargumelar

#kabargumelardotcom



Camat Gumelar Diah Rapitasari, S.STP, M.Si bersama Kapolsek dan Danramil 14 Gumelar menghadiri acara Rapat Pleno Panitia Pemilihan Kecamatan di Aula Singarana Kecamatan Gumelar, Rabu 10/5.


Rapat pleno pembahasan rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) tersebut juga mengundang para ketua partai politik peserta Pemilu di wilayah Kecamatan Gumelar.


BCG berpesan kepada PPK agar data pemilih benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.


"Sebelumnya saya sudah ngobrol sama teman-teman PPK terkait data kelompok masyarakat rentan, ini harus diperhatikan dengan baik," katanya.


Kelompok masyarakat rentan, BCG melanjutkan, di antaranya ODGJ dan para lanjut usia.


"Pendataannya silakan kepada PPK maupun PPS untuk dapat berkomunikasi dengan Pemdes setempat," ucapnya.


Lebih lanjut, terkait warga atau calon pemilih yang belum punya KTP elektronik, ia mengharap agar segera dilaporkan dan berkomunikasi dengan kecamatan.


"SOP-nya memang kita tiga hari untuk pencetakan KTP. Tapi kalau blangko ada dan peralatan serta jaringan tidak bermasalah bisa satu hari jadi," jelasnya.


Sementara ketua PPK Gumelar Widodo Hermanto menyampaikan apresiasi kepada anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Gumelar yang hadir dalam acara tersebut.


"Terima kasih kepada PPS atas kerja kerja selama ini sehingga tahapan pleno DPSHP di PPK ini bisa terlaksana dengan baik. Begitu juga dengan Panwascam dan Forkompincam yang selalu bersama-sama mengawal tahapan demi tahapan," katanya.


Ia berharap agar tahapan Pemilu 2024 yang terus berproses, selalu mendapat dukungan dari steakholder yang ada.


======

@kpu_ri

@kpujateng 

@kpubanyumas

======

#plenodpshp

#ppkgumelar

#gumelarku

#gumelarhits

#kabargumelar

#kabargumelardotcom

#kecamatangumelar


Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gumelar, berkunjung ke ruang dinas Camat Gumelar, Kamis 27/4.

Kedatangan para anggota PPK tersebut guna bersilaturahmi dan halalbihalal dengan BCG (Bu Camat Gumelar).

"Kami dari PPK, jika selama ini ada kesalahan dan kekeliruan dalam bertindak maupun berucap kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada bu camat beserta jajarannya," kata Widodo Hermanto Ketua PPK Gumelar.

BCG, Diah Raptisasri, S.STP, M.Si, merespon permintaan maaf tersebut dengan permintaan serupa.

"Kami juga mohon maaf apabila dalam pergaulan maupun dalam memberikan fasilitas untuk PPK kurang memadai, mohon dimaafkan," ucapnya.

BCG lalu menanyakan terkait tahapan Pemilu yang tengah dilaksanakan sampai saat ini.

"Saat ini untuk tahapan Pemilu adalah perbaikan DPS dan penyusunan DPSHP," jawab ketua PPK Widodo.

Lebih lanjut, Diah menanyakan perihal pemilih ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa).

"Untuk ODGJ apa terdaftar menjadi pemilih?," tanya Diah.

Menjawab pertanyaan dari BCG, Yuwono Budi Wasito, Divisi Teknis PPK Gumelar menjelaskan bahwa ODGJ tetap terdaftar sebagai pemilih.

"Selama tidak ada keterangan medis yang menyatakan bahwa seseorang mengidap gangguan jiwa, maka yang bersangkutan masih berhak terdaftar sebagai pemilih," urainya.

Bu Camat Gumelar lalu berpesan agar PPK selalu berkoordinasi dan komunikasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH), Kapolsek, maupun dengan Danramil.

"Yang terpenting jaga kesehatan agar saat melaksanakan tugas dalam kondisi fit dan sehat," tutupnya.(wizteguh)

======

#pemilu #kpu #kpubanyumas #kpujateng #kpuri #gumelarku #gumelarhits #kecamatangumelar #kabargumelar #kabargumelardotcom #pemilu2024


Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gumelar menggelar acara Rapat Koordinasi Perbaikan Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan Penyusunan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) Pemilu tahun 2024 di Aula Singarana Kecamatan Gumelar, Kamis 27/4.

Acara dihadiri oleh seluruh ketua PPS (Panitia Pemungutan Suara) dan divisi Rendatin PPS. Hadir pula Ketua Panwascam Gumelar, Suherman.

Usai dibuka oleh Ketua PPK, dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Divisi Rendatin PPK Gumelar, Bangun Haryo Setiadi.

Menurut Bangun, adanya masukan dari masyarakat terkait data pemilih, harus direspon oleh PPS dengan baik.

"Tolong apabila ada masukan masyarakat tentang pemilih yang harus dipindah TPS karena alasan geografis, maka PPS wajib menindaklanjuti," ucapnya.

Ia lalu menunjukan cara mengubah data melalui form yang ditampilkan melalui LCD Proyektor.

"Masukan dengan cara memberi kode U/Ubah pada kolom keterangan dengan Sumber adalah TPS awal, dan TPS adalah TPS yang akan dituju," urainya.

Lebih lanjut, ia juga mewajibkan PPS agar menginventarisir pemilih yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) maupun Pemilih baru.

"Laporkan data tersebut ke PPK agar segera ditindaklanjuti," tegasnya.

Sementara itu Ketua PPK Gumelar, Widodo Hermanto, mengimbau kepada seluruh PPS agar intens melakukan koordinasi.

"Saya mengharapkan seluruh PPS di Kecamatan Gumelar tetap berkoordinasi dengan pemerintah desa terkait data data kependudukan," katanya.

Ia juga berharap supaya PPS memastikan DPS yang akan disusun menjadi DPSHP benar benar minim kekeliruan.

"Agar proses menuju DPT yang valid sehingga terwujud pemilu 2024 yang akuntabel," ungkapnya.

Selain itu, menurut Widodo, momentum 1 Syawal 1444 H bisa menjadi spirit positif bagi seluruh penyelenggara pemilu di Kecamatan Gumelar.

"Lebih solid! Baik PPK, Panwaslucam, PPS maupun PKD," tutupnya.(wizteguh)

=====

#ppk

#kpuri

#kpujateng

#kpubanyumas

#pemilu2024

#ppkgumelar

#gumelarhits

#gumelarku

#kabargumelar

#kabargumelardotcom

#kecamatangumelar





Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein meletakkan batu pertama tanda dimulainya pembangunan gedung sarana olahraga Desa Tlaga, Kamis 19/1.

Selain peletakan batu pertama pembangunan gedung, bupati juga meresmikan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang diperoleh warga Desa Tlaga.

Bupati yang didampingi Ketua TPPKK Kabupaten Banyumas, Erna Husein juga mengunjungi produk UMKM Jamur dan pengrajin tas fashion di Desa Tlaga.

            

   

Dwi Utami inisiator acara


             Kabar Gumelar - Perayaan antologi puisi Wasiat Botinglagi yang menghimpun seratus puisi karya penyair Indonesia dari berbagai daerah, akan digelar di Balai Desa Tayem, Karangpucung, Cilacap pada Minggu (21/8). Tiga penyair Banyumas Raya yang lolos kurasi Wasiat Botinglangi adalah Eddy Pranata PNP, Wanto Tirta dan Dwita Utami. Acara ini akan dihadiri oleh sejumlah penyair, seniman dan budayawan Banyumas Raya.

Menurut inisiator acara Dwita Utami, selain pembacaan dan bincang puisi juga akan digelar pertunjukan berbagai cabang seni tradisional. Dan acara ini juga merupakan upaya pengenalan sastra/puisi ke tengah masyarakat pedesaan, yang selama ini jauh dan nyaris tidak tersentuh sastra.

“Kegiatan ini juga salah satu upaya nyata pergerakan literasi di desa Tayem. Sebagai langkah awal memperkenalkan lebih dekat kepada masyarakat tentang gerakan literasi yang selama ini masih rendah. Sambutan dan keterlibatan masyarakat sangat positif, baik dari kalangan anak-anak maupun orang dewasa, semua siap berpartisipasi,” ujar Dwita Utami, penyair yang juga seorang Sekretaris Desa Tayem.

Menurut Wanto Tirta; penyair, Presiden Geguritan Banyumas yang puisinya juga lolos kurasi, keikut sertaan penyair Banyumas Raya di antologi puisi Wasiat Botinglangi, tentu menjadi perhatian sendiri, itu termasuk bentuk pengakuan dunia sastra di luar Banyumas Raya.  Dalam antologi tersebut tergabung karya-karya penyair seluruh Indonesia. Rupanya dengan puisi mampu melintasi ke berbagai daerah dan menjadi bahasa komunikasi antar penyair melalui karya-karyanya. Apalagi tema yang diusung sangat menarik untuk dipuisikan, sehingga antologi puisi ini merupakan kerja kreatif lintas daerah/pulau dalam kerangka merayakan dan menggembirakan dunia sastra/ puisi di jagad sastra mutakhir.

Wanto Tirta Presiden Geguritan Banyumas

Desa Tayem merupakan fenomena baru dalam kancah apresiasi sastra/puisi maupun kegiatan literasi. Acara yang diramu dengan kegiatan tradisi yang ada di desa, harapannya puisi bisa ikut ambil bagian dalam mengaktualisasikan nilai-nilai tradisi dan estetika yang ada di desa Tayem.

“Saya salut kepada  panitia, penyair Dwita Utami yang memprakarsai kegiatan ini. Semoga desa Tayem mampu menginspirasi desa-desa lain. Semakin banyak desa yang mengadakan kegiatan semacam itu, saya yakin kegiatan literasi akan tumbuh dan berkembang dengan baik dan subur,” tutur Wanto Tirta dengan nada optimis.

Sementara itu,  Eddy Pranata PNP, presiden penyair Banyumas Raya yang puisinya; “Sebilah Badik Tanpa Warangka” menjadi puisi pilihan dalam antologi Wasiat Botinglangi menyampaikan gagasannya; bahwa karya sastra— puisi akan menembus ruang dan waktu. Gerak humanisme dan budaya dalam kehidupan bermasyarakat di mana pun berada.

“Dengan puisi, mudahan-mudahan kita bisa menjadi manusia seutuhnya, bisa mengejawantah persoalan kehidupan lewat kata-kata, dengan ikhlas dan mulia,” ujar Eddy Pranata yang juga founder of Jaspinka.

Eddy Pranata PNP Presiden Penyair Banyumas Raya

Wasiat Botinglangi merupakan antologi puisi yang mengangkat budaya adiluhung Sulawesi Selatan diterbitkan Perpustakaan Komunitas Iqra (Takanitra) Barru, RBCD Parepare, YBUM Parepare dan Rumah Puisi Parepare.

Tri Astoto Kodarie yang juga salah satu kurator menjelaskan, bahwa tidak semudah yang dibayangkan untuk menulis puisi tematik. Demikian pula dengan puisi bertema Budaya Sulawesi Selatan. Akan tetapi dengan wawasan keindonesiaan, para penyair telah berupaya dengan pandangan dan referensi budayanya telah melintasi batas-batas etnisnya sendiri. 

"Sejumlah 100 penyair dengan kary-karyanya telah berkontribusi untuk Budaya Sulawesi Selatan melalui puisi-puisinya. Tentu saja ini merupakan sinyal positif bahwa etnis dan kultur di Indonesia bukanlah menjadi persoalan lagi, justru ingin saling memperkuat akar kebudayaan nasional yang adiluhung itu," ungkap Tri Astoto Kodari.

Acara ini juga didukung komunitas literasi Genitri yang dimotori Iis Singgih dan komunitas literasi Kepul yang digawangi Mohammad Iskandar. Sejumlah penyair juga akan membaca puisi antara lain; Yanwi Mudrikah, Husnul Khuluqi, Riswo Mulyadi serta musikalisasi puisi Jaspinka. * 



 


Kabar Gumelar - Penggerak Komunitas Literasi dan Sastra Banyumas Barat akan menggelar acara bertajuk Ontran-Ontran Sastra, Sabtu malam (21/5) di Pendopo Desa Cihonje, Gumelar, Banyumas.


Berbagai cabang seni budaya akan ditampilkan seperti: baca puisi, musikalisasi puisi, baca geguritan, musikalisasi geguritan, gendingan, baca cerpen dan pemutaran film sastra: Suatu Malam, Ketika Puisi Tak Mampu Ia Tulis Lagi.


Ketua panitia penyelenggara Eddy Pranata PNP mengatakan; pendukung acara --yang juga didedikasikan pada perayaan Hari Kebangkian Nasional 2022-- ini antara lain Komunitas Orang Pinggiran Indonesia (KOPI), Jaringan Sastra Pinggir Kali (Jaspinka), Blakasuka Ora Kegedhen Rumangsa (Blakdhen), Gubuk Kecil, Gendhingan Mangku Budaya Cirebah, dan semua lapisan masyarakat penyinta literasi/sastra mulai dari Taman Kanak-kanak, remaja sampai dewasa.


Eddy Pranata PNP Ketua Penyelenggara


“Sejak pandemi, kita tidak menggelar acara sastra. Ontran-ontran Sastra diharapkan memupus rasa rindu akan acara sastra khususnya bagi warga pedesaan yang jauh dari keramaian kota. Ini acara bersama untuk seluruh lapisan masyarakat. Arus bawah yang senantiasa akan terus menggeliat,” ujar Eddy Pranata.


 Jaspinka akan menampilkan musikalisasi puisi “Tanah Air Mata” Sutardji Calzoum Bachri, dengan kru: Resa Nanda Pangestu, Wahyu Dwi Utami, Riries Awaliyah dan Fajar Lesmana. Kemudian komunitas Blakdhen akan menampilkan geguritan dan musikalisasi geguritan oleh Riswo Mulyadi, Wardoyo, Subowo, Candra Widyasmoro, Sutomo, Bangun Haryo, dan Agus Muslim.


Sedangkan KOPI akan menampilkan pembacaan puisi oleh Wanto Tirta, Susanto, dan Trisnatun. Dan dari Gubuk Kecil; Yanwi Mudrikah akan membacakan cerpen yang diangkat menjad film Sutu Malam, Ketika Puisi Tak Mampu Ia Tulis Lagi. Dan sebagian besar pengisi acara akan membawakan karya dari Chairil Anwar, Sutardji Calzoum Bachri, Sapardi Djoko Damono dan Joko Pinurbo.


Yanwi Mudrikah salah seorang pengisi acara dari Komunitas Gubuk Kecil


Tidak ketinggalan juga akan ikut memeriahkan acara adalah siswa TK, SD/MI, SMP dan unsur masyarakat lainnya juga grup gendhingan Mangku Budaya Cirebah yang dikomandani Kirwono dan Wakim Sumedyo, juga penyair multitalenta Nanang Anna Noor dan Teguh Nugross dari Kabar Gumelar, serta Satria Publisher Jatilawang akan ikut ambil bagian.


 Suatu Malam, Ketika Puisi Tak Mampu Ia Tulis lagi merupakan film sastra berdurasi sekitar dua puluh menit, diangkat dari cerpen Pilihan Kompas 2019 karya Sandi Firly, produser Hudan Nur, dan sutradara Kin Muhammad.


 Film produksi pendekar-pendekar sastra-budaya Banjarbaru, Kalimantan Selatan ini sudah tayang di berbagai komunitas seperti di Jakarta, Bandung, Batam, Kendari dan Palu.dan pada Hari Puisi Dunia di Malayasia.


 “Dari desa kami bergerak dan berkarya untuk sastra dan budaya Indonesia,” pungkas Eddy Pranata, presiden penyair Banyumas Raya ini. ***

 





Bupati Banyumas Achmad Husein memantau pelaksanaan kegiatan amaliah ramadan di Masjid Miftahul Huda Desa Gumelar, Kecamatan Gumelar, Rabu 20/4.

Bupati beserta rombongan hadir dan melakukan buka puasa di Kantor Kecamatan Gumelar, kemudian melaksanakan salat Tarawih di Masjid Miftahul Huda. Usai salat tarawih, bupati yang didampingi Camat Gumelar Arif Triyanto, Kapolsek, Danramil, Kepala Desa Gumelar serta pengurus takmir masjid menyampaikan beberapa hal terkait pelaksanaan kegiatan amaliah ramadan di tengah pandemi Covid-19. Ia juga mengimbau kepada jamaah yang belum melaksanakan vaksinasi agar segera melakukan vaksinasi.





Gumelar- Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antarwaktu (PAW) Desa Karangkemojing Kecamatan Gumelar berlangsung lancar hingga penghitungan surat suara berakhir. Hoerudin, no urut 3 menjadi Kades terpilih dengan mendapatkan 33 surat suara mengalahkan Sartono 19 suara dan Pujo Susanto 17 suara.

Pemilihan kepala desa PAW dilaksanakan di Aula Balai Desa Karangkemojing, Sabti 9 April 2022 dihadiri oleh Kepala Dinsospermasdes Ir. Widarso dan Kepala Bakesbangpol Eko Heru Surono, S.Sos dan para kepala desa dalam wilayah Kecamatan Gumelar. 

Camat Gumelar mengharapkan agar usai pelaksanaan Pilkades ini, suasana tetap normal dan aman, semua pihak bisa legawa. Ia juga meminta agar semua pihak menjaga kondusivitas pasca Pilkades.

"Sebagaimana komitmen semua pihak disaksikan jajaran Forkompinkec Gumelar. Semoga dengan lancarnya kegiatan ini dan terpilihnya calon kades antar waktu maka penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan desa semakin lancar," jelasnya.

 





Penanaman 115 ribu rumpun rumput Vetiver dalam rangka Hari Kesatuan Gerak PKK ke-50 (HKGPKK) dilakukan oleh para relawan dari Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Kebumen, Cilacap dan Banjarnegara di 10 desa dalam wilayah Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas Minggu (27/3/2022).

Kegiatan dipusatkan di Lapangan Tambaksela Desa Samudra, sementara penanaman dilakukan secara serentak di 10 desa pukul 10.00 WIB dengan komando melalui zoom meeting.

Ada sekitar 79 kelompok relawan kebencanaan yang tergabung dalam program penanaman Vetiver yang disebar di beberapa titik penanaman di masing-masing desa di Kecamatan Gumelar.




Menurut camat Gumelar Arif Triyanto, S.Sos, penanaman rumput vetiver merupakan salah satu upaya mitigasi bencana di lokasi-lokasi yang berpotensi terjadi bencana.

“Di wilayah Kecamatan Gumelar ini banyak titik rawan tanah longsor dan tanah bergerak, untuk itu perlu dilakukan tindakan nyata guna mencegah kejadian berulang. Nah, rumput vetiver ini sangat berguna demi menjaga kestabilan tanah, mencegah erosi maupun longsor,”jelasnya.



Sementara itu, menurut Koordinator Banyumas Humanity Volunteer (BHV) Ki Topo, bibit rumput vetiver berasal dari sumbangan PTPN IX Krumput dan beberapa pihak lain.

“Rumput vetiver ini kita dapat dari PTPN IX dan juga sumbangan dari berbagai pihak. Kita ambil ke lokasi kemudian langsung didistribusikan ke desa-desa di Kecamatan Gumelar, satu hari sebelum hari H,”katanya.


Dikutip dari berbagai sumber, vetiver (chrysopogon zizanioides) merupakan tumbuhan sejenis rumput yang masuk dalam keluarga Poaceae dan berasal dari India. Ia berkerabat dekat dengan sorghum, tetapi juga memiliki karakteristik morfologi yang serupa dengan rumput harum lainnya, seperti serai (lemongrass), palmarosa dan citronella.





Tanaman vetiver bisa tumbuh hingga ketinggian 1,5 meter. Ciri-cirinya memiliki batang yang tinggi dan daun panjang serta tipis. Bunga vetiver berwarna ungu kecokelatan akarnya yang berbentuk serabut dapat jauh masuk  ke dalam tanah setelah tumbuh hingga kedalaman 5,2 meter. (wiz)




Karangkemojing- Camat Gumelar menyampaikan sambutan pada acara Sosialisasi Pilkades Antar Waktu Desa Karangkemojing, Rabu 9/2.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bambang Junaidi, S.IP dari Dinsospermasdes selaku narasumber. Tampak pula Kapolsek, Babinsa, Bhabinkamtibmas dengan peserta acara para ketua RT, RW, BPD dan tokoh masyarakat Desa Karangkemojing.

Camat Gumelar berpesan agar dalam pelaksanaan Pilkades Antar Waktu berjalan aman dan lancar. Selain itu, ia juga mengimbau agar acara sosialisasi dimanfaatkan sebaik-baiknya agar penjelasan dari narasumber bisa terserap dengan baik.

"Nanti kalau ada yang kurang jelas jangan sungkan untuk bertanya biar nantinya bapak ibu menerangkan kepada warga lainnya juga bisa diterima dengan baik," katanya.

Sementara itu narasumber menjelaskan secara detil terkait Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 70 tahun 2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Pilkades Antar Waktu.

Pilkades antar waktu di Desa Karangkemojing dilaksanakan karena kepala desa meninggal dunia pada masa pemerintahannya.(wiz)

 


Gumelar- Camat Gumelar Arif Triyanto, S.Sos membuka acara Sosialisasi Pengembangan Pola Asuh tahun 2022 di Aula Singarana Kecamatan Gumelar, Selasa 8/2.

Acara Sosialisasi Pengembangan Pola Asuh tahun 2022 diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banyumas.

Kegiatan dihadiri oleh Dharma Wanita Kecamatan Gumelar, PKK, Himpaudi dan Korwilcamdindik Kecamatan Gumelar.

Ketua Dharma Wanita Kabupaten Banyumas Dr. Ir. Hj. Rahayu Widiyanti, SE, SH, MP, SPd.Aud menyampaikan materi terkait Komunikasi Efektif dalam Pengasuhan Anak di Masa Pandemi. Sementara materi Balita Bebas dari Stunting dengan Buku KIA disampaikan oleh Titik Rahmi Isriani, SKM, M.Kes dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas.(wiz)

 

Kepala Desa Samudra menyerahkan bibit pohon kepada Camat Gumelar

Pengelola pasar tradisional Derik Kidem Desa Samudra menggelar acara penanaman 100 bibit pohon Salam untuk kelestarian lingkungan hidup, Minggu 16/1.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Gumelar Arif Triyanto, S.Sos, Kepala Desa Samudra Kristiono, Babinsa, relawan dan kader lingkungan hidup Kabupatan Banyumas, Kusno.

Dalam sambutannya, camat Gumelar mengatakan terkait kondisi tanah yang ada di wilayah Kecamatan Gumelar yang rawan longsor.

Camat Gumelar saat menyampaikan sambutan

"Kebanyakan tanah di wilayah Kecamatan Gumelar itu tidak tebal, hanya sekitar 3 meter setelah itu 'wadas'," katanya.

Bibit pohon yang disediakan oleh panitia bukan hanya ditanam di sekitar lokasi Derik Kidem, warga yang hadir diperkenankan membawa pulang bibit untuk ditanam di pekarangan rumah masing-masing.

"Selain bibit pohon Salam, ada juga bibit pohon Wuni sebanyak 25 pohon, 25 pohon Beringin, 50 Pucung, 10 Menteng, 1 Gowok, 10 pohon Merah, dan 4 batang bibit Pohon Cendana Bali. Jumlah total ada 234 bibit pohon yang kami tanam," kata Widodo Hermanto Ketua Pokdarwis Desa Samudra.


Camat Gumelar saat menanam pohon didampingi Kader Lingkungan, Kusno

Sebelumnya di tempat yang sama, juga digelar acara senam Zumba yang diikuti oleh ibu-ibu warga Desa Samudra.




Pasar Wisata Derik Kidem merupakan pasar tradisional yang digagas oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Samudra. Pasar ini menyediakan makanan dan minuman tradisional yang buka setiap hari Minggu di area wisata Hutan Adat Tambak Sela, Desa Samudra. (Wizteguh Nugroos).

#samudra #gumelarhits #pasartradisional #pasarwisata #kabargumelar #kabargumelardotcom #desawisata #wisatadesa #jajanan #makanan #kulinertradisionalindonesia

 

Suasana Pasar Wisata Derik Kidem

Kabar Gumelar - Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Samudra lakukan Uji Buka Pasar Wisata Derik Kidem di komplek wisata Hutan Adat Tambak Sela Desa Samudra Kecamatan Gumelar, Minggu 9/1.

Acara yang digelar mulai pagi hari ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Pemuda Olah Raga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, diramaikan dengan kesenian Kuda Lumping Sekar Sari Sido Muncul Desa Samudra.

Menurut Widodo Hermanto, selaku ketua Pokdarwis, Pasar Wisata Derik Kidem ini bermula dari pelatihan sumber daya manusia wisata tahun 2021 yang diikuti lebh dari 40 pedagang dan pelaku UKM se-Desa Samudra.

Gubuk tempat pedagang berjualan

“Setelah kegiatan tersebut, Pokdarwis dan peserta pelatihan melakukan study tiru ke pasar wisata Antap Desa Cikakak. Selanjutnya akan ditindak lanjuti dengan membuat sarana dan prasarana gubuk dan lain sebagainya untuk jualan dengan sistem gotong-royong atau swadaya,” ungkapnya.

Pada praktiknya, dari seluruh peserta pelatihan, hanya tinggal 10 orang yang mau meneruskan niat untuk membuat Pasar Wisata Derik Kidem tersebut.

“Pokdarwis sudah bolak-balik mengundang ke-40 orang tersebut untuk bergotong-royong membuat pasar wisata , namun banyak yang belum mau. Sehingga sampai pada hari pelaksanaan hanya 10 orang yang mau berjibaku begotong-royong menyiapkan material, tenaga, pikiran dan lain sebagainya untuk membuat pasar wisata,” terang Widodo.

Kepala Desa Samudra sedang menikmati makanan tradisional

Lebih lanjut, Widodo mengungkapkan tujuan dari dibuatnya Pasar Wisata Derik Kidem adalah untuk meningkatkan ekonomi desa dan berimbas ke depannya ikut menopang Pendapatan Asli Desa (PAD) Desa Samudra.

“Tentunya dengan adanya PAD maka akan kembali juga ke masyarakat Desa Samudra itu sendiri,” tegasnya.

Selain itu, Ia juga berharap dengan adanya pasar wisata, bisa mengobati rasa kangen masyarakat di Wilayah Kecamatan Gumelar terhadap makanan-makanan tradisional dengan kearifan lokalnya yang sudah jarang ditemui saat ini.

Perwakilan Dinporabudpar berdiskusi dengan BPD dan pegiat wisata Desa Samudra

Widodo menambahkan, Pasar Wisata Derik Kidem akan buka setiap hari Minggu dari pagi sampai selesai dengan menyajikan makanan dan jajanan tradisional. Selain itu, setiap hari pasaran tersebut, akan ditampilkan pertunjukan kesenian tradisional yang ada di Desa Samudra.

“Nantinya kalau semua sarana dan prasarana sudah betul-betul siap, kami akan lakukan Grand Opening dengan mengundang seluruh steakholder yang ada di Kecamatan Gumelar. Forkompincam, para kepala desa, Aspikmas, pegiat pariwisata dan tentunya dari Dinporabudpar Kabupaten Banyumas,” tutupnya. (wizteguh nugroos)

 


Ketua Asosiasi Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah Kabupaten Banyumas (Aspikmas), Pujianto, mengukuhkan struktur pengurus Aspikmas Kecamatan Gumelar, Minggu 28/11.

Kegiatan yang digelar di Aula Singarana Kecamatan Gumelar tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UMKM Kabupaten Banyumas, Joko Wiyono bersama Kabid UMKM, Forkompincam Gumelar, Ketua TPPKK Kecamatan Gumelar, para kepala desa beserta Ketua TPPKK Desa dalam wilayah Kecamatan Gumelar.

Dalam sambutannya, Kepala Dinnakerkop dan UKM Banyumas, Joko Wiyono mengatakan perlunya sinergitas antara Aspikmas dan pemerintah baik pemerintah desa, kecamatan maupun pemerintah kabupaten.

"Bangun komunikasi yang baik dengan pihak kecamatan, dengan Pemdes agar semua program berjalan baik," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan akan ada program-program yang diperuntukkan guna mendukung tumbuh kembangnya UMKM di wilayah Kabupaten Banyumas.

"Nantinya akan ada program sertifikasi lahan bagi pelaku UMKM," katanya. 

Sementara itu, Ketua Umum Aspikmas, Pujianto, mengungkapkan bahwa dalam penggalian dana Aspikmas diusahakan secara mandiri. Menurutnya, karena masih baru, maka saat ini Aspikmas belum dipercaya untuk mengelola anggaran dari pemerintah. 

"Untuk pendanaan organisasi semaksimal mungkin mandiri, kalau ada bantuan dari pemerintah itu bonus," terangnya. "Saat ini masih ngikut pada kegiatan kecamatan atau pun desa, tentunya yang sesuai aturan," lanjutnya. 

Pujianto juga mengapresiasi semangat Aspikmas Gumelar dalam berkomunikasi dengan Aspikmas Kabupaten.

"Saya sudah empat kali ke Gumelar untuk bertemu dengan rekan-rekan Aspikmas, artinya ini teman-teman Aspikmas Gumelar punya semangat tinggi untuk berdiskusi dan bertukar pikiran," katanya.

Sebanyak 25 orang dikukuhkan sebagai pengurus Aspikmas Kecamatan Gumelar periode 2020-2023 yang terdiri dari, 1 orang ketua umum, 1 wakil ketua, 2 orang sekretaris, 2 orang bendahara, 9 orang penangung jawab dari 3 divisi yang meiputi Divisi Peningkatan Kapasitas Usaha dan SDM, Divisi Perencanaan, Fasilitasi Usaha dan Pembiayaan, Divisi Promosi dan Pemasaran, serta 10 orang koordinator masing-masing desa. 

Dalam susunan kepengurusan tersebut, camat dan Ketua TPPKK Kecamatan Gumelar menjabat sebagai pembina. Sementara Koordinator Kecamatan (Korcam) adalah Winoto, pemilik brand Cikal Tas dari Desa Tlaga.

Selesai acara pengukuhan, dilanjutkan Pelatihan Digital Marketing dengan narasumber M. Irfan Bachtiar yang merupakan founder Info Purwokerto dan Restart Agency.(wiz)


 Camat Gumelar Arif Triyanto, S.Sos menjadi inspektur upacara pada upacara peringatan hari Pahlawan tingkat Kecamatan Gumelar, Rabu 10/11.


Upacara yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Gumelar ini diikuti oleh para kepala desa, Kapolsek dan Danramil beserta anggota, Dinas Mivo, PKH, TKSK dan siswa SMA PGRI Gumelar.



Sementara itu, petugas pengibar bendera merupakan siswa SMA PGRI Gumelar dan petugas lainnya dari anggota Koramil serta perangkat desa.





Komunitas literasi Blakdhen (Blakasuta Ora Kegedhen Rumangsa) Gumelar menggelar acara peluncuran buku Antologi Puisi Sunyi dan Secangkir Kopi di Balai Desa Cihonje, Selasa 19/10.

.

Hadir dalam acara tersebut Camat Gumelar beserta anggota Forkompinkec dan Kepala Desa Cihonje. Sementara para pegiat sastra dan literasi Kabupaten Banyumas juga tampak hadir di antaranya, seniman Titut Adi, Edi Romadhon, Wanto Tirta, Jarot dan para penyair dari wilayah Gumelar.

.

Antologi Puisi Sunyi dan Secangkir Kopi merupakan kumpulan puisi yang ditulis oleh para penyair dari tlatah Kecamatan Gumelar.

.

Sementara, menurut Trisnatun, penggagas Komunitas Blakdhen, Blakdhen merupakan perkumpulan para pegiat literasi Kecamatan Gumelar baik yang berdomisili di wilayah Gumelar maupun yang sudah tidak tinggal di Gumelar.

.

Riswo Mulyadi selaku ketua Blakdhen berharap agar acara peluncuran buku menjadi destinasi wisata di tengah suasana pandemi yang tak kunjung usai.

.

"Mudah-mudahan ini menjadi semacam destinasi wisata baru, destinasi wisata hati di tengah kondisi seperti sekarang ini," kata Riswo dalam sambutannya.(wiz)



Pembangunan asrama santri Pondok Pesantren Darul Hikmah Desa Gumelar Kecamatan Gumelar resmi dimulai. Hal tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Jumat siang 1/10.

Acara yang dipandu Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darul Hikmah, Guno Purtopo ini, dihadiri oleh Camat Gumelar Arif Triyanto dan anggota Forkompinca Kapolsek serta Danramil Gumelar. Turut hadir Kepala Desa Gumelar Susilo Urip Suprapto dan anggota DPRD Kabupaten Banyumas Agus Supriyanto.





Prosesi peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan asrama oleh Wabup Banyumas, diawali doa yang dipimpin pengasuh Ponpes Ustaz Yawan Al Azmi. 




Usai peletakan batu pertama dilanjutkan dengan penanaman pohon di sekitar area asrama oleh Wabup Banyumas, perwakilan CSR, anggota DPRD Agus Supriyanto, dan Kapolsek Gumelar. Wabup beserta rombongan juga menunaikan salat Azar di Masjid Pondok Pesantren Darul Hikmah.(Wizteguh Nugroos)

Kabar Gumelar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget