Saling Belajar dan Berbagi Kabar

September 2025


Gumelar – Suasana Lapangan Depok, Desa Gumelar Kecamatan Gumelar, Banyumas, pada Minggu pagi (28/9/2025) terlihat begitu ramai. Ratusan offroader berkumpul dalam gelaran Anniversary Baksos Gatra #2 (Gumelar Trail Adventure). Tak kurang dari 800 peserta hadir memeriahkan acara yang tak hanya seru dengan trabas, tapi juga penuh makna lewat kegiatan sosial santunan untuk anak yatim dan dhuafa.

Sejumlah tamu undangan turut hadir, mulai dari Kasi Trantib Kecamatan Gumelar, Bapak Karsono, SAP, Danramil 14/Gumelar Lettu Inf Amat Barokah bersama anggota, Kapolsek Gumelar Iptu Sugianto beserta jajaran, hingga para kepala desa se-Kecamatan Gumelar. Turut hadir pula para komunitas offroader, IOF 2x1 Pancab Banyumas, Ketua Kontrabas Kabupaten Banyumas, serta tokoh-tokoh masyarakat lainnya.

Acara dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan pendaftaran peserta, lalu dilanjutkan start pertama trabas pada pukul 09.00 WIB. Rute yang dilalui cukup menantang, melewati wilayah Desa Gumelar, Cilangkap, Tlaga, hingga Samudra Kulon. Namun, bukan sekadar uji adrenalin, dalam kegiatan ini, para offroader juga menyalurkan bantuan sosial dan santunan di desa-desa yang mereka lewati.


Bantuan ini diberikan kepada anak yatim dan warga kurang mampu sebagai wujud kepedulian, solidaritas, sekaligus upaya meringankan beban hidup masyarakat. Kehadiran ratusan offroader dengan aksi nyata berbagi ini pun mendapat apresiasi dari warga setempat.

Dengan pengamanan dari Koramil 14/Gumelar, Polsek Gumelar, RAPI, dan Linmas, jalannya acara berlangsung aman dan tertib. 

“Anniversary Baksos Gatra #2 bukan hanya soal keseruan offroad, tapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Kisto atau yang akrab disapa Mr. X selaku Ketua Gatra.

(wizteguh)

 

Eddy Pranata PNP satu-satunya penyair Banyumas Raya lolos kurasi Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) ke XIII yang telah digelar di Jakarta, 11-14 September 2025, menggebrak panggung penyair baca puisi di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan puisinya bertajuk “Rantang-rantang Kosong dari Gaza”. Eddy tampil memukau; penuh penghayatan, ekspresif, teaterikal, dan mendapat aplaus meriah dari audiens.

PPN XIII diikuti sekitar seratus penyair dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Brunei Darusalam, dan Thailand. Selain pembacaan puisi, juga digelar seminar dengan berbagai tema. Antara lain  narasumber Ganjar Harimansyah (Indonesia) dengan tema “Dari Seremoni ke Ekosistem Menimbang Ulang Penghargaan Sastra, narasumber Zefri Arif (Brunei Darusalam) tema “Cabaran Ekosistem Terjemahan Sastra”, narasumber Maman S. Mahayana tema “Latar Belakang dan Latar Depan Penerjemahan Buku Sastra”.  

Selain di Teater Kecil TIM, pembacaan puisi dilaksanakan di Taman Chairil Anwar Monas dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Menampilkan pembaca puisi Sutardji Calzoum Bachri, Taufiq Ismail, Isbedy Stiawan ZS, Anwar Putra Bayu, Ulfatin Ch (Indonesia), Muniroh Bachoh (Thailand), Wan Nuryani (Malaysia), Awwabin Helmi (Thailand), Nunwai Ha (Thailand) dan sederet penyair lainnya. Pembacaan puisi juga dilakukan di Badan Bahasa Indonesia

Pada gelaran acara tersebut juga diluncurkan antologi puisi peserta Pertemuan Penyair Nusantara dengan tajuk "Layang-layang Tak Memilih Tangan" dikuratori Ahmadun Yosi Herfanda, Hasan Aspahani dan Maman S. Mahayana.

Secara keseluruhan PPN XIII berlangsung sukses dan meriah. Selanjutnya  PPN XIV 2026 akan dilaksanakan di Aceh, PPN XV 2027 di Brunei Darusalam, PPN XVI di Makasar. 


Penanganan bencana tanah longsor terus dilakukan. Sejak Kamis (11/9/2025) hingga Jumat (12/9/2025) satu unit alat berat dari DPU diterjunkan guna mempercepat pengerukan tanah yang menutup jalan Gumelar-Lumbir tepatnya di Grumbul Baron Desa Paningkaban.

Diketahui hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Gumelar pada Rabu (10/9/2025) hingga Kamis (11/9/2025) menyebabkan bencana longsor di sejumlah titik. Salah satu titik longsor yang mengakibatkan terganggunya lalu lintas antarkecamatan berada di Desa Paningkaban.


Camat Gumelar, Septian Muhranto, S.STP., M.Si meninjau langsung proses penanganan pada Kamis pagi (11/9/2025) setelah sebelumnya berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Banyumas.

Pembersihan material longsor dilakukan oleh para relawan bersama BPBD, Forkompinca, Pemdes serta warga Desa Paningkaban.

Jumat pagi (12/9/2025) Camat Gumelar juga meninjau rumah warga yang terkena longsor di Grumbul Tonjong Desa Paningkaban.

Selain di Paningkaban, Mas Camat bersama Danramil 14/Gumelar juga mengunjungi korban tanah longsor di Desa Samudra.

 (wizteguh) foto/drone: checky



Hujan deras yang mengguyur sejak Rabu (10/9/2025) sore hingga Kamis (11/9/2025) pagi mengakibatkan bencana tanah longsor di beberapa titik dalam wilayah Kecamatan Gumelar.

Di Grumbul Baron Desa Paningkaban longsor mengakibatkan tertutupnya jalan raya penghubung Gumelar-Lumbir.

Penanganan terus dilakukan sejumlah relawan bersama Forkompinca Gumelar dan Pemerintah Desa Paningkaban.

Saat ini jalur tersebut hanya bisa dilewati kendaraan roda 2. Demi keselamatan dan kenyamanan, di pertigaan Paningkaban sudah dipasang pemberitahuan terkait penutupan jalan alternatif Ajibarang-Lumbir ini. 

(wizteguh)

Setelah melalui kurasi yang sangat ketat, Eddy Pranata PNP menjadi satu-satunya penyair dari Banyumas Raya yang lolos kurasi Pertemuan Penyair Nusantara XIII yang akan digelar di Taman Ismail Marzuki Jakarta, 11-14 September 2025. Pertemuan Penyair ini merupakan agenda tahunan, yang diikuti oleh para sastrawan dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand. Ada pula peserta dari Korea Selatan, Iran, India, China, Timor Leste, Filipina, Vietnam, dan Mandagaskar.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Banyumas Fendy Rudianto mengatakan; sangat bangga dengan lolosnya Eddy Pranata mengikuti PPN XIII yang mengangkat tema Puisi untuk Perdamaian dan Persaudaraan dan berharap dunia kepenyairan di Banyumas kian maju dan berkembang.

“Kami, Dinporabudpar Banyumas sangat mendukung dan mengapresiasi Eddy Pranata, tentu, dengan harapan bisa membawa nama baik Banyumas, dan di tahun-tahun berikut bisa merangsang penyair Banyumas lainnya untuk bisa lolos kurasi mengikuti ajang internasional yang bergengsi tersebut,” ujar Fendy Rudianto di kantornya, Kamis 28 Agustus 2025.

PPN XIII akan dibuka Menteri Kebudayaan Dr.H. Fadli Zon, S.S., M.Sc. dan dihadiri oleh Mendikdasmen Prof.Dr. Abdul Mu’ti. M.Ed., Gubernur DK Jakarta Dr.Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M., Wakib Gubernur DK Jakarta Rano Karno dan ratusan peserta PPN dan 51 peninjau yang datang dari berbagai kota Indonesia. 

Indonesia mengirimkan 175 penyair dari berbagai daerah, dan sebanyak 50 penyair dari luar negeri juga dipastikan hadir, menjadikan pertemuan ini sebagai ajang sastra terbesar yang menjembatani suara puisi lintas negara serumpun.

Forum penyair ini menjadi ruang strategis untuk merayakan keberagaman budaya melalui puisi serta memperkuat solidaritas antarbangsa di kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya. Dalam rangkaian acara juga akan dilaksanakan prosesi peluncuran Antologi Puisi PPN XIII, seminar sastra, baca puisi, orasi budaya, dan wisata budaya.

Eddy Pranata adalah penyair bermukim di Cirebah, Desa Cihonje, Kec. Gumelar, Kab. Banyumas, karyanya telah tersebar di hampir seluruh media massa di Indonesia, seperti Kompas, Tempo, Media Indonesia, Republika, Pikiran Rakyat, Kedaulatan Rakyat, Suara Merdeka, Dan puisi-puisinya juga terhimpun di puluhan antologi bersama. 

Sedangkan tujuh buku puisi tunggalnya adalah; Improvisasi Sunyi (1997), Sajak-sajak Perih Berhamburan di Udara (2012), Bila Jasadku Kaumasukkan ke Liang Kubur (2015), Ombak Menjilat Runcing Karang (2016), Abadi dalam Puisi (2017), Jejak Matahari Ombak Cahaya (2019), Tembilang (2021). Eddy juga sebagai Ketua Jaspinka (Jaringan Sastra Pinggir Kali), sebuah kelompok musikalisasi puisi yang telah terbentuk sejak tahun 2014 lalu. ***



Kabar Gumelar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget